Cintaku Nyangkut Ke Duren

Cintaku Nyangkut Ke Duren
Garis Dua


__ADS_3

Sementara Fany sedang tertidur, Alex bergegas pergi sebentar ke apotik terdekat di depan perumahan mereka. Alex membeli beberapa macam alat tespek dengan merk dan tipe yang berbeda karena dia baru pertama kali ini mengurus hal yang berhubungan dengan kehamilan. Sebenarnya Alex masih kurang yakin mengenai istri nya yang mungkin hamil karena mereka baru menikah sebulan lebih. Setelah mendapatkan barang yang diperlukan, Alex dengan cepat kembali pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Alex langsung menuju ke kamar mereka untuk melihat istrinya, yang ternyata masih tertidur dengan pulas nya.


Alex duduk di samping ranjang memandangi wajah wanita yang sedang tertidur di hadapannya.


"Aku akan sangat senang apabila kamu benar hamil, tapi aku berharap kehamilan mu nanti tidak membuat kamu merasa kesakitan atau kesusahan, biarlah aku yang akan menanggung rasa tidak enak yang kamu rasakan, aku rela.." Alex berbicara dalam hati dan mengecup pipi istrinya itu.


Alex tidak tega melihat Fany yang terlihat sangat lemas, tidak seperti biasanya. Alex meninggalkan nya sebentar ke dapur untuk membuatkan nya bubur untuk makan siangnya dan kembali ke kamar menemani istrinya kembali sesudahnya. Beberapa waktu kemudian, Fany terbangun dan melihat Alex yang sedang bermain game di ponselnya segera mematikan ponselnya dan fokus kepada istrinya itu. Alex membantu Fany duduk bersandar di ranjang dan memberinya minum air putih.


"Bagaimana keadaan mu, sayang? Masih mual?"


"Sudah nggak mual, tapi kepalaku sedikit pusing"


"Mungkin karena kamu tertidur cukup lama"


"Ahh iya.. mungkin juga" Fany beranjak dari tempat tidur dan hendak berjalan ke kamar mandi


"Kamu mau kemana? Aku bantu, aku takut kamu jatuh"


"Aku bisa kok yang, aku pelan - pelan saja"


"Kamu mau pipis ya?"


"Iya"


"Ayo aku anterin, sekalian aku mau minta kamu pakai tespek, aku sudah siapin di kamar mandi kata apoteker nya yang ini bisa di pakai kapan saja" sambil berjalan perlahan Alex menuntun Fany ke kamar mandi


"Kamu beli tespek? Untuk kehamilan?"

__ADS_1


"Hehe.. iya.. baru dugaan sementara, makanya mau kita buktikan dulu, mau aku bantuin gak?"


"Ihh aku bisa kok.. kamu tunggu disitu saja" Fany baru akan masuk ke kamar mandi


"Pintunya jangan dikunci ya"


"Iya.. iya.." Fany menutup pintu kamar mandi tanpa dikunci karena Alex yang khawatir takut Fany pingsan atau yang lainnya


Beberapa menit kemudian, Fany keluar dari kamar mandi, Alex yang sedari tadi berada di depan pintu menunggu Fany, langsung menghampiri dan merangkul badan Fany sembari bertanya mengenai hasil tespek nya


"Bagaimana? Sudah kelihatan Lum hasilnya"


"Katanya tunggu beberapa detik, aku masih taruh di meja wastafel, kepalaku pusing, jadi aku belum lihat hasilnya"


"Oo iya iya.. ayoo.. kamu tiduran dulu ya sayang.. biar nanti aku yang lihat.. ini kamu minum lagi, setelah ini aku ambilin kamu bubur ya, kamu tetap harus makan supaya cepat sembuh"


"Kamu ngomong apa sih, aku gak pernah ngerasa direpotin.. kamu disini dulu ya, sebentar saja oke.. jangan turun ranjang kalau gak ada aku"


"Iya iya.."


"Good...." Alex bergegas masuk ke kamar mandi untuk mendapatkan jawaban rasa penasaran nya dan.. Alex mendapatkan garis dua pada alat tespek itu, dia langsung histeris memanggil Fany


"Sayang... Coba lihat.. kamu hamil sayang... Kamu beneran hamil"


"Hahh aku hamil.."


"Iya kamu hamil.. pantas saja kamu tiba - tiba mual"

__ADS_1


"Emm.. ternyata yang diceritakan Bu Lanny terjadi padaku.. hiks hiks.."


"Kok nangis sih.. jangan nangis donk.. nanti aku cari orang yang bisa bantu di rumah ya.. akan lebih baik, kamu berhenti bekerja mulai sekarang"


"Iya.. kamu atur aja, aku lemes banget.."


"Kamu jangan gitu donk, kamu harus semangat, aku janji bakal kasih apa aja yang kamu mau, kalau kamu nurut sama aku"


"Apa aja yang aku mau? Bener?"


"Emm.. ya kalau masih batas wajar dan aku sanggup ya.."


"Oke.. deal.." Fany mengambil tangan Alex dan mengajaknya bersalaman pertanda setuju dengan kesepakatan yang Alex ajukan


"Hadehh.. kenapa perasaan ku jadi galau, gitu kamu deal"


"Hahaha.. kamu sudah janji ya.."


"Iya deh iya.. ya sudah aku ambilkan bubur dulu ya untuk kamu makan, kamu jangan turun ranjang, tetap diam disitu, oke"


"Iya iya.. emangnya aku mau kemana.. emm.."


"Wait a minute.." Alex meninggalkan Fany untuk mengambil bubur yang tadi dia masak untuk istrinya itu dengan terburu - buru, Alex tidak mau membuat Fany menunggu terlalu lama.


Beberapa menit kemudian, Alex kembali membawa bubur yang masih hangat untuk istrinya, dan segera menyuapinya dengan sabar dan perlahan. Karena sesekali Fany kembali merasa mual, dan Alex tidak tega melihatnya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2