Cintaku Nyangkut Ke Duren

Cintaku Nyangkut Ke Duren
Pedekate


__ADS_3

"Tok tok tok..."


"Ya.. masuk..."


"Selamat siang, ibu Lanny yang cantik... Sepi sekali ya disini?"


"Wah wah wah... kira-kira ada angin apa yang membawa seorang CEO yang tertampan nan tersibuk ini datang kesini ya?"


"Hahahaha... Astaga ibu.. kenapa kamu begitu mengenaliku..aku sangat terharu.."


"Sudah sudah... Langsung saja ke intinya... Ada keperluan apa ananda tampan?"


"Besok, gadis ini akan bekerja disini, aku menempatkannya menjadi asistenmu" sembari menyodorkan surat lamaran yang Fay bawa tadi pagi


"Tanpa tes, tanpa interview personalia, anda sudah langsung menerima gadis ini.. men..cu..ri..ga..kan... Siapa gadis ini tampan?" sambil membaca biodata Fay pada surat lamarannya


"Adaaa deh... Bersikap baiklah kepadanya ibunda cantik"


"Ngomong-ngomong kenapa ibunda cantik hanya sendirian saja diruangan ini?"


"Asisten sedang ijin pulang cepat, karena ada keperluan mendadak"


"Oo begitu.. sudah mau jam makan siang.. mau makan diluar bersamaku? Kita kan jarang bertemu.."


"Alah alah.. gayamu.. makan di kantin saja..."


"Baiklah..."


Mereka makan di kantin bersama sembari berbicara santai layaknya teman. Ibu Lanny termasuk salah satu tangan kanan Sam di perusahaannya. Dari awal perusahaan berdiri, ibu Lanny sudah berada disisinya dan selalu mendukungnya. Sam jarang datang ke perusahaannya karena lebih banyak melihat ke lapangan dan bertemu investor-investor dari luar sehingga dia memiliki beberapa orang kepercayaan di perusahaannya.


"Hari ini Fay sudah mulai masuk bekerja, apa kabarnya ya dia? Kalo aku hubungi dia, gimana ya..mau ngomong apa ya..." Sembari berpikir keras tentang alasan untuk memulai pembicaraan dengan Fay karena mereka tidak bertemu hari ini.


" Kita coba dulu saja.. baiklah Sam.. tunjukan pesonamu.." dengan rasa percaya diri yang tinggi, pria itu menghubungi gadis yang baru dia kenalnya .


“Selamat malam, Fay.. sudah tidur?”


“Selamat malam.. Maaf, ini siapa ya?”


“ini Sam.. sedang apa kamu?”


“Lagi tiduran saja”


“Ooo.. emm.. bagaimana pekerjaanmu hari ini? Apakah menyenangkan?”


“Sangat menyenangkan.. Semua orang baik kepadaku.. aku sangat senang”


“Syukurlah kalau begitu.. aku juga senang mendengarnya. Boleh aku bertanya padamu? Kalau aku hubungi kamu seperti ini, kira-kira ada yang marah gak ya?”


“Maksudnya gimana, Sam?”


“emm.. kamu sudah punya pacar?”


“Oalah… maksudnya itu toh.. belum kok.. aku jojoba..”


“haahh apa itu jojoba?”


“Jomblo-jomblo bahagia, hahahaha…”


“hahahaha… bisa saja kamu”


“emm.. Besok malam, kamu sibuk gak?”


“nggak nih.. kenapa sam?”


“aku mau ajak kamu keluar”

__ADS_1


“kemana?”


“Makan atau nonton bioskop gitu..”


“Ooo.. gitu.. ya sudah, Sam.. aku juga sudah lama gak nonton di bioskop”


“Oke.. besok jam 18.00 aku jemput ya.. kamu ada helm kan?”


“emang kamu tau alamat rumahku? Iya, aku ada helm kok..”


“Tau lah.. kan ada di surat lamaran kerja kemarin”


“OO iya ya, hehehe”


“Okelah.. kamu istirahat dulu sana, sudah larut malam, besok kamu harus bekerja kan?”


“Baiklah Sam.. aku tidur dulu ya…”


“Selamat tidur, Fay.. Mimpi indah..”


“Kamu juga ya, See you.. Bye…”


“Bye…”


Keesokan paginya, gadis itu mulai melakukan rutinitas yang sama. Dia pergi bekerja dengan penuh sukacita. Dia selalu berusaha mengerjakan semua tugas yang diberikan atasannya dengan sebaik-baiknya. Tibalah jam makan siang, mereka mulai menyudahi untuk sementara pekerjaan mereka.


“Tok tok tok..”


“Masukkk..”


“Selamat siang, Bu Lanny.. apakah kalian sudah mau makan siang?” semua di ruangan personalia itu terkejut, Sam mendadak datang


“Selamat siang, Pak” Fany menyapa Sam, dia tak kalah terkejut karena ini kali pertama bos nya itu memasuki ruangan mereka saat dia ada.


“Oiya.. Selamat siang.. ee.. siapa namamu?”


“oo.. iya fany.. Selamat siang juga Fay..”


“eh iya.. selamat siang Pak”


“Saya mau makan bareng kalian, apakah ada yang keberatan?”


“Hahahaha… sudah sudah.. ayoo semuanya kita ke kantin”


Mereka berempat menuju kantin bersama-sama. Semua orang memperhatikan mereka, karena ini pemandangan yang tidak biasa. Sam berjalan disamping Fay, gadis itu tampak salah tingkah bukan karena dia berjalan disamping pria itu saja, tapi karena banyak mata yang sepertinya memperhatikannya.


“Kenapa perasaan aku jadi gak enak gini yah..? kenapa mata semua orang seakan melihat ke arahku” gadis itu berjalan dengan kepala tertunduk sambil meremas-remas jarinya.


Sesampai dikantin, mereka pun menjadi pusat perhatian. Gadis itu sangat bingung dengan keadaan ini, tapi dia berusaha senormal mungkin.


Saat mereka mau mengantri makanan prasmanan, semua orang dalam antrian mempersilahkan pria itu duluan mengambil makan. Mereka sangat menghormati pria itu dan Fay semakin bingung dengan keadaan ini.


“Ayo Fay.. ambil makananmu..”


“ehh.. iya pak..” dia kaget mendengar namanya dipanggil dan segera mengambil makanan diikuti oleh Bu


lanny dan Fany.


Setelah selesai makan, mereka kembali ke ruangan mereka seperti halnya karyawan yang lain.


“Kalian duluan saja, saya mau ke toilet dulu” ucap bu Lanny


“Baik bu..” jawab 2 gadis itu


“Fay, aku keluar dulu, ada keperluan diluar, selamat bekerja.. Fany.. titip Fay ya..”

__ADS_1


“Baik Pak” pria itu tampak tergesa meninggalkan mereka berdua


“kenapa mereka ngeliatin aku sampe begitu sih, kayak mo makan aku deh” mata-mata itu tidak berhenti memandang ke arah Fay sehingga membuatnya jalan tertunduk sampai ke ruangannya.


“Fay.. boleh aku bertanya sesuatu?”


“iya fan, ada apa?”


“sebenarnya hubungan mu dengan bos besar itu seperti apa?”


“gimana maksudnya fan? Bos besar itu siapa?”


“Lha… kamu gimana sih.. Pria yang tadi makan bareng kita itu pemilik perusahaan sekaligus direktur utama di perusahaan ini?


“Hahhhhh…” gadis itu terkejut bukan main mendengar cerita yang baru saja dia dengar


“Kamu tau gak, nama pria tadi siapa?”


“tau.. namanya Sam kan?”


“hushhhh… berani banget kamu memanggilnya seperti itu? Namanya Samuel Prayoga Chandra” sambil memukul tangan Fay dan mencari struktur organisasi perusahaan ini untuk ditunjukkan kepada Fay


“Adu… aku gak tau loo fan.. waktu kenalan, dia memperkenalkan dirinya seperti itu”


“ini.. (memperlihatkan kertas yang berisi struktur organisasi perusahaan ini) coba lihat ini.. namanya ada paling atas dalam perusahaan ini”


“Matiii aku…. Pantas aja semua mata seakan ingin memakanku.. tidak berhenti menatapku” Sembari meletakkan tangannya pada jidatnya


“ish ish ish…” fany menggelengkan kepalanya sampai tak bisa berbicara


“Hayoooo…. Kalian sedang bergosip ya?” Bu lanny tiba-tiba masuk ke ruangan saat mereka berdua sedang duduk berdekatan dengan muka yang serius


“Nggak kok bu.. nggak..” mereka kompak menjawab, dan kembali ke meja masing-masing dan mulai bekerja.


Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, mereka sudah membereskan meja dan komputer mereka, bersiap untuk pulang. Mereka keluar dari ruangan mengikuti bu Lanny. Setelah mengucapkan salam perpisahan, mereka menaiki kendaraan mereka masing-masing, meninggalkan halaman kantor megah itu.


15 menit kemudian, Fay sampai dirumahnya, diiringi masuknya suara dering WA dari handphonenya


“30 menit lagi, aku otw”


“OOO iya aku lupa ada janji dengan pria itu” sembari melihat jam di handphonenya dia langsung bergegas untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


“Pakai baju apa ya…? Pakai ini saja”( sambil mengambil celana jeans , kaos putih dan jaket jeans”


“Otw..” WA masuk lagi


“untung sudah beres, wahh dia benar-benar tepat waktu” sambil menyiapkan tas dan helm yang akan dibawanya.


“ngenggg ngengggggg.. tin tinnn“ tampak seorang pria mengendarai motor pria berwarna merah dengan boncengan dibelakangnya yang cukup mendongak tinggi.


“Hai Fay.. “pria itu membuka helm nya sembari memanggilnya


“Haiiii…” Fay takut memanggil nama Sam begitu tau identitas aslinya, mengunci pintu dan pagar rumahnya, dan mendekat ke arah pria bermotor merah itu. Gadis itu memakai helm nya dan menaiki motor itu.


“Pegangan yang kencang ya..”


“ee iya..” dia ragu memegangnya lantas dia menarik sedikit saja jaket pria itu.


Tidak puas dengan sikap Fay, Sam mengambil tangan gadis itu untuk memeluk pinggang pria itu


“Seperti ini, Fay.. tetap seperti ini.. sekarang, mari kita jalan” Fay sangat terkejut, hanya bisa terdiam menurut begitu saja, pipinya seakan memanas dan jantungnya berdegup kencang.


“ya tuhan, pria ini kenapa sih, dia seperti sosok yang berbeda saat berjumpa pertama. Semoga dia membawa kebaikan untukku ya Tuhan.. hindarkan aku dari perbuatan jahat. Amin..”


Bersambung..

__ADS_1


Para readers yang terhormat..mohon dukungannya untuk tulisanku.. maafkan apabila ada kesalahan kata, tanda baca dan sebagainya.. harap maklum.. Dukungan kalian amat sangat berarti untuk kami para author.. Terima kasih.. 🌹🌹🌹


__ADS_2