
“ Halo sayang…. Makan diluar yukkk” Pesan masuk dari Sam
(“astaga orang ini…” bergumam dalam hati) “aku makan dikantin saja dengan yang lain”
Fay mengikuti langkah Bu lanny keluar ruangan itu, di depan pintu sudah menunggu Sam
“Haiii…. “ Sapa Sam
“Kamu lagi… mo makan bareng lagi.. ayoklah..” sahut Bu lanny
“Nggak kok bunda cantik, saya Cuma mau pinjam Fay nemenin saya keluar”
“Barang kalii… di pinjam… ya sudah, sana.. hati-hati ya fay sama orang ini, hahahaha..”
“jangan gitu donk bunda… nanti dia takut sama aku”
“hahahahahaha…” meninggalkan fay dan Sam..
“ayoo..” sambil menggandeng tangan Fay pergi keluar kantor, semua mata yang melintas fokus kepada mereka
“iiihhh lepaskan… aku bisa jalan sendiri…” Fay terlihat malu…
“emm.. oke oke..”
“kan tadi aku uda bilang mau makan dikantin saja..” ucap fay setelah mereka didalam mobil berdua
“eemm… iya sih.. tapi aku pengen ngobrol berdua sama kamu..”
“kan bisa nanti setelah pulang kantor..”
“iya juga sih… ide yang bagus.. nanti malam aku ke rumahmu ya..”
“Hahhh ngapain kamu ke rumahku?”
“tadi kamu yang bilang, nanti pulang kerja bisa ngobrol.. jadi ya sudah ngobrol nya nanti saja, sekarang kita cari makan saja, oke..”
“emmmm….” Fay Menepuk kepalanya
Mereka sampai disalah satu tempat makan favorit sam, disana mereka memesan makanan, dan menikmati makanan mereka dengan tenang dan berbincang sedikit sesudah menghabiskan makan mereka, tiba-tiba fay teringat tentang wanita yang dipecat tadi pagi
“Sam.. “
“ya..”
“eemmm.. boleh aku bertanya tapi jangan marah ya?” sedikit ragu memulai pembicaraan
“kamu serius sekali.. tumben.. ada apa?”
“soal…. Kamu memecat karyawan tadi pagi..”
“oo.. itu.. sudah biasa.. itu pelajaran untuk mereka, supaya tidak bermain-main di perusahaan ini, jangan khawatirkan itu”
“Maaf, kalo aku ikut campur, tapi bisakah kamu memaafkannya?”
“Kamu mengenalnya? Kamu tau dia sudah berbuat apa?”
“aku tidak mengenalnya dan aku tau apa yang sudah dia perbuat, tentang foto itu kan?”
“apa kamu sudah melihat fotonya?”
“iya.. aku sudah melihatnya..”
“lihat dimana? Tadi dia sudah menghapusnya didepanku”
“Bu lanny memperlihatkannya padaku”
“Bunda? Aishhh.. pantas tadi di ruangan dia tidak bertanya alasan kenapa aku memecat orang itu, pasti Alex mengirimkan foto itu kepadanya”
“Ooo…”
__ADS_1
“Jadi intinya, kamu mau aku berbuat apa?” sambil mendekatkan wajahnya ke Fay
“emmmmm.. tolong, berikan pekerjaan itu kembali kepadanya” sambil menjauhkan wajahnya
“aku pikir-pikir dulu, ayo kita kembali ke kantor”
“iya..” (aduu.. sepertinya dia marah.. bagaimana ini.. ya sudahlah, pasrah aja)
Sepanjang perjalanan kembali ke kantor, terasa sunyi tak ada pembicaraan seperti saat mau pergi. Fay sudah pasrah kalau Sam akan marah, bisa-bisa malah dia yang kena pecat.
“terimakasih atas makan siangnya” Fay mencoba mencairkan suasana yang kaku
“Ya, sama-sama, kamu masuklah duluan, aku ada urusan diluar”
“O… iya.. “ fay keluar dari mobil dan berjalan sendiri sampai masuk ke ruangan
“Haloo semuanya, aku kembali..”
“kamu sendirian Fay? Bos kemana?”
“ahh.. katanya ada urusan diluar bu..”
“Ooo.. begitu.. baiklah.. kembali ke mejamu.. dan lanjutkan pekerjaan yang belum selesai.
“Baik bu..”
Waktu bekerja hari itu telah usai, semua karyawan mulai meninggalkan kantor. Sesampainya di rumah, fay membersihkan diri dan rehat sejenak di kamarnya, sambil memikirkan Sam yang kelihatannya sedang marah padanya. “aku jadi menyesal sudah ngomong tentang hal tadi.. aduuu pusing nya kepalaku”
“tin tin tin tinnnn”
“tin tin tin tinnnn” suara klakson motor kencang seperti ada di depan rumah dan fay coba mengintip dari jendela dan benar saja itu motor tadi malam, Fay membuka pintu rumah dan keluar ke halaman mendekati pria bermotor itu
“haiii… temani aku keluar sebentar yukk”
“hahhh..” (pria ini seenaknya saja datang dan pergi..huft..)
“ikut saja dulu”
“aku ganti baju dulu sebentar.. kamu mau masuk atau nunggu diluar”
“disini saja”
“O.. oke.. sebentar”
Setelah mengganti bajunya, Fay keluar dan pergi bersama pria itu. Sam mengajaknya ke tempat makan yang memiliki pemandangan yang indah, berada di tempat yang agak tinggi sehingga terlihat pemandangan gunung dan laut, beserta kota dengan lampu-lampu dibawahnya.
“Wahhhh indah sekali pemandangan disini..”
“kamu belum pernah kesini?”
“belum, ini pertama kalinya”
“baguslah.. ayo masukk” sam menggandeng tangannya
Seorang pelayan menghampiri mereka, dan memberikan daftar menu makanan. Mereka memesan beberapa hidangan yang berbau western dan menghabiskan sembari berbincang ringan. Setelah menghabiskan makanannya, Fay minta ijin ingin berjalan-jalan ke balkon melihat pemandangan malam yang indah itu. Sam menyelesaikan pembayaran makanan yang sudah mereka pesan dan menyusul jejak fay ke balkon.
“sangat indah, bukan?”
“iya,ini indah sekali.. terimakasih sudah mengajakku kesini”
“haha.. kamu suka pantai?”
“suka…”
“weekend kita ke pantai, oke?”
“tapi aku gak bisa berenang”
“emang, siapa yang mau nyuruh kamu berenang, kita refreshing lihat pemandangan saja”
__ADS_1
“ooo.. gitu.. Baiklah.. eemm.. sam…”
“ya.. kenapa?”
“aku pikir tadi siang kamu marah?”
“kenapa harus marah? Kamu merasa berbuat salah?”
“eee.. gak tau juga sih, habis kamu diam saja setelah makan siang tadi”
“hahahahaha…. Marah soal yang kamu minta dariku tadi siang?”
“heeh.. “
“hahaha.. kamu terlalu naif, sayang (sambil menyentuh dagu gadis itu)”
“maksudnya?”
“aku memberi pelajaran karyawan seperti itu, supaya karyawan lain tidak melakukan perbuatan yang sama, apa kamu tau, hal seperti foto tadi, bisa menjadi ancaman bagimu?”
“ancaman kenapa? Memang aku salah apa?”
“haha.. kamu memang tidak salah, tapi kamu sudah mencuri hati pria dihadapanmu ini”
“hahhh..” gadis itu membisu tersipu malu menundukkan wajahnya
“bukannya aku sombong, tapi banyak karyawan dikantor itu mencoba menggodaku, mereka bahkan berani melakukan hal yang diluar etika kantor, apa kamu tau?”
“maksudnya?”
“aku susah menjelaskannya padamu.. nanti aku akan memperlihatkannya padamu.. tunggu saatnya”
“ishhh ngomong apa sih kamu.. aku ga ngerti”
“ya sudah ga usah dipikirkan, hahaha” (mengelus kepala gadis itu)
“eee… jadi soal yang karyawan dipecat gimana?
“wah… kamu benar-benar niat ya… dia harus sangat berterima kasih nih padamu”
“jadi.. jadi.. gimana…?”
“kalo aku kabulin permintaan kamu, kamu kasih aku apa? Ini gak gratis loohh..”
“hahhh… kasih apa gitu?” (“jangan-jangan minta cium atau semacamnya, atau yang lebih dari itu lagi”)
“Besok malam, aku akan minta sesuatu.. kamu harus mengabulkannya, setuju..?”
“minta apa dulu?”
“ tenang aja gak minta yang aneh-aneh kok, jangan piktor (pikiran kotor) ya” sambil menunjuk-nunjuk dahinya
“hihihihi…” (tau aja aku pikirin kesana)
“ayo kita pulang.. sudah malam juga, hari ini agak lelah”
“iya, ayo pulang..”
Sam mengantarkan Fay pulang ke rumahnya, dan dia pun langsung pulang ke rumahnya juga.
“aku sudah sampai di rumah, aku tidur dulu ya..kamu jangan tidur terlalu malam”
“iya, selamat malam, selamat tidur, mimpi indah”
“ sama-sama sayang”
Bersambung..
Para readers yang terhormat..mohon dukungannya untuk tulisanku.. maafkan apabila ada kesalahan kata, tanda baca dan sebagainya.. harap maklum.. Dukungan kalian amat sangat berarti untuk kami para author.. Terima kasih.. 🌹🌹🌹
__ADS_1