Cintaku Nyangkut Ke Duren

Cintaku Nyangkut Ke Duren
Menginap di rumah Bujangan


__ADS_3

Siang itu setelah sam kembali ke kantor, sam menghubungi sahabatnya, Alex agar dapat membujuk fany untuk beristirahat


“tut tut tut tut..”


“iya, hallo bro..”


“bro, pacarmu kayaknya belum tidur deh dari semalam ?”


“masa sih? Tadi aku tanya, dia bilang tidur sebentar“


“kamu gak lihat, muka nya pucat”


“iya sih, susah juga ngomongin anak ini, keras kepala“


“harus sabar bro, kasih tau baik – baik”


“iya bro, thank you sarannya”


“sudah ajak dia makan siang?”


“sudah bro, dia lagi gak berselera makan, makan cuma sedikit”


“ya sudah bro, maklumi saja, namanya mama nya lagi sakit, kamu kan pernah berada dalam posisi dia”


“iya benar bro, mamaku juga pernah seperti ini”


“ya sudah, jaga kesehatan bro.. semangat”


“fan, aku tahu kamu sedang cemas saat ini, aku juga pernah dalam keadaan ini, yang aku minta dari kamu, kamu harus jaga kesehatan kamu, bagaimana kamu bisa menjaga mamamu kalau kamu tidak bisa menjaga diri sendiri” alex mencoba berbicara kepada fany


“iya, aku mengerti, maaf membuat kamu cemas juga”


“kamu belum tidur kan semalam?”


“aku sudah berusaha tapi aku tetap terjaga”


“sekarang aku antar pulang, kamu harus istirahat”


“tapi mamaku..?”


“aku akan minta tolong kepada dokter untuk menghubungi kamu, saat ada sesuatu, setelah kamu bangun tidur, baru kita kesini lagi, oke”


“iya, oke.. “


Setelah mendapatkan persetujuan fany, alex meminta tolong kepada dokter untuk menghubungi mereka dengan segera saat mereka tidak di rumah sakit. Alex dan fany, keluar dari pintu rumah sakit menuju mobil alex di parkiran, alex menuntun tangan kekasihnya yang terlihat sangat lemas.


“fan, fan… bangun fan.. “ fany tiba – tiba ambruk, dan berada pada dekapan alex, mau tak mau, alex membawa fany kembali masuk ke dalam rumah sakit itu untuk mendapatkan perawatan


“suster tolong sus.. pacar saya pingsan”


“mari pak, baringkan disini” menunjuk sebuah ranjang yang kemudian di dorong


“baik sus..” beberapa perawat mendorong ranjang itu ke ruangan UGD, dan datang seorang dokter memeriksa keadaan fany


“dimana walinya?”


“saya walinya dok”


“Baik, nona ini mengalami dehidrasi dan dia sangat butuh banyak beristirahat”


“ah iya dok, semalam dia sempat tidak tidur, karena menjaga mamanya yang sedang dirawat disini”


“oo.. begitu.. sementara kami pasangkan infus, untuk memberi asupan cairan ke tubuhnya, setelah dia sadar, boleh rawat jalan, dan akan diresepkan beberapa vitamin yang harus diminum”


“baik dok, terima kasih”

__ADS_1


“jangan lupa, dia harus banyak beristirahat, banyak minum air dan makanan bergizi”


“iya dok, terimakasih..”


“baik, saya tinggal dulu memeriksa pasien lain, permisi..”


“iya dok”


“dimana aku?” sejam kemudian, fany sadar, dan bangun dari pingsannya


“kamu sudah sadar, jangan bangun dulu, tiduran saja”


“kenapa aku disini?”


“tadi kamu pingsan di parkiran”


“oo.. maaf ya aku merepotkan kamu lagi”


“sudah, aku tidak merasa di repotkan, jangan terlalu banyak berpikir”


“apa ada kabar tentang mamaku?”


“belum ada, setelah ini, kita pulang ke rumahku saja oke?”


“kenapa?”


“karena aku harus menjaga kamu, kalau di rumah kamu, kamu akan menjadi bahan omongan tetangga”


“emm.. “


“percayalah padaku, kamu bisa mengandalkan aku”


“iya, baiklah..”


“anak pintar” mengelus kepala fany


“emm.. ini tanda kasih sayang, hadeh.. kayaknya kamu sudah mulai membaik sih kalau lihat kamu yang mulai judes gini”


“emmm…”


“hahaha… kata dokter kamu harus banyak istirahat, harus banyak minum, dan makan makanan bergizi”


“iya..”


Setelah diperbolehkan pulang, fany ikut pulang bersama ke rumah Alex, ini untuk pertama kali fany datang ke rumah kekasihnya itu


“ini rumahmu?” fany sampai di halaman sebuah rumah minimalis yang cukup besar untuk seorang bujangan , alex memasukkan mobilnya ke dalam, dan menutup kembali pintu gerbang rumahnya


“iya, ayo masuk..” alex membuka pintu rumahnya


“kamu tinggal sendiri?”


“iya, tinggal sendiri, kenapa?”


“masa sih? Bersih amat rumah kamu?”


“emang kalau tinggal sendiri, gak bisa bersih – bersih”


“hihihi.. “


“ayo sini.. ini kamar kamu, istirahat dulu aja kamu, nanti aku masakin makanan buat kamu”


“kamar kamu dimana?”


“kamu mau bobo sama aku?”

__ADS_1


“emm.. aku cuma tanya..”


“oo.. kirain mau bobo sama aku, dengan senang hati lah aku, kamarku diatas”


“oo.. gitu.. ya sudah, aku tiduran dulu ya.. kalau hape aku dering, tapi aku belum bangun, tolong angkatin teleponnya ya, takut ada telepon dari rumah sakit”


“iya sayangku.. mana hape kamu, biar aku yang pegang”


“oohh.. ini..” memberikan hape nya


Fany bergegas tidur, karena memang badannya sudah merasa tidak karuan dari tadi pagi, sedangkan alex sibuk memasak di dapur, mempersiapkan hidagan yang akan di makan saat fany bangun nanti.


Sekitar 2 jam kemudian, fany bangun dari tidurnya, dan keluar dari kamar, mencari alex. Alex tampak sedang membersihkan perlengkapan di dapur yang tadi dia pakai untuk memasak.


“kamu sudah bangun?” alex melihat fany yang sedang melihat ke meja makan, sudah tersaji beberapa hidangan yang menggugah selera


“ahh iya.. ini kamu semua yang masak?”


“iya donk.. spesial buat kamu”


“makasih ya untuk semuanya”


“ahh.. biasa aja… ayo duduk.. aku ambilkan piring mumpung masih hangat, langsung di makan ya”


“kamu juga makan kan?”


“iya, aku makan sama kamu disini, ayo makan..” alex mengirin piring untuk fany dengan nasi


“kamu hebat banget ya bisa segalanya..”


“hahaha… jangan gitu ah, nanti aku ge er”


“ngomong – ngomong, apa ada telepon saat aku tidur”


“belum ada sayang, kalau ada telepon, pasti aku bangunin kamu”


“oo.. gitu ya..”


“iya.. ayo sekarang kamu makan dulu, makan yang banyak, biar tenaga kamu kembali”


“iya, terimakasih.. ini enak sekali..”


“sungguh?”


“iya.. ini beneran enak”


“syukurlah kalau kamu suka”


Setelah menghabiskan makanan mereka, fany dan sam, bergegas membersihkan diri sebelum pergi ke rumah sakit melihat keadaan ibu fany yang masih belum ada perkembangan, fany tidak berhenti berharap agar ada sebuah keajaiban yang terjadi kepada ibunya, tidak lupa dia berdoa di setiap kesempatan. Malam tiba, suasana rumah sakit mulai hening, alex kembali mengajak fany, untuk pulang.


“krukk krukk kruukk..” suara perut fany bergemuruh saat baru memasuki mobil alex


“haha… kamu lapar sayang?”


“hihi.. iya, aku kok lapar lagi ya, padahal tadi sudah makan cukup banyak”


“itu bagus untuk pemulihan tubuh kamu, kita cari makan dulu ya, kamu mau makan apa?”


“makan apa saja boleh yang penting kenyang”


“oke.. kita makan nasi uduk aja, mau gak? Ada yang enak, di dekat sini, murah, enak, banyak “


“ooo yaa.. iya boleh deh..”


“ sipp.. “

__ADS_1


Alex melajukan mobilnya, menuju tempat makan uduk langganannya. Alex cukup pintar mencari makanan – makanan enak disekitarnya, karena dia memang pecinta kuliner.


Bersambung…


__ADS_2