Cintaku Nyangkut Ke Duren

Cintaku Nyangkut Ke Duren
Hari H


__ADS_3

Sudah sebulan ini alex dan fany sibuk mempersiapkan pernikahan mereka, mulai dari memilih cincin kawin,bridal beserta gaun dan jas pengantin, kartu undangan dan souvenir, serta menyewa tempat untuk diadakan acara sederhana yang hanya akan di hadiri oleh beberapa kerabat dan teman dekat. Fany selalu mengiyakan pilihan alex sampai – sampai alex bingung sendiri, karena seperti yang teman – temannya cerita akan banyak perselisihan saat mempersiapkan pernikahan.


Alex dan fany sudah meminta bantuan kepada sam dan fay agar bisa menjadi wali fany menggantikan ayah ibunya saat nanti akan diadakan pemberkatan pernikahan. Semua sudah direncanakan dengan baik dan persiapan sudah mencapai 95% sampai pada hari H, esok hari.


Hari pernikahan alex dan fany pun tiba, mereka tampak serasi cantik dan tampan sebagai pasangan pengantin. Pengantin pria memasuki ruangan tempat di adakan nya acara pernikahan itu terlebih dahulu, diikuti oleh pengantin wanita yang di dampingi oleh sahabat baiknya, melangkah menuju pengantin pria di altar dengan seorang pendeta di belakangnya.


“ Saya Alexander Stefanus menerima kamu Tifany Katarina sebagai istri saya, dalam keadaan sehat dan sakit , dalam keadaan senang dan susah, saya berjanji akan menghormati dan mencintai kamu seumur hidup saya”


“ Saya Tifany Katarina menerima kamu Alexander Stefanus sebagai suami saya, dalam keadaan sehat dan sakit , dalam keadaan senang dan susah, saya berjanji akan menghormati dan mencintai kamu seumur hidup saya”


Cincin dipasangkan ke jari manis pasangan masing – masing, dengan kecupan manis oleh alex ke kening fany yang kini sudah sah menjadi istrinya. Suara tepuk tangan ramai menyambut pasangan suami istri baru itu di iringi musik melow nan romantis.


“romantiss… nya… “ ucap fay yang sedang berdiri bertepuk tangan melihat mereka diatas sana


“memangnya aku kurang romantis ya?” tanya sam yang berdiri disamping istrinya sekarang


“hihihi… iya iya romantis..”


“emm… jangan muji cowok lain romantis gitu ah, aku cemburu nih”


“haha.. itu kan sahabatmu sendiri”


“walaupun..”


“iya iya.. suamiku yang teromantis di dunia seantero jagat raya..”


“gak gitu juga..”


“ahh.. aku lapar, aku mau ambil makanan dulu..” melihat para undangan sudah kembali duduk dan bahkan banyak yang sudah mengambil makanan


“eh eh.. aku ngomong belum selesai sayang..”


“nanti aja ngomongnya, sekarang makan dulu.. ayoo..” fay menarik tangan sam menuju prasmanan makanan


Setelah mengambil makanan, mereka kembali ke tempat duduk mereka, sambil menyuap makanan, fay memandang ke arah pasangan pengantin baru yang tak berhenti tersenyum bersenda gurau di atas sana.


“kamu melihat apa sih? Lihat makananmu saja”


“lihat mereka, mereka sangat bahagia sekali ya..”


“pastilah sayang.. kamu waktu baru nikah sama aku emang gak bahagia?”


“ehh.. ya.. bahagia lah..”


“nah… sama kan..”

__ADS_1


“ngomong – ngomong fany, masih boleh bekerja gak ya setelah ini?”


“mana aku tau lah sayang.. kenapa nanya gitu?”


“dulu kamu kan gak bolehin aku kerja”


“emm ehemm ehemm.. kan berikutnya kamu kerja lagi”


“iya sih..”


Mereka menghabiskan makanan mereka. Para tamu satu persatu sudah berpamitan dan meninggalkan ruangan itu. setelah ruangan itu sudah mulai kosong oleh para tamu undangan, barulah alex dan fany turun menghampiri sam dan fay


“thank you brother..” alex memeluk sam yang sudah seperti keluarga nya sendiri


“itu bukan apa – apa.. selamat brother.. be a good husband for her, oke”


“pasti bro.. thank you juga ya fay..”


“thank you fay dan Pak sam..”


“sama – sama.. selamat ya.. akhirnya kalian sah.. hahaha..” fay memberi selamat kepada pengantin baru itu


“just call me Sam, fan..” ucap sam kepada fany, yang agak aneh dipanggil Pak oleh istri sahabatnya


“hahaha...” mereka semua tertawa melihat fany yang tidak biasa memanggil nama sam


Setelah pesta berakhir, sam kembali bersama fay pulang ke rumah mereka, begitu juga dengan pengantin baru, alex memboyong fany pulang ke rumahnya dengan status barunya sebagai istri.


“wellcome my wife..”


“haha.. lebay ahh.. aku kan sudah pernah tinggal disini”


“iya juga sih.. tapi kali ini, kamu tidak tidur di kamar itu” menunjuk kamr yang dulu ditempati fany


“iya aku tau, aku tidur di kamar kamu kan..”


“ya iyalah.. masa iya donk, duren aja di belah bukan di bedong..”


“hahahaha… aku mau mandi dulu.. koper aku kamu simpan dimana?”


“di kamar kita lah di atas”


“oo.. ya sudah, aku ke atas ya.. aku belum pernah sih ke atas..”


“ayo.. aku temenin.. ada yang mau aku bantuin gak?” menggandeng fany yang masih mengenakan gaunnya naik ke kamar atas

__ADS_1


“belum tau..”


“ayo masuk…” mereka sampai di depan pintu kamar yang di buka alex


“oo.. ini kamarmu..?”


“kamar kita sayang.. bukan kamarku..”


“ahh iya… kamar kita.. hahaha.. ya sudah, kamu keluar dulu gih sana..”


“hahhh?? Kenapa?”


“aku mau ganti pakaian ini loo..” menunjuk gaun pengantin yang masih melekat di tubuhnya


“ya ganti aja kenapa, kan aku sudah jadi suami kamu”


“emm.. ya sudah.. aku ganti di kamar bawah aja deh..” fany hendak keluar sudah menuju ke pintu


“eh.. ya sudah.. aku aja yang keluar” alex menarik tangan fany yang sudah memegang pegangan pintu, dan memilih untuk keluar kamar supaya fany lebih leluasa


“hihihi.. makasih…” fany mengunci pintu setelah alex keluar dari kamar itu meninggalkan nya sendiri di kamar


Setelah beberapa saat, fany sudah berhasil melepaskan gaun pengantinnya, serta membersihkan riasan di wajahnya. Dia bergegas membersihkan diri dan berganti pakaian tidur. Alex memilih mandi di kamar mandi bawah sambil menunggu fany membuka pintu kamar mereka kembali.


Menunggu cukup lama, pintu masih juga terkunci, akhirnya alex memberanikan mengetuk pintu berkali – kali dan memanggil istrinya. Pintu akhirnya terbuka, dan melihat fany yang sepertinya baru bangun tidur.


“kamu sudah selesai mandi?” tanya alex kepada fany yang masih menguap


“sudah dari tadi, aku ngantuk banget, kamu sudah mandi?”


“aku sudah mandi di bawah, tapi aku belum pakai baju dari tadi, untung ada handuk kimono ini kan, dari tadi aku nunggu kamu buka pintu tau gak? Kamu ketiduran ya?”


“ehh.. iya sayang.. aku ketiduran.. maaf ya… hihihi”


“ya ampun… ya sudah, kamu tidur lagi saja..”


“iya sayang.. terima kasih, kamu juga ya.. istirahat gih, pasti capek kan seharian, aku tidur ya..”


“iya..” (“harusnya kan ini malam pertama kita.. tapi ya sudahlah kasian juga dia kelihatan lelah”) sambil mengambil dan mengenakan pakaian tidurnya


Kini alex duduk di ranjang menatap istri yang baru saja dia nikahi, tertidur dengan sangat pulas, sambil merapikan beberapa rambut yang menutupi wajah wanitanya itu.


“I LOVE YOU” mengecup kening istrinya yang sudah tertidur lelap, alex pun ikut tertidur pada akhirnya.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2