
Malam telah tiba, sam mengajak fay pergi keluar rumah, dengan mengendarai motor. Mereka pergi ke rumah Alex sahabat mereka. Alex yang sedang di rumahnya, masih sibuk di dapur membuat makanan untuk makan malam mereka.
“mau aku bantu?” tanya fany kepada alex
“nggak papa, aku bisa sendiri, kamu duduk saja gih sana, menonton tv atau apapun”
“kamu masak apa sih? Kayaknya ribet gitu ngeliatnya..”
“ahh.. nggak kok.. sebentar lagi juga selesai, aku lagi buat steak dan nasi goreng”
“kok banyak banget buatnya?”
“oh iya aku lupa kasih tau kamu, sam dan fay mau datang kesini”
“ohh ya… senangnya bisa ketemu fay”
“ooohhh gitu.. kamu ga seneng kalau cuma sama aku?”
“ehh.. salah ngomong lagi aku kayaknya.. ya sudahlah, aku ke kamar aja dulu”
“hahaha…” fany sudah bergegas pergi masuk ke kamarnya
Alex baru saja selesai memasak hidangan dan sudah tertata rapi di meja makan, sementara fany, masih menunggu di dalam kamar.
“ting tong ting tong” suara bel dari gerbang luar rumah alex
“tok tok tok spada…”
“emang kamu jerit gitu, alex bakal denger gitu?”
“oohh.. kita mah gak usah jerit, biasa pake telepati”
“emm.. soulmate donk ya sama alex”
“hahaha.. nggak sayang.. soulmate ku.. kamulah satu – satunya.. yang ternyata mengerti aku…”
“hihihihi… bisaan aja nih..”
“ting tong ting tong..”
“kemana sih nih orang lama bener, lagi ngapain kali dia sama temen kamu”
“ting tong ting tong”
“iya… sabar woi…”
“wihhh lama bener sih bukain pintu doank, hayoo lagi ngapain kamu hahh?”
“ihh.. kepo ya kamu, suka – suka aku lah mau ngapain, rumah – rumah aku.. wekk.. “
“berarti kita datang di tempat dan waktu yang tepat sayang, ayo masuk sayang… jangan malu – malu.. anggap rumah kita sendiri” sam membawa motornya masuk ke dalam halaman rumah alex dan alex menutup gerbangnya
“harusnya aku yang ngomong kayak gitu kan.. “
“ya sudah, aku yang wakilkan saja”
“emm.. tumben kamu bawa motor?”
“biasa juga, aku naek motor kalau cuma berdua, apalagi waktu pacaran, biar romantis gitu, iya kan sayang”
“iya kali…”
“hahaha… untung dia istrimu ya, kalau karyawan jawab begitu, bisa dipecat sama orang ini”
“oo.. gitu ya.. ngomong – ngomong fany lagi apa?”
“ada, tadi sih dia di kamar, masuk aja fay”
“oo.. oke – oke “
“fay...”
__ADS_1
“fany… “
“aku senang kamu kesini”
“iya.. aku baru pertama kali ke rumah ini, ternyata rapi juga ya”
“tuh kan bener, untuk cowok kan jarang ya yang bisa rawat rumah sendiri kayak gini”
“iya fan..”
“baiklah ladies, aku anggap itu suatu pujian untukku, terima kasih atas pujiannya”
“ge er…”
“ihh iri ya kamu..”
“ngapain aku iri, aku mencium bau yang menggugah selera di sekitar sini” mendekati meja makan
“wahhh kelihatannya enak.. Pak Alex masak sendiri ya?”
“Panggil alex saja fay, kan diluar kantor”
“oo.. iya iya..”
“mari duduk, kita makan sama – sama”
“ini nih yang aku suka dari sahabatku ini, tau banget kalau orang laper”
“hahaha…” fay dan fany tertawa bersama
Mereka makan bersama, menikmati makanan yang dihidangkan alex, sampai habis tidak ada sisa.
Setelahnya fany dan fay membantu alex membereskan cucian piring, sementara para lelaki mengobrol berdua.
“kapan kamu mau masuk kerja?”
“besok brother..”
“maksudnya rencana apa brother?”
“kamu ini pintar kalau soal bisnis dan masak, tapi kamu agak bodoh ya soal ini”
“kamu kalau kasih pertanyaan itu yang jelas detailnya donk”
“emang, kamu mau terus – terusan tinggal berdua sama wanita tanpa ikatan kayak gini?”
“ehemm ehemm aku baru ini ajak wanita tinggal di rumah ku brother,kan kamu tau benar aku kayak mana”
“iya maksudnya, apa kamu gak ada pikiran untuk menikahinya?”
“emm.. ada.. aku pasti menikahinya dalam waktu dekat, aku sudah janji sama mamanya”
“janji?”
“iya, waktu baru pertama ketemu mamanya, mamanya bilang supaya aku segera menikah kalau aku memang serius dengan anaknya”
“oo.. gitu.. jadi kapan kamu akan melamarnya”
“nunggu waktu yang tepat brother”
“gitu donk.. itu baru bestfriend aku”
“aku sam fay ke kamar dulu ya?” suara fany tiba – tiba mengagetkan mereka dari belakang
“ahh.. iya iya.. “
“kamu kenapa kok kaget gitu?”
“ooohh nggak kok.. ya kan sam?”
“lagi ngomongin aku ya?”
__ADS_1
“hahaha… kalian dilihat – lihat mirip juga ya ternyata “ celetuk sam
“mirip apanya?” alex dan fany bertanya bersamaan kepada sam
“hahaha… bisa kompak lagi”
“emm.. ada – ada aja… ayo fan, mereka cuma mau mainin kamu”
“oo.. ayo fay kita ke kamar saja” mereka lantas meninggalkan kedua pria tadi
“kira – kira tadi kita bicara, mereka dengar gak ya bro?”
“kayaknya enggak”
“tau dari mana kamu?”
“tau aja, kalau mereka dengar pasti mereka ada lah tanya, coba deh liat nanti, istriku nanya gak pas pulang”
“oo… iya bro.. kalau ketahuan kan, mana serulah mau buat surprise”
“mau aku bantu gak?”
“gak usah, kamu ngelamar aja gak dapat respon bagus, sok mau ngajarin aku, hahaha..”
“emmm… lihat aja nanti.. aku mau lihat apa reaksi pacarmu kalau dapat surprise dari kamu”
“pasti, dia langsung tergila – gila sama aku”
“ahh.. teori di banyakin, praktek donk.. buktiin”
“oke.. let we see brother…”
Malam semakin larut, mereka berbincang cukup lama dengan teman masing - masing, sam mengajak fay pulang ke rumah mereka, mereka sudah pergi dari tadi, dan meninggalkan keiko dengan suster serta pelayan di rumah.
“sayang, ayo kita pulang, besok kita harus ke kantor kan? Mereka juga mau istirahat”
“oo.. iya.. fan, aku pulang dulu ya, besok kamu ngantor kan?”
“iya, aku besok ke kantor kok, sampai jumpa di kantor , fay”
“iya fan..”
“aku pulang dulu brother.. thank you makanannya.. kamu yang terbaik, brother..”
“hahaha.. bisaan aja kamu, jarang – jarang kan kamu bener ngomongannya”
“emm.. ya sudah.. aku jalan dulu, peluk yang erat sayang..” fay sudah naik ke motor, dibonceng sam
“uwekk.. uwekk..” alex mendadak mual melihat kelakuan sam
“ihh.. apaan kali.. pengen ya.. makanya cepetan nikah, hahaha..”
“sudah sana – sana.. huss hus..”
“hati – hati fay…”
“daa.. daaa..” sam mulai melajukan motornya pulang ke rumah
Sam dan fay sudah pulang, tinggalah alex dan fany berdua, dengan rada canggung, alex menyuruh fany untuk segera beristirahat
“sudah malam sekali, kamu tidur ya sekarang.. jadi besok kamu lebih tampak segar ke kantor”
“iya.. aku memang mau tidur, kamu juga, pasti lelah ya, mengurus aku”
“nggak kok.. tidak ada sedikitpun lelah kalu yang berhubungan dengan kamu”
“hihi.. ya sudah aku ke kamar ya..” baru bergegas akan pergi meninggalkan alex, pria itu menarik tangan fany, membuat badan fany, mendekat di hadapannya
“I Love you” alex mencium kening fany
“e.. e.. I love you too” fany langsung berlari cepat masuk ke kamar meninggalkan alex karena malu
__ADS_1
Bersambung…