
Beberapa hari telah berlalu, semua berjalan kembali seperti biasa, pagi berangkat ke kantor , sore kembali ke rumah
“besok, aku mau kembali tinggal di rumahku saja, maaf ya aku sudah merepotkanmu” ketika fany baru sampai di rumah alex
“apa kamu sudah tidak apa – apa?”
“aku sudah tidak apa – apa, sungguh”
“baiklah kalau itu mau kamu, emm tapi.. bagaimana kalau lusa saja kamu kembali ke rumahmu?”
“kenapa?”
“ya gak papa, nawar dikit boleh donk.. selama ini aku kesepian tinggal sendirian”
“oohh… baiklah.. lusa aku baru pulang.. aku ke kamar dulu ya”
“ahh.. iya..”
“emm.. besok aku harus mengatakannya, tidak bisa ditunda lagi”
Setelah berganti pakaian, alex lantas pergi ke dapur menyiapkan makanan untuk mereka. Setelah selesai memasak, alex membersihkan diri, dan kembali lagi ke meja makan, disana sudah ada fany yang sedang duduk.
“kamu sudah lapar?”
“hihihi.. iya.. kamu pintar masak, aku jadi lapar terus”
“haha.. emm.. habis ini, aku ijin mau keluar sebentar ya”
“oo.. mau kemana?”
“ada mau ketemu temenku, sebentar aja kok, kamu gak papa kan?”
“ahh iya gak papa..”
Beberapa menit kemudian, setelah alex menyelesaikan makannya, alex keluar rumah menuju toko kue
“selamat malam pak, cari apa pak? ada yang bisa saya bantu?” seorang wanita penjaga toko kue
“oohh iya saya mencari kue tart, apa bisa minta dibuatkan khusus?”
“maksudnya gimana pak?”
“saya mau memberi kejutan kepada calon istri saya, saya mau meletakkan kotak cincin di dalam kue itu, saya akan ambil besok, kalau bisa”
“oo begitu.. saya panggilkan yang biasa membuat kuenya ya pak, silahkan bicara langsung saja, silahkan duduk dulu pak”
“oke.. terimakasih”
“selamat malam pak, ada yang bisa saya bantu?” Seorang pria yang baru saja keluar dari ruangan seperti dapur mereka berpakaian putih seperti chef menyapa
“oo.. iya pak, saya mau memesan kue tart untuk kejutan, saya mau meletakkan kotak cincin ini didalam kue tart itu, apakah bisa?”
“oo.. tentu bisa pak.. itu sangat mudah, untuk hari apa pak kuenya?”
“besok pak, besok sore saya ambil”
“oo.. begitu.. baiklah.. saya siap, apa kotak cincinnya sudah dibawa sekarang?”
“belum pak, bagaimana kalau besok pagi saya antarkan kesini”
“oke pak, saya tunggu.. saya harus membuat kue tart nya terlebih dahulu baru akan memasukkan kotak itu, dan finishing baru menghiasnya”
“oke pak, jam berapa, toko ini buka?”
__ADS_1
“jam 8 kami sudah buka pak”
“oke pak.. besok saya kesini jam 8 pagi, kalau begitu saya permisi dulu”
“baik pak.. silahkan”
Alex meninggalkan toko kue itu, dan kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, alex berjalan masuk ke kamarnya, hendak mencari cincin yang sudah dia persiapkan untuk fany
“kamu sudah pulang?”
“eh.. kamu belum tidur?”
“belum lah, kamu kan belum pulang”
“oo.. kamu nungguin aku ya..”
“ihh.. ge er.. ya sudah aku mau tidur deh.. daa” fany meninggalkan eric
“hahaha.. mimpi indah sayang.. mimpiin aku..” menggoda fany yang sedang berjalan cepat menuju kamarnya
“dasar pria gombal..” ujar fany saat sudah memasuki kamarnya
“kemarin aku taroh dimana itu cincin.. sepertinya disini, nah.. benar kan.. besok pagi – pagi aku harus membawa ini”
“kring kring kring..”
“emm.. orang ini selalu saja mengganggu”
“hallo.. brother..”
“iya.. kenapa tumben kamu telepon aku?”
“ihh apanya yang tumben, coba kamu cek daftar panggilan teleponmu, hampir setiap hari aku itu meneleponmu”
“sialan kamu.. aku ini teman kamu yang paling perhatian, bukannya di hargai, malah diginiin, ah sudahlah, males aku.. mending kelonan sama istri aku”
“hahaha… just kiding boss.. kenapa sih bos?”
“gimana kamu sama dia?”
“yah beginilah bos”
“kapan kamu mau melamar dia, jangan sampai kamu menyesal”
“iya sudah aku pikirkan, tenang aja, kamu gak usah ngajarin aku”
“aku dengar, fany mau pulang ke rumahnya besok?”
“kok kamu tau? Fay ya?”
“iya donk.. aku yang nanya sama istri aku, fany ada cerita apa sama dia”
“oo.. iya tadi dia bilang gitu, tapi aku minta dia lusa saja baru pulang”
“hahaha.. terus dia mau?”
“iya.. mau tuh.. “
“kalau aku jadi dia sih, ogah.. ngapain tinggal sama orang gak jelas”
“sirik aja kamu, untungnya dia bukan kamu”
“ya sudahlah, aku mau berduaan dulu sama istriku, mumpung keiko sudah tidur”
__ADS_1
“dasar mesum”
“haha.. kamu bisa ngomong gitu sama aku sekarang, aku mau lihat nanti pas kamu sudah nikah”
“hahaha.. ya sudah aku mau tidur..” mematikan telepon mereka
Fay baru saja masuk ke kamr, setelah menemani keiko tidur di kamarnya.
“keiko sudah tidur?”
“iya, sudah, kamu habis telepon siapa?”
“siapa lagi, orang yang paling enak diganggu”
“hadehh.. kamu ini iseng banget sih”
“haha… tapi kamu suka kan?”
“hahaha.. ngomong – ngomong alex tau fany mau pulang ke rumahnya?”
“iya, dia tau, tapi meminta fany supaya pulangnya lusa saja”
“oo.. terus fany mau?”
“katanya sih mau”
“oo.. gitu.. tapi kenapa harus lusa?”
“bukannya sama saja cepat atau lambat akan pulang juga?”
“yah mana aku tau sayang.. ihh kamu mulai kepo ya..”
“hadehh.. kayaknya aku ketularan kamu deh..”
“hahh tadi kamu bilang apa..” sambil ngelitikin pinggang fay
“nggak kok, gak ngomong apa – apa”
“emang nya aku gak denger?”
“kalau kamu denger, ngapain kamu tanya lagi coba?”
“wah wah wah.. kamu sudah mulai pintar menjawab ya..”
“hahaha.. geli yang.. ampun..”
“ngapain kamu minta ampun, kayak aku mau nyiksa kamu aja”
“ya sudah.. aku mau tidur ya..”
“eitt.. beberapa hari lalu aku minta, kamu bilang sedang dapat.. sekarang harusnya sudah nggak dong”
“hahaha… kamu menghitung hari ya?”
“aku bukan krisdayanti sayang.. ngapain aku menghitung hari”
“hihihi…”
“ssstttt..” sam mulai mencium istrinya begitu mendalam, tangan nya sudah mulai aktif menjelajahi setiap jengkal tubuh istrinya.. perlahan membuka satu persatu rajutan benang yang melekat pada tubuh mereka, hingga polos tak tersisa sehelai pun.
Permainan panas dimulai, dengan sentuhan foreplay yang cukup membuat fay kewalahan menghadapi suaminya, tubuhnya terasa panas dan menggeliat seperti cacing kepanasan dengan suara yang tertahan dari dalam mulut istrinya.
Tak tahan melihat ekspresi istrinya yang sudah seakan tidak sabar, sam semakin bersemangat membuat istrinya sampai benar – benar basah dan kemudian dia memulai penyatuan cinta yang sempurna hingga mereka kelelahan dan tertidur pulas sampai pagi menjelang. Tugas seorang ibu dan sekaligus seorang istri dan wanita karir sudah menanti fay di setiap pagi tiba, fay menikmati perannya sebagai istri dan ibu anak dari suaminya itu.
__ADS_1
bersambung..