Cintaku Nyangkut Ke Duren

Cintaku Nyangkut Ke Duren
Sahabat Kepo


__ADS_3

Pagi sudah datang, matahari mulai menyinari setiap jalan di kota, orang – orang mulai lalu lalang bepergian kesana dan kemari, begitu juga dengan sam dan fay serta alex dan fany, mereka kembali ke kantor untuk bekerja. Alex mengantarkan fany ke kantor terlebih dahulu dan kemudian, dia pergi menuju toko kue yang semalam dia kunjungi untuk memesan kue untuk surprise kekasihnya.


“selamat pagi bunda… “ sapa sam yang baru datang menyapa ke ruang personalia sembari mengantarkan istrinya


“iya pagi.. sekarang kamu lebih sering basa basi ya?”


“hahaha.. bunda gitu deh.. eh, ngomong – ngomong kamu sudah datang sama siapa?” tanya sam kepada fany


“sama pak alex, pak”


“lho.. saya gak lihat mobilnya di depan?”


“oo.. tadi Pak Alex bilang ada keperluan sebentar di luar pak”


“Ooo… gitu.. ya sudah, selamat bekerja untuk kalian semua..”


“daa sayang…” sambil melambaikan tangan kepada fay


“daa.. sayang…” membalas lambaian suaminya


“hadehh kalian ini… untung dia bos besar disini ya”


“hihihi…”


Beberapa menit kemudian, Alex baru saja sampai pada tujuan nya dan memarkirkan mobilnya di depan toko roti semalam


“selamat pagi pak, ada yang bisa di bantu?” sapa seorang gadis yang bekerja di toko roti tersebut


“oo iya saya semalam sudah janjian dengan chef toko roti ini”


“oo.. iya iya, sebentar ya pak, saya panggilkan dulu, silahkan duduk pak..”


“iya.. terima kasih”


“selamat pagi pak.. bagaimana pak, sudah bawa barangnya?”


“iya chef, ini..” menyerahkan kotak yang berisi cincin untuk kekasihnya itu


“pasti untuk wanita yang sangat istimewa ya pak..”


“haha.. iya.. calon istri saya pak, jadi jam berapa kue ini bisa saya ambil, sore ini sudah siap belum ya?”


“oo.. sudah pak.. jam 3 sore juga sudah selesai semuanya”


“oo begitu.. baiklah… kalau gitu saya tinggal dulu pak”


“iya silahkan pak.. terima kasih sudah mempercayakan momen special anda kepada kami”


“sama – sama pak.. permisi pak..”


“iya pak..”


Alex kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda beberapa hari lalu, baru saja hendak membuka pintu ruangannya, tiba – tiba ada suara yang sangat dia kenali memanggilnya


“selamat pagi, pak direktur..”


“selamat pagi pemilik perusahaan ini..”


“haishh.. jangan gitu donk.. kan jadi.. enak.. hahaha..”

__ADS_1


“emmm dasar.. orang gini kok bisa aja sukses gini ya..” sambil membuka pintu ruangan nya


“bisa lah brother, selain pintar, tampan kita juga perlu hoki brother..”


“ahh bisa aja kamu..”


“ngomong – ngomong kamu dari mana, pagi – pagi sibuk amat sepertinya”


“ihh kepo banget nih orang.. “


“kepo dikit aja brother, masa gak boleh..”


“hadeh… adalah pokoknya.. nanti kalau sudah selesai semua baru aku ceritain”


“selesai apanya brother?”


“ada lah.. sudah.. simpan aja rasa penasaran kamu sekarang, aku masih mau merahasiakan nya sendiri”


“ihh.. aneh banget nih orang.. jangan – jangan… kamu sakit ya?”


“sembarangan… kamu nyumpahin aku ya?”


“abis kamu ngomongnya kayak gimana gitu, kalau ada masalah cerita brother, siapa tau aku bisa membantu”


“ya ya ya.. ya sudah.. aku mau kerja dulu deh, banyak dokumen yang belum aku periksa dan tanda tangan nih”


“brother.. aku tau kamu punya masalah.. walau kamu gak mau cerita sekarang, gak papa, aku siap kapan pun kamu butuh bantuan ku”


“hadehh.. orang ini kesambet apaan sih”


“aku serius brother”


“iya iya.. oke.. sudah sana sana.. mang kamu gak ada kerjaan apa?”


“ya ya ya..”


“ya sudah, aku ke ruangan ku dulu, ingat ya brother.. aku selalu ada untukmu.. love you brother..”


“ihh geli banget sih kamu…”


“hahaha… alah.. dulu kamu juga suka ngomong gitu sama aku kalau aku lagi banyak masalah”


“itu kan dulu kita masih jomblo”


“alah belagu kamu.. baru juga pacaran.. wekk”


“emmm… mau coba rasa sepatu aku gak bro?”


“hahaha… kaburrrr…” sam berlari meninggalkan ruangan alex


“ya ampun.. punya teman satu, bikin pusing aja” menepok jidatnya dengan pelan


Siang telah tiba, penghuni ruangan personalia membereskan mejanya, untuk bersiap – siap ke kantin


“selamat siang semuanya…” sapa alex yang baru membuka pintu ruang personalia


“ya ampun.. setiap hari 2 orang ini semakin pintar basa basi saja”


“siapa bun siapa? Aku gak basa basi looh bun.. aku itu tulus menyapa..”

__ADS_1


“ya ya ya.. suka suka kalian sajalah ya.. ayo kita ke kantin, anak - anak” mengajak fay dan fany


“baik bunda cantik..” jawab alex


“hey.. emang kamu merasa masih muda? Emang masih pantas di panggil anak – anak?”


“hahahaha hihihihi..” ketawa fany dan fay berbarengan


“bunda tega banget lah sama aku, aku salah apa coba bun… hiks hiks..”


“emmm ada – ada saja kalian ini, ayo cepat kalau mau ikut”


“horeee.. gitu donk bun.. bunda tambah cantik kalau begitu bun..”


“gomballll…” bu lanny senyum – senyum kegeeran


“ihh serius bun.. pasti om bawaan nya kangen terus deh sama bunda..”


“sudah sudah, saya males dengar celotehanmu”


“hahaha…”


“woy… tunggu... “ seseorang yang berteriak di belakang berjalan mendekat ke arah mereka


“ayo cepat – cepat kita pergi tinggalin dia…” ajak alex ke yang lain


“ihh jangan.. kasian suamiku…” lirih fay


“ahh iya, saya lupa disini ada istrinya.. emmm”


“sayang.. kamu tumben telat” fay menunggu suaminya yang sudah mendekat, sedangkan yang lain tetap berjalan ke kantin


“ahh iya, tadi ada telepon dari rekan bisnis sayang.. “


“oo.. gitu..”


“kamu mau makan apa sayang?”


“mau makan prasmanan saja, kalau kamu?”


“aku juga deh.. “


“oo..”


“ngomong – ngomong itu orang sudah dari tadi ya?” menunjuk alex


“iya.. pas mau keluar ke kantin gitu deh”


“oo.. dasar dia.. bukannya nungguin aku.. ngajak kek”


“hahaha.. tadi dia malah suruh ninggalin kamu, pas kamu jerit manggilin kami”


“masa? Kurang ajar banget dia.. awas aja nanti aku kerjain dia.. hihihi” tatapan licik melihat ke arah alex dan fany


“mau ngerjain gimana?”


“ada deh... kamu jangan ikut – ikutan ini urusan aku.. hehehe.. kita makan dulu ya.. “


“iya sayang..”

__ADS_1


Mereka semua tiba di kantin dan mengambil makanan mereka masing masing.. Bu lanny duduk bersama fany dan alex, lalu diikutin fay yang duduk bersama suaminya, di meja yang sama dengan mereka. Mereka sangat menikmati makanan yang sedang mereka lahap. Setelah mereka menghabiskan makanan mereka, mereka berbincang, bercanda santai sebentar di kantin sebelum kembali ke ruangan mereka masing – masing dan memyelesaikan pekerjaan mereka lagi.


Bersambung…


__ADS_2