
Jam makan siang telah tiba, Bu Lanny dan Fany dan tak ketinggalan Alex yang sudah datang ke ruangan personalia beberapa menit tepat sebelum jam makan siang beranjak keluar ruangan personalia menuju kantin perusahaan. Mereka mengantri makanan prasmanan seperti karyawan lainnya. Menikmati makanan yang sudah mereka ambil dan menghabiskan nya perlahan sembari sesekali berbicara santai. Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Bu Lanny dan Fany kembali ke ruangan mereka diikuti Alex yang seperti buntut di belakang.
"Kamu gak balik ke ruangan mu?" Melirik tajam kepada alex yang ikut masuk ke ruangan personalia itu
"Ihh bunda.. masih setengah jam lagi ini istirahat nya, numpang disini dulu lah.. kesepian aku tuh.." Alex mencoba meluluhkan Bu Lanny yang tampak galak menatapnya
"Hadeh.. terserahlah... Di larang bermesraan ya disini.." Bu Lanny memberi ultimatum ke Alex yang sudah duduk di kursi fay yang kosong terlebih dahulu..
"Gak lah Bun.. tenang aja... Nanti kalau liat kami mesra - mesra , bunda mau mesra - mesra juga, gimana coba.. suami bunda kan gak ada di kantor ini"
"Uhukk uhukk..." Bu Lanny mencoba menghentikan ucapan Alex yang mulai membawa - bawa dirinya
"Hihihihi..." Fany tertawa geli melihat ulah suaminya yang selalu membuat Bu Lanny berhenti bicara
"Kenapa sayang? Jangan ngomong kamu minta aku manis manis sama kamu sekarang?" Menatap genit kepada istri di sampingnya
"Ishh apaan sih kamu mending aku kerja deh.." Fany mengalihkan pandangannya ke komputer di hadapan nya
"Hahahaha..." Bu Lanny tertawa puas melihat Alex yang menggoda tidak digubris oleh Fany istri nya
"Puas Bun.. puas..."
"Belum sih.. kurang sadis fan.. coba ditingkatkan lagi ya besok"
"Oke Bu.." jawaban Fany membuat Bu Lanny tertawa terpingkal - pingkal
"Whattt? Kamu tega banget yang sama aku, aku sampe di ketawain begitu loo sama bunda "
__ADS_1
"Itu artinya kamu lucu, bagus kan.."
"Oo.. gitu ya.. okeee.. lihat pelajaran yang akan aku kasih nanti malam, apa kamu masih bisa bilang aku lucu.. hahaha" berbisik menatap Fany dengan muka licik dan genitnya membuat Fany tidak berani menjawab nya lagi
"Ee.. ee... emmm.." Fany tidak bisa berkata - kata lagi mendengar ucapan suaminya
"Hahahaha..." Alex tertawa puas merasa menang melihat muka Fany yang sudah mulai memerah
"Dasar.. pria gila..." Umpat Bu Lanny melihat Alex yang tertawa lepas
"Ngomong - ngomong Fay gak kerja hari ini ya? Luar biasa bos besar kita yah Bun.. suami gak masuk kerja, istri pun juga ikutan ya"
"Huzzz nanti kedengeran bos besar, diomelin pula sama dia.."
"Nggak lah.. masa gitu aja dia marah"
"Katanya mah lagi pewe di rumah.."
"Hahh?? Cuma gitu aja?"
"Iya cuma gitu aja.."
"Ahh pasti ada sesuatu deh, yakin nih"
"Ihh bunda kepoo ya..."
"Kayak kamu nggak aja.. Fany uda coba wa Fay?"
__ADS_1
"Sudah Bu.. tapi belum di balas" Fany sudah mengirim pesan via wa kepada Fay beberapa menit yang lalu sejak mereka kembali ke ruangan setelah makan siang di kantin
"Oo.. gitu.. ya sudah.. hey.. kamu sana kembali ke ruanganmu.. biar kami bisa bekerja dengan tenang"
"Iya Bun iya.. daa sayang.." Alex melambaikan tangan kepada istrinya segera disambut lambaian tangan fany dan segera bergegas keluar dari ruangan personalia menuju dr ruangannya.
Beberapa menit kemudian Fay baru melihat dan membalas pesan wa dari Fany
"Hai Fay.. are you okay?"
"Hai fan.. i'am okay.. hehe.."
"Gimana hasil tespek mu?"
"Nanti saja aku ceritakan, kata suami ku, kamu mau kesini nanti malam sama suami mu"
"Oyaa.. dia belum bilang sama aku, mau ke rumah mu"
"Oo.. ya sudah, kita lihat aja nanti, Bu Lanny ada tanya aku gak?"
"Ya itu penasaran kenapa kamu gak kerja soalnya suami mu gak ngomong apa - apa"
"Hehe... Ya sudah.. nanti malam, kabarin aku ya kalau mau kesini"
"Oke fay.."
Jam makan siang telah berakhir, semua karyawan kembali pada pekerjaan mereka masing - masing hingga sore menjelang dan matahari mulai kembali ke peraduannya . Satu per satu karyawan pulang ke rumah mereka masing - masing. meninggalkan kantor yang mulai terlihat sepi dan gelap.
__ADS_1
Bersambung...