
Pagi mulai menyapa, gadis itu memulai aktivitas seperti biasa, bekerja seperti biasa sampai pulang lagi ke rumah pada sorenya. Langit mulai gelap, malam telah tiba.
“Hai.. sayang.. kamu siap-siap ya.. sebentar lagi aku jemput, dandan yang cantik, aku bawa mobil kok, hehehe…”
“Mau kemana? Mau kondangan?”
“kok kondangan sih?”
“kamu bilang dandan yang cantik..”
“ya sudah, terserah kamu saja.. sebentar lagi aku otw”
“ya..”
“ting tong.. ting tong…” bel rumah berbunyi Fay mengintip dari jendela, mengunci pintu rumah dan pagar setelah memastikan itu sam
“Wow… kamu cantik” Dia terpanah melihat gadis itu menggunakan dress dan high heels
“jangan melihatku seperti itu, aku malu”
“hahaha.. baik baik..” ( sam membukakan pintu mobil untuk gadisnya )
“kita mau kemana sih.. nanti juga kamu tau…”
“emmm…” (“ kok aku jadi deg-deg an ya.. mau kemana sih sebenernya ini?”)
“jangan lupa ya dengan janjimu, aku mau menagihnya malam ini”
“eee… itu itu…” (“mati aku.. aku lupa soal itu.. “)
“aku sudah mengabulkan permintaan mu, wanita itu sudah bekerja lagi kan hari ini? Apa dia berterima kasih padamu?”
“ah itu.. iya.. tadi dia menemuiku dikantin berterima kasih, kamu menyuruhnya?”
“aku tidak menyuruhnya, aku cuma bilang sepantasnya berterima kasih, begitu saja”
“hadehhh..”
“kok hadehhh?”
“gak papa kok”
Mobil masuk ke halaman sebuah rumah megah seperti istana.. berinterior putih dan emas.. Fay semakin bingung di buatnya. Mobil berhenti tepat di depan tangga pintu masuk rumah itu. Sam membukakan pintu mobil dan menggandeng tangan fay masuk ke dalam rumah. Gadis itu disambut beberapa pelayan rumah
“Selamat datang, nona… selamat datang nona” fay hanya menjawab dengan senyum kepada mereka
Dari jauh terlihat seorang anak perempuan berlari menghampiri dirinya, Fay teringat akan kejadian di mall beberapa minggu yang lalu.
"heee ee ee heee ee ee.." suara tangisan anak kecil terdengar begitu keras saat Fay sedang berjalan-jalan di mal
Terlihat dari jauh anak kecil itu menangis melihat sesuatu yang tercecer dibawah lantai
"Hai.. adik cantik.. kenapa kamu menangis?"
"Itu...." Menunjuk permen lolypop yang sudah terpecah belah dilantai
"Oo.. kamu menangis karena permenmu terjatuh ya?"
"He eh.."
"Sebentar kelihatannya aku juga punya permen yang seperti itu.. taaa raaa...(mengeluarkan permen lolypop berbentuk hati yang baru Fay beli dibawah tadi) ini untukmu.. jangan menangis lagi"
"Terima kasih Tante.." sambil menyeka air matanya
"Tapi.. kenapa kamu sendirian disini? Dimana orang tuamu?"
"Papaku sedang dibawah bertemu dengan teman bisnisnya, suster sedang ke kamar mandi?"
__ADS_1
"Oo.. begitu.. tapi sangat berbahaya anak kecil sendiri di mal sebesar ini.. "
"Tadi aku sedang bermain di arena bermain didalam.. tapi aku bosan"
"Emmm.. besok kamu tidak boleh seperti itu lagi ya.. ngomong-ngomong.. namamu siapa cantik?"
"Keiko.. nama Tante siapa?
"Nama Tante Fay.. senang berkenalan denganmu" mengulurkan tangannya dan disambut oleh anak itu
"Kamu umur berapa?"
"4 tahun" sambil memperlihatkan 4 jarinya
"Ooo.. Tante akan menemanimu sampai sustermu datang ya.."
"Oke.."
"Keiko...Keiko.."
"Disini bi... " Keiko memanggil susternya
"Lho kok kamu diluar.. tadi kan lagi diarena bermain? Ini siapa(menunjuk Fay)"
"Saya tadi kebetulan lewat, dan melihat Keiko menangis, katanya dia bosan maen didalam makanya menunggu bibi diluar.."
"Oo.. begitu ya non.. terima kasih ya non sudah nemenin Keiko.. perut saya tadi mules banget jadi ke toilet dulu"
"Iya gak papa bi.."
"Baiklah, karena suster sudah datang, Tante pergi dulu ya.. (mengelus kepala anak itu)daa daaa.."
Tak lama berselang, papa Keiko datang
"Halo anakku sayang... Kamu sudahan mainnya?kamu senang?"
"Tidak.. aku bosan.. papa besok-besok kalo papa mau cari mama baru, papa cari yang kayak Tante itu"
"Itu yang pakai baju biru.. papa kan tadi papasan sama dia"
"Yang rambut panjang.. pakai baju biru?"
"Iya.. benerr.. dia baik sekali.. gak kayak tante-tante yang suka datang ke rumah"
"Kenapa kamu bisa bilang dia baik?kan kamu tidak kenal dia.."
"Aku sudah kenalan sama dia, namanya tante Fay "
"Maaf tuan, jadi begini.. tadi saya ijin ke toilet saat nona kecil sedang bermain di arena bermain didalam, tapi ternyata dia keluar karena sudah bosan. Lalu permennya jatuh dan nona kecil menangis, nona yang tadi itu yang menenangkannya dan menemaninya selama saya masih di toilet. Maafkan saya tuan, karena tadi tiba-tiba perut saya mules".
"Oo begitu ceritanya.. yang penting Keiko baik-baik saja"
"Keiko sayang... Lain kali tidak boleh keluar sembarangan kalo sedang tidak ada yang menjagamu.. oke.. papa kan sudah bilang itu berbahaya, banyak orang jahat disekitar kita"
"Oke pa.."
"Baiklah, sekarang kita pulang karena sudah malam" sembari menggandeng tangan anak kesayangannya itu”
“Tante…..” anak kecil itu memeluk Fay dengan erat
“Kamu… keiko kan?” sambil membungkuk melihat wajah anak itu
“iya tante, aku kangen banget sama tante..”
“tante juga kangen sama kamu cantikk” mereka saling berpelukan
“aa.. kamu keponakan om ini ya?(menunjuk sam)”
__ADS_1
(semua orang diruangan itu tertawa)”itu papaku, tante…”
“hahhhh” fay terkejut dengan jawaban anak itu
“hahahaha… sudah sudah.. ayo masuk dulu, ngobrol di dalam” meletakkan tangannya dipunggung fay, membawanya masuk ke dalam rumah
“tante.. duduk sini.. (keiko menunjuk sofa di sebelahnya)” sam meninggalkan mereka sebentar
“aa iya..” masih kebingungan dengan situasi yang sedang dia hadapi ini
“tante sekarang kerja sama papa ya?”
“iya benar.. papa cerita ya?”
“iya.. papa janji sama aku, bakal bawa tante menemui aku..”
“oo.. begitu..” dia semakin bingung
“tante, apa hoby tante?”
“hoby tante.. apa ya… jalan-jalan sepertinya, hehe”
“kalo kamu apa?”
“aku suka menggambar”
“oo ya… tante bole liat gak gambaranmu?”
“boleh banget… ayooo.. (meraih tangan Fay) ke kamarku”
“Wahhh kamar kamu bagus sekali.. kamu suka princess ya?”
“iya.. mereka cantik-cantik”
“kamu juga cantik..”(mengelus kepala keiko)
“tante, lihat ini gambaranku yang terbaru..”
“wahhh.. bagus sekali… ini pasti gambar kamu dan papa mamamu ya?”
“Salah..(memberi tanda silang kepada fay)”
“oo.. jadi ini gambar siapa saja donk? Ceritain donk…”
“yang ini papa… yang ini aku.. yang ini tante…”
“tante…? Maksudnya tante fay?” (menunjuk ke dirinya)
“ya iyalah.. siapa lagi”
“hahahahaha” mereka tertawa bersama..
“Wah.. seru sekali ya kalian? Sedang cerita apa nih?” sam masuk ke kamar anaknya
“rahasia…” jawab keiko
“kamu sekarang gitu ya.. mau main rahasia-rahasiaan sama papa?” ngelitikin keiko
“hahahaha geli pa geli pa”
“sudah sudah… sekarang kita makan dulu yuk, sudah malam”
“iya pa, ayo tante…” menggandeng tangan fay keluar ke ruang makan
“iya.. ayoo..”
Makan malam itu terasa sangat berwarna, seakan sudah menjadi keluarga. Sambil sesekali meladeni keiko berbicara, fay menikmati makanan yang sudah tersaji malam itu. Setelah makan, mereka bercerita ringan tentang keiko ketika dia ditinggal dirumah hanya bersama dengan para pelayan dan suster yang menjaganya.
__ADS_1
Bersambung..
Para readers yang terhormat..mohon dukungannya untuk tulisanku.. maafkan apabila ada kesalahan kata, tanda baca dan sebagainya.. harap maklum.. Dukungan kalian amat sangat berarti untuk kami para author.. Terima kasih.. 🌹🌹🌹