
Alex dan fany kini sudah berada di kamar mereka, fany merasa kebingungan karena alex mengunci pintu kamar mereka, padahal mereka belum mau tidur, fany mulai membayangkan hal – hal yang terjadi saat malam pertama pengantin baru, membuat jantungnya seperti mau copot, terlebih saat alex mulai mendekati dirinya yang sedang duduk di ranjang pengantin mereka.
“kok pintunya dikunci?”
“terus.. kamu mau aku buka pintu aja gitu?” alex mendekatkan wajahnya ke fany, fany yang reflek menjauhkan wajahnya ke belakang hingga akhirnya fany terbaring, dan kini wajah alex berada di atas wajahnya
“kamu mau ngapain sih, bikin aku deg – deg an nih jantungku mau copot”
“hahaha.. aduhh.. sumpah kamu polos banget sayang..” alex yang kembali terduduk sambil tertawa geli di samping fany yang terbaring, fany akhirnya bangun dan duduk kembali di samping alex
“kok ketawa gitu sih hepi banget” sambil memukul lengan alex
Alex memandang wajah istrinya yang masih terlihat lucu baginya, istrinya hanya menunduk malu. Alex memutar posisi duduknya, kini mereka saling berhadapan, alex menaikkan dagu istrinya, menyentuh pipi nya dan mulai mencium bibir wanita di depannya itu. Fany yang baru pertama kali merasakan ciuman, merasa jantungnya terasa sedang mengikuti lomba marathon, dia tidak mengerti apa yang dilakukan suaminya, dia hanya pasrah menerima bibir alex yang terus menghujani cumbuan – cumbuan mesra tapi dia menikmatinya.
Alex menghentikan aksinya itu sejenak, dan memperhatikan wajah istrinya yang menunduk malu, dan merah seperti kepiting rebus, membuat alex ingin kembali tertawa, tapi alex tahan, agar istrinya tidak bertambah malu, karena perjuangan romantisme ini baru akan dimulai. Alex membuka bajunya di depan fany, membuat fany menelan salivanya dan membuatnya semakin gugup, tapi tidak berani bertanya, apa lagi yang suaminya itu mau lakukan.
“kamu takut ya?”
“ee.. enggak kok..”
“kok kayak gimana gitu mukanya.. merah lagi kayak kepiting rebus” sambil mengelus pipi fany
“masa sih? Aku biasa aja ah.. cuma rasanya pipiku agak panas”
“hahaha.. ya sudah, aku lanjutkan boleh?”
“lanjut ngapain?”
“nanti juga kamu tau.. seloww sayang… jangan gugup gitu ah.. aku jadi grogi juga nih..”
“hihihi… namanya juga baru pertama, aku gugup lah”
“haha.. ya sudah tutup aja mata kamu oke..”
“oke..” fany langsung menutup matanya mengikuti perintah alex, membuat alex ingin tertawa melihat kepolosan istrinya itu
Tanpa membuang waktu alex mulai membuka baju fany membuat fany kembali membuka matanya menurut saja apa yang dilakukan suaminya, fany yang memakai kaos dan celana pendek sepaha,kini hanya tinggal berbalut dalaman, alex membaringkan tubuh fany, dan kembali menciumnya perlahan membuat stempel hak milik alex seorang, membuat fany merasakan geli sesekali fany tidak tahan hingga membuat dia tertawa geli dengan apa yang dilakukan suaminya.
“kamu ngapain sih, aku geli tau..”
__ADS_1
“sudah kamu diam saja, nanti juga enak..”
“emm.. masa sih” alex ingin tertawa mendengarkan setiap jawaban istrinya itu tapi kembali berkonsentrasi melakukan aksinya, kini alex dan fany sudah tidak berbalut sehelai benangpun, membuat wajah fany, semakin panas memerah, melihat tubuh polos suaminya yang kini berada di atasnya.
Untuk pertama kalinya, alex melakukan aksi penyatuan ini kepada istrinya sekarang, membuat dia sedikit merasa kesakitan begitu juga dengan fany yang merasa sakit hingga meminta alex untuk berhenti, tapi karena alex merasa sedikit penasaran, alex mencoba tidak menghiraukan permintaan fany, sembari mencumbu wanitanya agar tidak merasakan sakit yang terlalu. Perlahan lahan, alex sudah terbiasa dan menikmati permainan ini, begitu juga fany, yang kini secara tidak sadar mengeluarkan suara - suara kecil yang membuat alex tersenyum bahagia.
Beberapa waktu kemudian, alex melakukan pelepasan dan menghentikan permainan panas mereka di siang hari itu. Alex dan fany yang baru pertama kali nya melakukan hal ini, sama – sama merasa malu, tapi kelihatan sangat menikmati. Selanjutnya alex menggendong fany, masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuh mereka yang basah karena keringat.
Setelah membersihkan tubuh mereka, mereka kembali berpakaian dan merapikan ranjang mereka. Fany melihat bercak darah pada sprei putih ranjang mereka dan mengira kalau dia sedang datang bulan lagi.
“kok aku haid lagi ya? Padahal baru selesai minggu lalu deh”
“hahahaha..” alex tertawa mendengar celotehan istrinya
“coba gih, kamu lihat lagi, masih haid gak?” padahal alex sudah tau kalau itu bukan darah haid, melainkan darah virgin nya
“iya, coba aku periksa dulu..” fany bergegas berjalan ke kamar mandi meski masih terasa sakit di bawah sana
“gimana? Beneran haid?” melihat fany yang baru saja keluar dari kamar mandi
“nggak looh.. aku nggak haid.. tapi kok ada darah ya..” sembari kembali merapikan ranjang, dan mengganti sprei yang terkena noda darah
“emm.. oo.. iya iya.. aku pernah dengar fay pernah cerita… eh..” Fany keceplosan Fay pernah cerita soal pengalaman malam pertamanya.
“cerita apa sayang?” mendekatkan wajahnya kepada fany
“ah… nggak nggak papa.. rahasia wanita.. ssstttt” menutup bibirnya dengan jari telunjuknya
“ah.. gak seruu..”
“ngomong – ngomong kamu sudah berapa kali melakukan yang tadi?”
“yang mana? Tadi kan banyak yang kita lakuin” mengedip – ngedipkan mata kepada fany yang sudah duduk bersandar di ranjang kembali
“ya semuanya lah pokoknya”
“Cuma sama kamulah sayang.. ini pertama kalinya buat aku.. buat kamu juga kan?”
“masa sih?”
__ADS_1
“emang aku kelihatan sudah profesional ya?”
“emm… terus kalau sama pacar kamu yang lain gimana?”
“ihh kamu kepo ya.. baru ini kamu kepo tentang aku”
“gak boleh ya?”
“boleh boleh.. kan sudah jadi istri.. apapun juga boleh.. “ mengelus kepala fany
“jadi sudah ngapain sama mantan – mantan kamu?”
“Cuma sampai kissing aja sayang.. yang pertama kali tadi aku praktekin ke kamu, eh.. tapi biasanya mereka duluan yang nyosor, aku gak pernah minta looh.. “
“ihh masa sih.. masa ceweknya berani gitu?”
“kamu nya aja yang terlalu polos, langkah nih yang kayak kamu gini, jadi tambah cinta sama kamu”
“ahh.. dasar gombal.. awas aja kalau kamu godain cewek lain”
“wah.. sekarang sudah berani ngancam aku nih.. ada kemajuan lah, kan selama ini cuek banget”
“emmm… “
“ngomong – ngomong, masih sakit ya itu?” menunjuk ke bagian tubuh fany
“iya.. perih banget.. tadi padahal aku minta kamu berhenti, tapi kamu malah tambah jadi, sudahlah aku pasrah”
“hahahaha.. tapi kamu tadi kelihatannya menikmati tuh”
“kelihatannya dari mana?”
“aku bingung ah jelasinnya, gimana kalau nanti malam kita ulang lagi ya, biar kamu bisa ngerti jawaban dari pertanyaan kamu tadi, oke?”
“ihh nggak ahh, aku masih sakit..” fany langsung bergegas pergi menuju pintu hendak keluar
“lha.. kok malah kabur.. yang.. yang.. mau kemana yang?” sembari mengejar fany yang keluar dari kamar mereka
Bersambung..
__ADS_1