
Jam makan siang telah tiba, para karyawan bersiap – siap menuju ke kantin, tak jarang ada beberapa yang memilih makan diluar. Sam dan alex siang ini tidak ikut makan bersama istri dan kekasih mereka karena ada janji bertemu dengan klien.
“ayo kita ke kantin, hari ini ibu lapar sekali rasanya..”
“iya bu.. ayo..” jawab fay yang diikuti dengan fany, mereka pergi ke kantin untuk makan bersama
Mereka mengikuti antrian prasmanan makanan yang hendak mereka santap untuk makan siang ini. Setelah mendapatkan makanan mereka, mereka memilih tempat yang masih kosong untuk mereka duduki, mereka mulai menghabiskan makanan mereka perlahan sampai bersih tidak tersisa, setelahnya mereka mengobrol santai membicarakan hal – hal yang sedang trending sekarang. Bu lanny berkali – kali memperhatikan jari fany yang sedang memegang gelas minumannya, ada rasa penasaran yang ingin dia tanyakan, dan pada akhirnya bu lanny bertanya juga meski ragu
“fan.. bagaimana hubungan mu dengan Pak direktur?”
“eh ibu.. ngagetin aja.. kok tumben nanya kayak gitu bu?”
“penasaran aja gitu loo.. hehehe.. sudah di lamar belum?” fay dan fany saling menatap mendengar pertanyaan bu lanny yang sangat to the point
“ee.. itu.. iya bu, sudah..” fany tampak ragu tapi tetap menjawab karena dia percaya kepada bu lanny
“jadi bener kamu sudah di lamar?”
“iya bu.. hehe..”
“kamu orang ini ya.. diam – diam cepat juga geraknya”
“gerak gimana bu maksudnya?”
“gerak hubungan kalian loo.. emang gerak apa lagi?”
“haha.. iya bu.. “
“berarti sebentar lagi menyusul fay donk nih.. kapan dia ngelamar kamu, fany?”
“tadi malam bu..”
“wah… anak itu luar biasa juga ya.. siang kasih surprise bunga.. malam di lamar, romantis juga tuh orang ya..” fay dan fany saling menatap dan tertawa, karena hanya mereka berdua yang mengerti kejadian sebenarnya
“iya bu… romantis banget ya..” fay berceloteh mengikuti bu lanny
“emang suami kamu nggak romantis gitu fay?” tanya bu lanny kepada fay yang masih membayangkan keusilan suaminya kemarin
“eh… ee.. romantis kok bu, hihihi..”
__ADS_1
“hahaha.. setau saya ya, alex itu biasanya gak seberani itu sama wanita”
“masa sih bu? Tapi dia suka gombal itu bu.. gombalin bu lanny juga..”
“hahaha.. itu kan cara dia menutupi supaya tidak terlihat grogi di depan wanita”
“oo gitu ya bu..”
“menurut saya sih gitu.. kita kembali ke ruangan dulu yuk.. “
“iya bu..” jawab fay dan fany kompak
Di lain tempat, sam dan alex yang baru saja selesai bertemu dengan klien, mereka langsung menancap gas ke sebuah restoran baru yang sebelumnya belum pernah mereka datangi, rekomendasi dari salah satu teman mereka yang katanya makanan nya enak – enak. Sembari menunggu makanan yang sudah mereka pesan, mereka mengobrol santai menceritakan pasangan mereka masing – masing.
“oo iya.. aku penasaran soal kemarin, bagaimana cara kamu bisa membujuk fany, supaya berbaikan sama aku bro?” alex bertanya kepada sam perihal kesalahpahaman kemarin antara dia dan fany yang sesungguhnya alex pun tidak tahu kalau semua itu karena ulah sahabat yang sedang duduk di depannya sekarang.
“emmm.. itu.. istri ku yang aku mintai tolong, supaya membujuk fany”
“Gimana bujuknya gitu?”
“ihh mana aku tau, aku cuma nganterin istriku ke rumah fany, mereka ngobrol di dalam, sedangkan aku nunngu di ruang tamu sendirian”
“oo.. kamu ke rumahnya fany, fany nanya – nanya donk”
“iya sih bro.. bilangin makasih ya sama istrimu..”
“iya.. jadi kapan nih hari H nya?”
“hahaha.. enaknya kapan bro?”
“yang mau nikah, kamu apa aku sih?”
“zzz.. ya aku lah.. akan aku nanya pendapat kamu”
“secepatnya lah..”
“bulan depan gimana?”
“hahaha… buktikan coba! Jangan banyak omong”
__ADS_1
“aku serius loh bro.. ya sudah nanti malam aku mau ngomongin ini lagi sama fany”
“aku tunggu ya, bulan depan.. haha.. ya sudah, kita makan dulu, makanan kita sudah datang”
Obrolan mereka terhenti saat hidangan sudah tersaji memenuhi meja mereka, tidak menunggu waktu lama, mereka langsung menyantap hingga habis makanan yang tersaji di setiap piring dan mangkok di depan mereka. Setelah menyelesaikan pembayaran, mereka masuk ke dalam mobil, dan bergegas kembali ke kantor. Di sepanjang perjalanan, alex yang mengemudikan mobil sam, mengajak ngobrol sahabatnya seputar pernikahan
“bro.. gimana rasanya menikah?”
“rasanya nano nano… hahahaha..”
“serius lah bro..”
“aku juga serius lah.. kadang asam.. kadang manis.. kadang asin.. hidup mana ada bro yang manis doank”
“iya sih bro.. maksudku apa kamu masih merasa bebas dengan status suami itu?”
“ya itu sih sudah resiko bro.. namanya kamu mau menikah.. sedikit banyak kebebasan gak seperti saat kita masih sendiri, kita pasti ada melibatkan istri kita, kok kamu tanya gitu, tumben?”
“ada teman aku yang beberapa sudah bercerai, kata mereka, mereka terkekang, istrinya banyak ngatur ini dan itu”
“oo.. ya itu sih, kitanya aja yang tau diri bro, sudah punya istri, masa istri ditinggal dirumah, kitanya keluyuran sendiri, belum kalau kita sudah punya anak, kasihan lah bro, sama yang di rumah, lagian nurut aku sih, jalan sama istri dan anak lebih menyenangkan, nurut aku looh yaa..”
“hahaha.. iya bro, aku ngerti..”
“nanti kalau kamu sudah nikah, baru ngerti, sekarang mah kamu belum nikah, gimana mau ngerti.. hadeh”
“hahaha.. siap bos…”
Mereka terus berbincang satu sama lain, bertukar pikiran dan meminta pendapat sebagai sahabat terdekat. Tak berapa lama, mereka sampai di kantor, dan masuk ke ruangan masing – masing, tadinya mereka mau menggoda di ruangan personalia namun mengingat bu lanny yang suka marah – marah pada mereka, mereka mengurungkan niatnya, apalagi disaat jam kerja seperti ini, sama saja sedang mencari masalah dengan kepala personalia itu.
“bro, berkas tadi, coba kamu periksa lagi ya, sudah lengkap semua belum, menurut aku, pembagian keuntungan yang mereka tawarkan cukup menarik, dan tidak ada salahnya dicoba”
“betul bro.. menurut aku juga gitu.. ya sudah, aku masuk dulu.. “
“ok sip..”
Alex masuk ke ruangan nya, dan kembali bekerja memeriksa semua dokumen yang sangat penting bagi perusahaan mereka. Begitu juga dengan sam kembali ke ruangan nya dan mulai menyelesaikan pekerjaan nya, menandatangani berkas – berkas yang sudah menumpuk di meja kerjanya di setiap hari.
Hari yang sangat melelahkan bagi sam dan alex, namun mereka bisa tetap bersemangat karena orang yang mereka kasihi juga ada di kantor itu.
__ADS_1
Hari mulai petang, para karyawan mulai merapikan meja dan mematikan komputer mereka, bersiap untuk pulang ke rumah, beristirahat, menghilangkan lelah dan berjumpa dengan keluarga yang mereka kasihi. Begitu juga dengan sam dan fay bergegas pulang ke rumah menemui keiko, putri mereka. Alex mengantarkan fany, pulang ke rumahnya terlebih dahulu, setelahnya baru dia akan pulang ke rumahnya.
Bersambung…