
Hari berikutnya, hari ini Alex harus ke kantor karena ada pertemuan penting yang harus dia hadiri, satu asisten rumah tangga Sam kini sudah berada di rumah nya untuk menjaga Fany. Bu Lanny semakin pusing karena dua asisten kesayangan nya diberhentikan bekerja oleh suami mereka karena hamil dan dia terpaksa kembali memilih satu asisten baru lagi untuk menggantikan Fany yang mendadak berhenti.
Hari pertama Fany menjadi pengangguran sangat membosankan, berkat resep dokter, mual kemarin sudah berangsur membaik, sesekali dia merasa mual saat sedang makan dan mencium bau bawang. Fany ditemani asisten rumah tangga Fay mengobrol dan melewati hari itu sampai suaminya pulang nanti. Terlintas dalam benak Fany, pasti senang rasanya apabila dia diperbolehkan menghabiskan hari nya di rumah Fay, apalagi mereka sama - sama sedang hamil.
Alex yang sedang berada di kantor bersama Sam baru saja mengakhiri rapat penting mereka, dan keluar dari ruang meeting menuju ruangan Sam, untuk berdiskusi berdua seperti biasanya. Setelah membicarakan masalah kantor, mereka membicarakan masalah kehidupan pribadi mereka terutama tentang istri mereka yang sama - sama sedang hamil. Walau sama - sama sedang hamil, istri mereka memiliki perbedaan yang cukup mencolok, Fay terlihat sangat bersemangat dan kuat, sedangkan Fany terlihat lemas dan lemah.
"Bagaimana keadaan istrimu bro? Sudah mendingan?"
"Sudah bro.. resep dari dokter manjur juga, masih mual saat lagi makan, tapi tidak parah seperti waktu pertama"
"Baguslah kalau begitu, kamu harus extra menjaga istri kamu, ajak dia main ke rumah biar tidak boring gitu"
"Iya pasti bro... Pasti aku jaga banget dia, aku kasian, gak tega bro lihat dia lemah gitu, biasanya kan dia agak jutek, mau gak mau dia harus nurut semua sekarang"
"Bukannya kamu mau nya dia nurut"
"Hehe.. iya sih, tapi kangen juga dijutekin dia gemesin bro kalau lagi jutek.. pengen aku makan rasanya"
"Hahahaha... Lebay kamu.."
"Cow apa cewek ya bro anak kita?"
"Belum tau lah.. masih kecil banget bro.."
"Kemarin USG malah baru berupa kantong bro"
__ADS_1
" Ya memang begitu.. istriku juga begitu waktu pertama.. nanti yang kedua kali USG baru mulai kelihatan tapi masih kecilllll banget bro.. lucu ihh"
"Hahaha.. seru ya bro.. moga istriku hamilnya kuat kayak istrimu ya bro.."
"Amin amin.."
"Ya sudahlah, aku balik ke ruanganku dulu, mau beresin yang tadi"
"Oke.. oke.. nti mau makan siang dimana?"
"Kayaknya aku makan di rumah aja bro, mau lihat keadaan istriku"
"Oo.. okelah.. aku juga pulang deh kalau gitu.."
"Haha.. sipp.." Alex keluar dari ruangan Sam menuju ke ruangannya.
2 Minggu berikutnya telah berlalu, Fany sudah menjalani pemeriksaan kandungan kedua kalinya. Kini keadaannya semakin membaik, sudah terlihat lebih segar dan nafsu makan kembali. Rasa bosan yang kian menghampiri membuat Fay dan Fany merasa senasib. Mereka berdua sering kerap melakukan interaksi via WA ataupun telepon.
Saat suami Fany tiba di rumah, asisten rumah Fay akan pulang kembali ke rumah Fay, dan tinggallah Fany dan Alex berdua di rumah itu. Setiap hari Alex memenuhi keinginan apa yang ingin dimakan istrinya, baik dia memasak sendiri maupun membelinya. Mereka banyak mengobrol saat malam, Alex menceritakan apa yang dikerjakan dan kejadian di kantornya begitupun dengan Fany yang menceritakan tentang kebosanan nya di rumah membuat Alex menghela nafas. Kesempatan pun tiba diambil Fany untuk meminta izin pergi ke rumah Fay, saat Alex pergi ke kantor. Awalnya Alex tidak menggubris karena takut merepotkan orang - orang di rumah sahabatnya Sam. Namun karena Fany yang terus memohon, membuat dia menjadi melunak dan menghubungi Sam untuk meminta izin.
Sam menyambut dengan pintu terbuka kedatangan Fany, karena Fay juga pernah mengeluhkan hal yang sama dengan istri Alex yang merasa bosan.
Keesokan harinya Alex mengantarkan Fany ke rumah Sam sebelum pergi ke kantor, Fay sangat senang dengan kehadiran sahabatnya itu bahkan Fay sudah meminta bibi membersihkan kamar tamu agar saat Fany mulai merasa lelah, dia bisa beristirahat sebelum sore datang dan dijemput kembali oleh suaminya pulang.
Beberapa hari sudah dilewati oleh para ibu hamil berdua, sangat menyenangkan mengobrol bersama, bersenda gurau dan makan makanan yang sedang mereka inginkan di setiap harinya. Hari menjelang siang hari itu mereka duduk bersama di ruang tengah rumah Fay menatap ke arah halaman belakang yang tampak asri dengan berbagai tanaman dan pohon. Mata mereka sama - sama tertuju kepada pohon mangga yang sedang berbuah lebat dan sudah cukup besar.
__ADS_1
"Fan.. apa kamu memikirkan hal yang sama denganku?" Fay bertanya kepada sahabatnya dengan mata yang masih melihat ke arah mangga yang masih bergelantungan di pohon
"Sepertinya iya, kelihatan mereka memanggil kita untuk memetiknya fay" Fany menjawab pertanyaan Fay dengan pandangan yang sama dengan Fay sambil menelan liur mereka, sudah merasakan segar dan asam nya buah mangga yang masih muda itu
"Ayolah.. kita kesana yuk..." Fay berdiri dari tempat duduknya mengajak Fany untuk memetik mangga dan Fany pun ikut berdiri dan mulai melangkah menuju halaman belakang
"Nona.... Nona... Aduuu.. pada mau kemana non...?" Tanya bibi mendekat melihat dua ibu hamil hendak ke suatu tempat
"Itu bi.. pengen petik itu.." Fay menunjuk pohon mangga di halaman belakang rumahnya
"Oalah non non.. bibi minta tolong sama tukang kebon ambilin aja ya.. soalnya tuan - tuan minta bibi jagain nona berdua takut gimana - gimana non" bibi mencoba mengurungkan niat ibu hamil untuk memetik mangga mereka sendiri dan menawarkan bantuan
"Ahh bibi.. itu cuma mau petik yang pendek saja bi.. aku satu Fany satu.. please..." Fay mencoba mengedip - ngedipkan matanya ke bibi agar diizinkan
"Aduuhh non... Kalau nggak gini aja, kita ramai - ramai kesitu ya.. bentar ya non, saya panggil anak - anak lain supaya bisa bantu pegangin nona berdua
"Ya ampun bi.. itu jaraknya dekat sekali disana ngapain rame - rame.. "
"Sudah non.. cari aman saja ya" bibi dan asisten rumah tangga lain nya mendekati Fany dan Fay memegangi tangan mereka berdua yang perlahan berjalan ke halaman belakang
"Fan.. kelihatan nya ini agak sedikit berlebihan ya.."
"Iyaa.. hahaha.." mereka berdua merasa geli dengan keadaan mereka sekarang
Mereka sudah sampai di depan pohon mangga yang berbuah sangat lebat, hingga buahnya dapat digapai oleh tangan tanpa susah payah memanjatnya. Fay dan Fany akhirnya mendapatkan mangga mereka satu - satu. Bibi pun ikut memetik beberapa mangga yang hendak dia buat asinan untuk kedua ibu hamil itu. Setelah berhasil memetik mangga, mereka kembali duduk di ruang tengah sambil menunggu bibi memotong mangga tersebut. Asisten rumah tangga lainnya sibuk mempersiapkan bumbu petis di dapur sebagai pelengkap mangga muda yang diinginkan para ibu hamil. Bibi menelan liurnya melihat kedua ibu hamil yang asik memakan mangga muda yang baginya terasa asam namun bagi mereka tidak asam.
__ADS_1
Bersambung...