
Weekend ini seharusnya menjadi weekend yang menyenangkan untuk Fany, karena seharusnya hari ini dia akan berjumpa dengan sahabatnya Fay namun karena kondisi badan nya yang tidak mendukung keinginan nya, Alex tidak membatalkan janjinya untuk pergi ke rumah Sam dan berjanji mengajak istri nya pergi saat dia sudah sehat nanti.
Setelah melihat Fany tertidur sangat pulas, Alex mengambil ponselnya, keluar dari kamar dan menghubungi sahabatnya, Sam untuk memberitahu perihal Alex yang batal datang ke rumah nya karena kondisi Fany yang tiba - tiba ngedrop.
"Tut Tut Tut Tut.. " Alex menghubungi ponsel Sam
"Hallo brother... Jam berapa kamu mau kesini?" Suara Sam menjawab telepon Alex terdengar
"Sorry bro.. aku gak jadi kesana nih.. "
"Kenapa bro?"
"Istriku tiba - tiba tidak enak badan, dia mual dan muntah - muntah.. mungkin dia masuk angin bro, jadi next time aja deh aku kesana nya ya.."
"Dari kapan bro? Jangan - jangan istri mu hamil bro"
"Baru tadi pagi bro..Aishh kamu.. mentang - mentang istrimu hamil, lantas bilang istriku hamil jg gitu, hahaha.."
"Ish.. aku serius bro.. coba deh kamu beli tespek dulu buat mastiin, soalnya aku kan denger penjelasan dokter kandungan yang meriksa istriku katanya kebanyakan ibu hamil merasa mual dan muntah"
"Oohh.. gitu ya bro.. emm.. gak ada salahnya sih kita mastiin ya.. ya sudah.. nanti coba aku ke apotik dulu beli tespek, mumpung Fany lagi tidur"
"Oke bro.. good luck bro... Seru kan bro kalau istrimu hamil juga, hihihi..."
"Hahaha.. iya sih.. thank you bro infonya.."
__ADS_1
"Sipp lah.." Sam dan Alex sama - sama mematikan telepon mereka
Sementara Fany sedang tertidur, Alex bergegas pergi ke apotik sebentar membeli alat tespek untuk memastikan perkataan sahabat nya tadi. Di lain tempat, Sam yang baru mendapatkan kabar dari Alex yang batal ke rumah mereka, segera memberitahu Fay, sudah bisa ditebak pasti Fay kecewa karena akan batal ngerumpi lagi dengan sahabatnya Fany. Sam mendekati istrinya yang sedang asik membaca di ruang tengah.
"Lagi baca apa?" Sam duduk tepat di sebelah istrinya yang sedang membaca
"Taa raa.. majalah ibu dan anak.. hihihi.." memperlihatkan cover majalah yang Fay baca kepada suaminya
"Wahh.. istriku calon ibu yang sangat bijak dan perhatian nih"
"Sayang.. aku bukannya sudah jadi ibu sejak menikah denganmu, aku kan ibu Keiko juga"
"Oo iya ya.. benar juga.. maaf ya sayang, aku hampir lupa kamu sudah menjadi ibu, karena wajahmu yang terlalu imut sampai tidak terlihat seperti ibu - ibu" Sam mencoba menggoda istrinya, karena takut istrinya akan ngambek karena perkataan nya sebelum nya, dan menghindari percekcokan dengan ibu hamil yang menjadi sangat sensitif perasaannya.
"Ahh kamu bisa aja.." Fay tersipu malu mendengar pujian suaminya itu membuat Sam merasa lega
"Hahaha... Emangnya aku permen.."
"Kamu permen yang membuat aku kecanduan tau gak.."
"Hahaha.. kamu lama - lama mirip sama suami Fany, jadi pinter gombal"
"Masa sih.. emang Alex suka gombal gimana? Ceritain donk"
"Haha.. ya kayak kamu tadi.."
__ADS_1
"Masa sama sih... Pasti beda donk bahasanya"
"Ahh aku lupa.. sudah lama sih gak denger Fany cerita.. ngomong - ngomong.. mereka mau kesini jam berapa?"
"Ahh iya.. saking asik gombalin kamu sampe lupa mau kasih tau, mereka gak jadi kesini hari ini"
"Hahh.. kenapa? Kok tiba - tiba semalam Fany bilang jadi kok"
"Iya benar semalam memang gak papa.. Fany tadi pagi tiba - tiba gak enak badan, kata Alex , dia mual dan muntah"
"Wahhh.. jangan - jangan Fany hamil"
"Nahh kan.. kamu juga nebak gitu"
"Terus gimana keadaannya?"
"Yaa aku belum tau sayang, kata Alex, Fany tadi lagi tidur, aku suruh Alex beli tespek untuk mastiin"
"Oo.. gitu ya.. ya sudah deh.. nanti sore coba aku telepon Fany"
"Iya.. kamu coba telepon aja, tanya keadaannya ya, jangan sedih karena gak bisa ngerumpi dulu ya.. ibu hamil itu sebenernya pantang ngeriumpi "
"Ihh kamu..." Fay memukul dada Sam yang sedang merangkulnya
"Hahaha.." Sam mengelus kepala Fay dan Fay menyandarkan kepala nya ke pundak Sam.
__ADS_1
Bersambung...