
Dua Minggu sudah berlalu, sudah saatnya Fay memeriksakan kandungannya. Sam sangat bersemangat hari itu karena akan melihat perkembangan buah hatinya. Mereka sudah sampai di rumah sakit, seperti biasa Fay diperiksa tensi darah dan berat badan sebelum memasuki ruangan dokter. Sam sangat bahagia melihat tampilan gambar hasil USG di layar yang memperlihatkan janin yang masih terlihat sangat kecil membuat dia tidak sabar untuk menyaksikan perkembangan selanjutnya buah hati mereka.
Sejauh ini, perkembangan buah hati mereka sangat baik, Fay juga belum mengalami hal - hal yang tidak menyenangkan seperti yang pernah diceritakan dokter ataupun Bu Lanny. Fay belum merasakan mual atau muntah , dia juga tidak pernah meminta hal yang aneh - aneh kepada suaminya sejauh ini. Fay hanya merasa makannya bertambah banyak karena terus merasa lapar. Sam sangat bersyukur dengan keadaan itu sehingga Fay bisa menikmati masa kehamilannya.
Sudah dua Minggu ini, Fay sudah tidak bekerja di kantor. Dia menuruti semua perintah suaminya untuk kebaikan mereka bersama. Sam sangat menjaga istrinya dengan baik, Fay juga sangat bahagia dan bersyukur memiliki suami yang sangat perhatian dalam segala keadaan, tidak banyak menuntut, dan selalu berusaha membahagiakan nya walau terkadang usil dan membuat nya kesal. Setiap ada jadwal pemeriksaan kandungan, Sam fokus kepada istrinya memutuskan tidak ke kantor dan memilih untuk menemani istrinya seharian di rumah.
Seperti biasa di hari kerja, Alex dan istrinya masih tetap bekerja mengerjakan tugas yang sudah diberikan kepada mereka dengan penuh tanggung jawab. Kini di ruangan personalia sudah ada karyawan baru untuk menggantikan posisi Fay membantu pekerjaan Bu Lanny dan Fany. Hari berjalan begitu cepat, besok sudah weekend lagi, Fany sudah sangat ingin mengunjungi Fay dan Keiko, Alex pun sudah berjanji akan membawa nya menemui sahabatnya yang sekarang di rumah saja.
Terkadang Fany mulai merasa bosan, karena tidak ada teman ngerumpi di kantor. Sesekali mengobrol santai dengan Bu Lanny, tapi rasanya berbeda saat mengobrol dengan Fay sahabatnya, bisa lebih bebas dan terbuka dengan bahasa anak muda sekarang. Belakangan Fany suka merasakan sakit kepala dan pusing saat mendekati jam makan siang, namun dia menganggap sakit kepala biasa yang sebentar juga hilang. Fany kini lebih bersemangat saat sudah mendekati jam pulang kantor.
Keesokan harinya, fany bangun sangat pagi, karena terlalu bersemangat ingin bertemu sahabatnya hari ini. Alex dan Fany memasak bersama. Fany membantu mencuci sayuran sedangkan Alex yang akan memotong sayuran dan memasaknya. Saat Alex sedang mengiris bawang - bawangan, tiba - tiba Fany merasa mual dan segera beranjak ke kamar mandi.
"Uwek uwekk uwekkk" Fany merasa ingin muntah tapi tidak ada yang dimuntahkan nya
"Kamu kenapa sayang? Kamu sakit?" Alex mengikuti nya ke kamar mandi dan mengelus punggung Fany yang masih merasa mual
"Gak tau nih.. tadi aku gak kenapa - kenapa kok.. tiba - tiba aja mual"
"Emm.. ya sudah kamu tiduran dulu ya.. aku selesaikan masak dulu untuk kita sarapan.. takutnya kamu masuk angin"
__ADS_1
"Iya.." Fany keluar dari kamar mandi dituntun Alex ke sofa di ruang tv dekat ruang makan disitu.
Alex menyelesaikan dengan segera masakannya agar mereka dapat segera mengisi perut mereka yang masih kosong pagi itu. Beberapa menit kemudian, Alex sudah menghidangkan makanan sederhana, spagety bolognese untuk sarapan pagi mereka. Alex yang melihat Fany kelihatan agak pucat membawakan makanan dan minum mereka ke meja di depan sofa di tempat Fany sedang berbaring.
"Ayo kita makan dulu.."
"Iya sayang.. makasih ya.."
"Makan pelan - pelan, apa mau aku suapin?"
"Nggak ah.. aku bisa kok"
"Emm.. aku kayaknya gak sanggup habisin makanan ini, aku agak mual"
"Iya gak papa.. sini biar aku yang habiskan" mengambil piring Fany dan langsung menyeruput spagety yang masih tersisa
"Maaf ya.. aku gak habis makannya "
"Haha.. nggak papa sayang.. santai aja oke.." mengelus kepala istrinya yang terlihat lemas
__ADS_1
"Aku bingung bisa tiba - tiba begini"
"Sudah gak papa, palingan masuk angin.. habis ini kamu tidur ya.. kamu istirahat dulu"
"Jiahh... Kan mau ke rumah Fay hari ini"
"Kamu nya lagi begini, gimana mau pergi.. besok kan bisa.."
"Emm.. iya deh.. tapi aku sudah janji sama Fay.. "
"Nanti aku yang ngomong ke Sam.. kamu harus nurut ya sama aku.. demi kebaikan kamu, aku janji kalau kamu sudah sehat, kemana pun kamu mau pergi, pasti aku setuju.. oke.."
"Iya deh.. aku nurut sama kamu.."
"Nahh.. gitu.. kamu tunggu disini dulu.. aku mau beresin dapur sebentar"
"Iya.." Alex meninggalkan Fany sebentar untuk membersihkan dapur yang masih berantakan sisa memasak tadi.
Beberapa menit kemudian, Alex sudah selesai membersihkan dapurnya. Dia segera menghampiri istrinya di sofa depan tv yang ternyata sudah tertidur. Alex segera mematikan tv yang masih menyala dan menggendong Fany di depan badannya, membawa istri nya yang terlihat sedang lemas itu ke kamar mereka di lantai atas dan membaringkannya.
__ADS_1
Bersambung...