Cintaku Nyangkut Ke Duren

Cintaku Nyangkut Ke Duren
Bertanggung Jawab


__ADS_3

Langit mulai menggelap, sam, fay dan keiko duduk di ruang makan untuk makan malam bersama. Ponsel sam terus berdering di kamarnya. Selesai makan fay menemani keiko bermain di kamarnya sedangkan, sam mengambil ponselnya di kamar dan masuk ke ruang kerjanya. Sudah ada 30 panggilan tak terjawab dari alex di ponselnya membuat sam bingung sekarang


“nih orang gitu amat, masa gara – gara bunga bisa menimbulkan masalah besar”


“kring kring kring kring”


“halloo… “


“lama banget sih kamu angkat telepon, aku telepon kamu dari tadi tau gak..”


“ya maaf, ponsel ku aku silent, kenapa sih, serius amat”


“bro… aku pusing bro… fany marah sama aku bro.. dia sudah pulang ke rumahnya naik taxi online”


“hahhh? Kenapa?”


“tadi dia dapat bucket bunga mawar kan bro, terus aku tanya itu dari siapa, dia bilang, dia pikir dari aku, terus aku tanya, apa benar dia gak punya teman dekat cowok atau pacar sebelum terima aku, terus dia marah bro, katanya aku gak percaya sama dia” (“kenapa jadi ribet gini masalahnya, alex alex… huft…” ucap sam dalam hati)


“hadehhhh… terus kamu gak minta maaf?”


“sudah bro, tapi dia gak mau nerima omongan aku, dia minta aku gak ganggu dia, aku sedih lah bro.. hiks hiks..”


“kamu nangis ya?”


“salah ya bro, aku nangis?”


“gak.. gak salah.. kamu sayang banget sama dia?”


“iyalah bro… emang gak keliatan?”


“ya kalau gitu harusnya kamu percaya sama dia, jangan diperpanjang lagi”


“ahhh kepala ku uda sakit banget bro, udah gak bisa mikir, seharusnya malam ini aku mau melamar dia, aku sudah siapin semuanya, tapi.. sekarang semuanya berantakan…” (“deg… ya ampun.. kok aku jadi merasa bersalah gini ya” gumam alex dalam hati)


“jadi tadi pagi kamu pergi, siapin buat melamar dia malam ini?”


“iya bro… ahhhh aku sedihh lah bro…”


“terus apa rencana kamu?”


“gak tau bro, gak bisa mikir”


“emm.. ya sudah, kamu diam saja disitu, aku bantu kamu bereskan masalah ini”


“gimana caranya?”


“sudah, kamu diam dan menurut saja, oke”


“iya iya, emang sekarang aku cuma bisa pasrah bro..”


“lemes banget kamu, mana si raja gombal yag aku kenal”


“entahlah bro..”


“ya sudahlah, aku matiin dulu teleponnya, kamu istirahat saja, nanti aku kabarin kamu”


“ya bro, thank you bro..” mematikan teleponnya


Sam segera mencari istrinya ke kamar keiko, dengan rasa menyesal, dia harus segera membereskan kesalahpahaman ini agar sahabatnya tidak bersedih lagi dan dapat melanjutkan rencana special nya malam ini


“sayang.. ikut aku dulu.. penting… keiko, kamu main sama suster dulu ya, papa sama mama ada keperluan mendesak, oke sayang?”

__ADS_1


“mau kemana pa?”


“ada teman papa yang sedang sakit, papa harus bantu dia”


“oo.. baik pa..”


“anak pintar”


“emang siapa yang sakit sayang?” tanya fay


“sudah, ikut dulu saja, kamu ganti baju gih cepetan, mendesak kamu harus bantu aku”


“bantu apaan sih?”


“nanti aku ceritakan di mobil, kita ganti baju dulu”


“emm.. aneh sekali…”


Setelah berganti pakaian, sam dan fay masuk ke mobil dan melajukan mobilnya ke rumah fany. Sembari menyetir, sam menjelaskan pokok permasalahannya, alex dan fany, membuat fay kesal kepada sam dan mencubit nya berkali – kali


“aw… sakit yang..”


“itu belum seberapa sakit, dibanding dengan perbuatan kamu ke mereka”


“aku gak ada maksud membuat mereka sampai kayak gini, alex sih pake gak percaya gitu sama fany”


“tapi kalau kamu gak ngirim – ngirim bunga gitu kan, mereka gak jadi bertengkar seperti kayak gini, harusnya malam ini mereka malah bisa semakin dekat, bukan semakin menjauh seperti ini”


“iya maf yang, maaf.. kan dari tadi tadi juga aku udah minta maaf yang..”


“kamu harusnya minta maaf sama mereka bukan sama aku”


“iya iya.. makanya sekarang aku mau tanggung jawab untuk masalah yang aku buat ini yang, tapi aku minta bantuan kamu juga, oke.. pleasee…”


“aku dengar lo kamu ngomong apa”


“terus kenapa? Aku gak boleh ngomong gitu?”


“boleh kok, boleh.. iya ngomong aja semau kamu.. aku gak marah kok yang..”


“bagus… huft..”


“kenapa jadinya, kamu yang marah sama aku juga sih?”


“apa kamu bilang?”


“oo.. nggak kok.. nggak ngomong apa – apa, itu lampu merah lama amat sih hijaunya, gitu yang..” (“Hadehhh.. dia kalau marah serem juga ya ternyata.. huft…”)


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di depan rumah fany, fany terkejut melihat kedatangan temannya itu yang didampingi suaminya. Fay juga tidak enak, dan merasa sedih, melihat wajah fany, yang kelihatannya baru menangis.


“hai fan.. maaf ya malam – malam begini ganggu”


“iya, gak papa fay.. masuklah.. fay.. mari pak..”


“ahh iya..” fay masuk diikuti dengan suaminya


“silahkan duduk, sebentar ya aku ambilkan minum dulu” dengan cepat fay mengikuti fany ke dalam


“fan.. bisa kita ngomong berdua”


“kamu serius banget fay, aku ambilin minum dulu buat kalian”

__ADS_1


“gak usah fan.. kami gak haus kok..”


“emm.. ya sudah fay, kamu mau ngomong apa?” mereka duduk di ruang makan rumah fany


“iya jadi begini fan…” fay menceritakan semua yang dilakukan suaminya kepada alex dan fany, dan meminta maaf atas nama suaminya yang sudah membuat kekacauan seperti ini, diluar dugaan fay, yang dia pikir fany akan marah, dia malah tertawa mendengar kenyataan kalau dia dan pacarnya sedang dikerjain oleh suami temannya


“hahahahaha… “


“fan, maaf banget ya suami aku nih usil banget, tolong ya jangan di ambil hati.. Pak Alex itu sayang banget sama kamu, dia sampai menangis menelepon suami aku, jadi suami aku jadi merasa bersalah kepada kalian fan”


“haha.. iya gak papa fay, terima kasih juga ya, mau bantu kami, aku kaget kamu tau, aku sudah pulang ke rumah ini”


“hehe.. iya.. nanti, kalau pacarmu, menelpon, kamu angkat ya.. kasian dia, dia gak tau apa – apa, dia itu cuma mau mastiin, dia gak ngerebut pacar orang, nurut aku sih gitu fan”


“iya fay, aku juga yang salah, aku terlalu emosi tadi, maklum aku lagi dapet”


“oo.. hehe..”


“ya sudah, ayo kita ke depan, temuin suami kamu, dari tadi di depan sendirian, kasian, kamu juga jangan marahin dia terus”


“hihihi.. biar aja, belum tau dia, kalau aku marah”


“hahaha..” fay dan fany, kembali ke ruang tamu, tempat di mana sam menunggu


“aku sudah cerita semua ke fany, ayo kamu minta maaf”


“ehh.. fay.. udah gak usah..”


“gak bisa gitu fan.. dia kan…”


“dengan segala penyesalan di hati, saya minta maaf ya fany, saya membuat kekacauan pada hubungan kalian hari ini”


“hahahaha…” fay dan fany kompak tertawa, sam merasa aneh apa ada yang salah dengan yang dia ucapkan


“iya pak.. saya sudah tidak apa – apa kok..”


“maaf banget ya fan, mohon kamu jangan cuekin alex, kasian dia, dia sayang banget sama kamu, nanti dia bisa gila, nanti yang bantu aku siapa donk di kantor”


“ihh kamu ini yang..” memukul lengan sam


“haha… iya pak… iya.. saya mengerti”


“terima kasih banyak ya fany.. nanti kalau pacarmu menelpon, saya mohon , kamu jawab ya telepon nya, please…”


“iya pak.. iya..”


“terima kasih banyak ya fany.. karena sudah malam, kami pamit pulang ya..”


“iya pak, terima kasih juga sudah malam – malam kesini..”


“makasih ya fan… “


“ihh apaan sih kamu.. aku yang makasih seharusnya”


“jalan dulu ya fan..”


“daa fany…”


“daa fay..”


Sam dan fay meninggalkan rumah fany, sam mencoba berbicara kepada istrinya supaya tidak galak seperti yang tadi, dan berterima kasih karena sudah mau membantunya.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2