Cintaku Nyangkut Ke Duren

Cintaku Nyangkut Ke Duren
Di Terima


__ADS_3

Sesampainya di rumah, sam menelepon alex, dan menyuruh sahabatnya itu untuk kembali menghubungi kekasihnya. Di lain tempat, fany melihat ponselnya yang sedari tadi dia pulang ke rumah, dihubungi oleh alex, sudah ada 50an panggilan tidak terjawab dari alex. Fany masih menatap layar ponselnya, berharap alex akan menghubunginya lagi, karena fany juga merasa bersalah sudah kasar kepadanya tadi sore. Tak lama kemudian, ponsel fany berbunyi, alex meneleponnya kembali


“kring kring kring…”


“hallo..”


“iya..” jawab fany mengangkat telepon alex


“kamu lagi apa?”


“lagi tiduran, kamu?”


“lagi tiduran juga, kamu sudah makan?”


“belum”


“kok belum? Ini kan sudah malam.. kamu sudah makan?”


“belum juga sih.. hehe..”


“emm.. kamu juga belum makan, kenapa?”


“ee… ee.. maafin aku ya..”


“iya.. maafin aku juga ya”


“hahh.. kamu beneran sudah maafin aku?”


“emm.. kamu gak mau aku maafin gitu?”


“ehh nggak nggak.. aku senang kamu sudah maafin aku”


“haha... “


“aku boleh kesana gak?”


“mau ngapain?”


“mau cari makan, di rumah kamu kan banyak tukang makanan lewat”


“emm… dasar.. “


“jadi, boleh ya aku ke rumah kamu?”


“ya sudah, tapi jangan pulang malam – malam, takut diomongin orang”


“iya… aku kesana sekarang ya”


“iya, hati – hati..”


Alex kembali ceria, dia lekas mandi dan berganti pakaian, lalu pergi menuju ke rumah kekasihnya itu. Tidak lupa dia membawa kue tart seperti rencana semula. Beberapa menit kemudian, alex sampai di rumah fany


“aku sudah di depan” alex mengirim pesan kepada fany, fany keluar dari rumahnya, dan membukakan pintu kekasihnya


“hai..”


“hai juga.. kamu bawa apa?”


“oo.. ini untuk kamu, yang manis seperti kue tart ini” memberikan kue tart ditangannya kepada fany


“haha.. terima kasih.. ayo masuk..” menerima pemberian alex


“iya…”


“duduklah.. kamu mau aku potong kue nya sekarang?”


“iya, boleh..”

__ADS_1


“sebentar aku ambil piring dulu.. “


“iya..”


“ini dia piringnya, mari kita potong kuenya.. serasa ulang tahun deh..”


“hehehe.. ngomong – ngomong.. mata kamu bengkak.. kamu habis nangis?”


“mata kamu juga bengkak..”


“masa sih.. mungkin karena aku baru bangun tidur..”


“bisaan aja kamu..” sembari mulai memotong kuenya


“bisa gak? Sini aku yang potongin..”


“bisa kok.. masa potong ginian aja gak bisa.. “


“ya sudah..”


“nah.. ini untuk kamu.. emang kenyang makan kue ginian?”


“nggak sih.. habis ini kita keluar saja ya cari makan.. “


“kenapa ga bilang dari tadi.. hadeh… ngomong – ngomong ini kue nya kok aneh sih.. tengahnya kok kayak ada sesuatu”


“masa sih.. coba gih potong yang bener”


“iya serius.. ada kotak gitu,,”


“coba kamu keluarin, bisa gak?”


“ihh jangan – jangan isinya bom.. kamu beli dimana sih kue ini?”


“emm.. kabanyakan nonton film kamu, coba keluarin dulu itu yang ada di dalam”


“iya iya.. sebentar… eh… ini kan… ”


“ee.. ini kamu sengaja ya?” sembari melihat alex membuka kotak cincin itu


“Will you marry me?” alex bersimpuh di depan fany, sembari memegang cincin dan menyodorkannya


“hahaha.. kamu lagi bercanda ya sama aku?”


“aku serius sayang.. aku mau kita menikah, aku harap kamu mau menerimaku”


“eemmm… iya.. aku mau… “ sedikit berpikir dan malu akhirnya fany mengangguk dan mengiyakan pertanyaan kekasihnya, alex berdiri dan memasangkan cincin di jari manis fany.. serta mencium kening calon istrinya itu


“thank you sayang…”


“sama – sama…”


“krukkk krukkk krukkk…”


“hahaha… kelihatan perut kita sudah kompakan laparnya, ayo kita cari makan di luar”


“iya.. aku ganti baju sebentar”


“iya, perlu aku bantu gak?”


“hahh? Apaa??”


“oo. Nggak kok.. anginnya kencang bener malam ini..”


“emmm…”


“hehehe…” (“tatapan yang mematikan.. uhh.. serammm…”)

__ADS_1


Setelah fany Selesai berganti pakaian, mereka langsung keluar untuk mencari makan malam itu. tujuan mereka sampai pada sebuah warung makan lesehan di pinggir jalan, langganan alex waktu masih kuliah dulu. Fany terlihat sangat bahagia karena alex tidak seperti yang dia pikirkan sebelumnya.


Di lain tempat, pasangan suami istri sam dan fay masih dalam kondisi jauh dari kata mesra. Sam berusaha membujuk fay, agar melupakan perbuatan nya tadi, dan memaafkannya. Sedari mereka kembali ke rumah, fay bergegas masuk ke kamar, membersihkan diri dan berganti pakaian , membaringkan diri di ranjang sambil memikirkan kembali perbuatan konyol suaminya itu.


“ehem ehem… kamu sudah mau tidur?”


“hemm..”


“kamu masih marah ya sama aku?”


“huft…”


“kan tadi aku sudah minta maaf sayang… sudah beres juga kan masalah nya, jangan gitu donk.. aku gak bisa di giniin yang..” sembari menggoyang goyangkan tangan istrinya yang sedang berbaring disampingnya


“sudah ah.. aku ngantuk.. aku lagi males ngomong sama kamu”


“lhoo kok.. jadi kamu yang marah sama aku sih sekarang”


“emm.. kamu ga merasa bersalah ya?”


“merasa bersalah lah.. makanya cepat – cepat aku bereskan.. aku juga gak mau buat sahabat aku sedih lah yang”


“bagus lah kalau sadar.. aku perlu waktu dulu untuk tenang.. jangan ganggu aku dulu, oke”


“alamak.. gak dapat jatah donk aku, jangan lama – lama yang marahnya.. sak gak kasihan sama aku” fay masih tidak menggubris suaminya yang masih saja tidak berhenti berceloteh.


“emmm kok diam aja sih yang..?” sambil melihat ke wajah istrinya yang ternyata sudah tertidur


“jiahh dia sudah tidur ternyata... jadi dari tadi aku ngomong sendiri..” menepok jidat nya perlahan


Alex dan fany baru saja selesai menghabiskan makan malam mereka. Setelah itu, alex kembali mengantar fany pulang ke rumahnya, karena malam sudah cukup larut.


“kalau sedang berdua, waktu berjalan begitu cepat ya..” ucapa alex sesampai nya mereka di rumah fany


“biasa aja ah.. karena tadi kamu datang juga sudah malam..”


“hehe… aku kan lagi bikin suasana jadi romantis yang.. hadehhh.. ya sudah, kamu masuk gih ke dalam, anginnya kencang, nanti kalau sudah sampai rumah, aku hubungi kamu”


“iya, oke.. hati – hati ya..”


“iya.. I love you..”


“love you too.. daa…” fany melambaikan tangannya kepada alex dan segera masuk ke dalam rumah, alex meninggalkan rumah fany dan pulang ke rumahnya .


Sesampainya di rumah, alex membersihkan diri dan berganti pakaian dan kemudian baru menghubungi fany calon istrinya itu.


“tut tut tut tut…”


“iya hallo..”


“hallo sayang.. aku sudah sampai rumah..”


“iya.. kamu pasti lelah ya hari ini, terima kasih ya atas kejutannya, kapan kamu siapkan kue itu?”


“tadi sore, baru aku ambil kuenya, aku simpan di ruang kerja, rencanya, mau ngelamar kamu di rumah ini.. eh.. malah kacau.. hahaha..”


“haha.. maaf ya, tadi sore aku…”


“sudah sudah.. kita lupakan saja tentang kekacauan hari ini, tidak usah dibahas lagi ya.. ingat saja momen penting malam ini, oke..”


“ahh iya.. “


“ya sudah, kita tidur dulu aja yuk.. kamu juga pasti capek sekali” (“aku tau kamu menangis karena aku, aku janji tidak akan buat kamu menangis lagi” alex bergumam dalam hati)


“iya.. selamat tidur sayang.. selamat malam..”


“selamat tidur juga sayangku.. I Love You..”

__ADS_1


“love you too.. bye..” mematikan telepon mereka, dan bergegas tidur


Bersambung…


__ADS_2