Cintaku Nyangkut Ke Duren

Cintaku Nyangkut Ke Duren
Pasangan Baru


__ADS_3

"ini apa ya?" Fany sudah berada didalam kamarnya, membuka bingkisan dari Alex


"Wahhh... Cantik sekali kalung nya, ini kalung yang tadi dia beli ditoko di mal deh kayaknya"


"Eh.. ada surat.. i love you, Will you be mine"


"Haha.. jaman gini, masih pake surat.."


"Kring kring kring kring"


"Hallo.. iya.."


"Aku sudah sampai rumah.. kamu sudah buka bingkisan dari aku tadi?"


"Sudah.."


"Kamu suka kalungnya?"


"Iya suka.. ini cantik.."


"Syukurlah.. dipakai ya.. supaya kamu tambah cantik.."


"Iya.. terima kasih ya.."


"Emm jadi gimana?"


"Gimana apanya?"


"Sudah baca kartunya belum?"


"Sudah sih, tapi bisa gak kamu bacain langsung?"


"Hahh?"


"Iya, bacain yang ada dikartu ini"


"I love you.."


"Love you too.."


"Hahh? Aa.. emm Will you be mine?"


"Yes, i Will"


"Haha.. kamu ngerjain aku ya?"


"Nggak kok.. cuma lebih enak dengar langsung"


"Gitu ya.. jadi mulai sekarang kita jadian nih"


"Iya.."


"Kamu cemburuan gak nih?"


"Sedikit"


"Kalau ada dengar sesuatu yang gak kamu suka tentang aku, kamu tanya langsung saja ke aku"


"Iya.."


"Ya sudah.. kamu tidur gih.. sudah malam.. love you.. mmuachh"


"Haha.."


"Kok ketawa sih"


"Nggak papa, love you too.."


"Cium nya mana?"


"Haha.. aku geli.. "


"Ya elah... Makanya belajar pelan - pelan coba"


"Iya deh.. mmuach.."


"Nah gt donk...bye sayang.."


"Bye juga.."


Mereka resmi jadian di malam itu. Keesokan paginya Alex menjemput Fany untuk pergi ke kantor bersama


"Eh.. kamu kok sudah disini?"


"Iya, aku mau bareng kamu ke kantor"


"Kamu sudah lama nunggu disini, kok gak kasih tau aku"


"Baru nyampe kok.."


"Oo, ya sudah.. ayo kita berangkat"


"Iya.."


"Kamu sudah makan?" Tanya Alex sambil menyetir


"Sudah kok.."


"Emm sayang sekali.. aku sudah masakin kamu fusili"


"Oo yaa.. mana?"


"Itu di belakang" Fany mengambil bungkusan


"Banyak sekali.."


"Untuk aku, kamu, Sam sama Fay"


"Oo gitu.. kamu belum sarapan?"


"Belum, mau makan sama kamu tadinya"


"Aku masih bisa kok makan ini.."


"Beneran nih"


"Iya.."


"Makasih ya sayang" mengelus pipi Fany


"Ee iya.." Fany gugup disentuh Alex


"Selamat pagi pak Alex.." sapa Parto Alex mengiyakan

__ADS_1


"Pagi nona Fany.." sapanya juga


"Pagi juga pak.." pergi untuk absen lalu mengikuti Alex masuk ke dalam


"Non Dita, dikantor ini kelihatannya banyak pasangan baru ya"


"Ssstt... Jangan bergosip tentang mereka pak, habis nanti kita"


"Hehe.. iya non.. ssstttt"


"Kamu tunggu disini dulu ya(ruang personalia), aku mau taroh ini ke ruangan Sam" menunjuk bungkusan yang dipegangnya


"Iya"


"Tok tok tok.."


"Masuk..."


"Masih pagi woy.. berduaan aja"


"Ih.. kasian istri aku sendirian diruangan, bunda gak masuk tau"


"Ahh yang benerr?"


"Benerlah telepon aku tadi dia"


"Yes yess.. bebas nih kita"


"Bebas apaan?"


"Bebas berduaan, Fay, kamu disini dulu aja ya.. kalo bisa seharian ini"


"Kenapa?" Tanya fay


"Wahh.. bahaya nih orang.. kamu uda jadian ya?"


"Sssttt... Nanti aja ceritanya.. itu pesanan fusili mu.. lunas ya"


"Haha.. thank you bro.." meninggalkan ruangan Sam kembali ke ruangan personalia


"Beneran gak papa nih kita begini?"


"Haha.. gak papa gak ada bunda ini... Santai aja sayang.. kasih mereka waktu"


"Emm.. iya deh"


"Haii.. kita makan dulu yuk.. laper perutku" alex sampai di ruangan personalia


"Haha.. iya.."


"Hari ini, atasan mu gak masuk kerja kata Sam" sambil makan


"Oo.. kenapa?"


"Gak enak badan katanya"


"Aku temani kamu disini ya hari ini?


"Emang gak papa..?"


"Tenang aja.. udah bilang ke Sam"


"Oo..."


"Aa.. iya.. terima kasih ya.."


"Nanti malam, mau kencan?"


"Ee.. kemana?"


"Nonton makan gitu"


"Oo.. ya sudah.."


"Nanti kita atur lagi ya.. habiskan dulu makanan kamu"


"Iya.."


"Kamu suka fusilinya?"


"Iya.. ini enak.. kamu pintar masak ya.."


"Hehe.. nanti aku masakin menu lain oke?"


"Iya.. bolehh.."


"Fusili ini enak sayang.. Alex pintar masak ya.."


"Iya.. dia perna sekolah chef setahun"


"Oo.. pantesan"


"Cita - citanya mau buka restoran"


"Oo.. kok belum buka?"


"Entah juga deh"


"Ayo tebak, mereka sudah jadian belum?"


"Kayaknya belum.."


"Nurut aku sudah.."


"Kamu kayak tukang ramal aja"


"Haha.. mau tarohan ga?"


"Nggak ah.."


"Yahh payahh.."


"Kenyang banget... Mereka lagi apa ya"


"Ihh kepo ya kamu.. sudah diam disini saja.. kalau kamu capek bobo dikamar situ"


"Hahh kamar?"


"Iyalah.. kamar.. kok kaget gitu?"


"Kok bisa ada kamar gitu?" Mendekat dan masuk k dalam kamar itu


"Dulu awal kantor ini berjalan, aku sama Alex suka lembur sampe gak pulang kalo ada proyek karena belum banyak karyawan kayak sekarang.. dan lagi kita orang suka dadakan bertemu klien atau diundang pesta.. jadi disini.. ada beberapa jas formal, biar gak bolak balik pulang lagi"

__ADS_1


"Oo.. gt.."


"Kalau sekarang, kalau lagi pengen, juga bisa disini sayang.."


"Ihh kamu.. males ah aku.."


"Emm.. kamu harus mencoba sesuatu yang baru.. yang menegangkan itu yang seru.."


"Hadehh.. aku baru makan yang.. nanti aku mual nih"


"Haha.. iya iya.. nanti aja.. aku mau periksa berkas dulu ya.."


"Iya.. sana.. kerja yang bener..”


“nah.. berani merintah bos ya kamu”


“hahaha.. peace!!” menunjukan dua jarinya kepada suaminya itu


“dasar..” mengusap kepala istrinya


“kamu gak ada kerjaan ya hari ini?” tanya fany ke alex


“kalau diturutin sih pasti ada”


“terus.. kok gak kerja?”


“emang kamu gak suka ya kalo aku nemenin kamu disini?”


“gak gitu.. maksudnya biar sama – sama kerja”


“ah sudahlah, aku kembali ke ruangan saja, males aku kesini lalgi”


“yahh kok gitu..”


“jadi mau aku temani apa enggak nih?”


“iya deh..”


“nah gitu donk, pasrah amat sih.. Lagian temanmu juga gak bakal di ruangan ini hari ini, pasti dia di sekap sama suaminya disana, hahaha”


“kok disekap?”


“wahh ini nih susah ngejelasinnya.. nanti kalau kita sudah nikah, kamu juga ngerti”


“hahh.. nikah??”


“iya nikah, mang kamu gak mau nikah sama aku?”


“hahaha.. aku belum kepikiran kesitu”


“oo.. nanti juga kepikran.. sekarang jalani saja dulu”


“iya.. emm.. aku sambil kerja ya..”


“iya.. silahkan sayang..”


“aku juga lagi kerja kok ini..”


“kerja apa?”


“kerja memandangi bidadari di depanku”


“hahaha… lebay nih kamu.. aku gak secantik itu”


“bagiku kamu yang tercantik, sayang..”


“terserah kamu aja deh.. aku jadi gak konsen nih”


“hahaha…”


“nanti siang makan di luar, mau?”


“gak di kantin saja?”


“bosan kalau tiap hari dikantin, kamu gak bosan?”


“nggak tuh.. makanannya enak – enak”


“emm.. iya sih.. sekali – sekali makan di luar, oke?”


“iya deh..”


“nah.. gitu.. itu berkas banyak amat sih, bunda ngasih kerjaan ke kamu segitu banyak?”


“nggak kok, ini aslinya cuma sedikit, kelihatannya aja banyak, karena banyak lampiran”


“oo gitu.. bunda galak gak sama kalian?”


“nggak nih.. baik sekali malah”


“kok sama aku dan sam galak ya?”


“hahaha.. mungkin karena kalian mengesalkan?”


“emang aku seperti itu?”


“nggak tau juga aku, aku kan baru dekat sama kamu”


“emm.. kalau aku bikin kesal kamu, kamu pukul aja aku, aku rela kok..”


“haha.. nggak lah.. nanti aku masuk penjara main pukul – pukul orang”


“sekarang kamu juga sudah di penjara “


“hahh?”


“penjara hatiku sayang..”


“hahahaha..”


“tawamu mengalihkan duniaku sungguh deh”


“sudah ah.. aku jadi mau terbang nih”


“aku rela jadi sayapmu sayang..”


“hahaha.. ya ya ya.. terserah kamu sajalah, aku beresin ini dulu ya..”


“iya sayang.. aku padamu deh”


“emm..”


Rayuan demi rayuan diluncurkan alex menggoda fany yang baru dia pacari itu, membuat gadis itu tidak bisa menahan tawa dan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2