Courage And Self-Esteem

Courage And Self-Esteem
Episode 1


__ADS_3

BAB 1


"apa salah ku pada kalian?! kenapa kalian selalu saja melakukan hal ini padaku?!"


"heh! diam lo, cupu! ini pelajaran buat lo karena lo terlalu cupu!"


Adrian, begitulah semua orang menyebutkan nama nya. Seorang remaja yang berpenampilan sederhana, dengan rambut yang disisir rapi ke arah kanan, selalu terkesan ketinggalan zaman, dan seragam putih nya yang dia masukan dibalik celana panjang berwarna biru tua.


Remaja berwajah polos itu tidak tau apa yang salah dengan dirinya sehingga selalu saja menjadi korban bully dikelas nya, terutama Rico yang selalu saja melakukan hal-hal yang buruk dan semena-mena dan penindasan terhadap Adrian. Bahkan saat Adrian tidak memberikan contekan ujian saat sedang berlangsung kepada Rico dan teman-teman nya maka Adrian harus siap menerima konsekuensi nya.


"Woi, bawa dia kedalam kamar mandi sekarang!" perintah Rico kepada kedua teman nya itu. Kedua lelaki yang juga berpakaian awut-awutan seperti Rico. Kedua lelaki itu mulai membelenggu kedua tangan Adrian.

__ADS_1


Tentu saja Adrian memberontak dan berusaha melepaskan kedua tangan nya yang terbelenggu oleh kedua teman Rico sambil berteriak.


"Tolong! Hei, Tolong!" teriak nya.


Untuk sekian kalinya Adrian mencoba meminta tolong lagi dan mulai berteriak, tiba-tiba tangan kanan si lelaki berambut cepak dengan cepat membungkam mulut nya Adrian sehingga Adrian tidak bisa meminta pertolongan oleh beberapa guru.


Meskipun Rico dan kedua teman nya itu sering sekali keluar masuk ruang BK tapi mereka tidak pernah jera, bahkan setelah itu mereka akan melakukan hal yang lebih kejam lagi kepada Adrian.


Sementara Adrian berdiri di samping Rico yang tengah di belunggu oleh kedua teman Rico, kemudian Rico memberi perintah dengan mengangkat alis sebelah kanan nya. Adrian pun dipaksa untuk bertekuk lutut didepan kloset duduk yang terbuka.


Rico tersenyum miring sambil menyempitkan sebelah mata, lalu mengulurkan tangan kanan nya kearah rambut Adrian dan menjambak nya yang seketika membuat pandangan Adrian kearah lubang kloset.

__ADS_1


Adrian seharusnya sudah tau apa yang akan terjadi padanya, karena hal ini bukanlah yang pertama kali terjadi padanya saat SMP.


"Enggak! aku mohon, jangan! " teriak Adrian lagi-lagi. Namun tak seorangpun yang mampu menolong nya dari komplotan Rico.


Sambil tetap memegang tangan Adrian, lelaki yang berada disebelah kanan Adrian menutup lubang pembuangan dengan flapper, lalu menekan tombol penyiram hingga air memenuhi kloset itu. Setelah itu Rico melancarkan aksinya dengan menekan kepala Adrian sekuat tenaga kearah lubang kloset itu.


Nafas Adrian tersengal-sengal yang menciptakan buih-buih dipermukaan air, tangannya mengeras, serta kepalanya berusaha keluar dan melawan tekanan yang kuat dari tangan nya Rico.


Tapi hal itu tetap saja tidak bisa mengeluarkan kepalanya. Setelah beberapa menit kemudian Rico membiarkan kepala Adrian keluar dari lubang kloset itu untuk mengambil nafas. Sedangkan Adrian sudah ngos-ngosan sampai beberapa kali terbatuk karena air sudah memasuki rongga pernafasan nya.


"Ini hukuman buat lo, karena lo udah memberikan jawaban yang salah di ulangan harian minggu lalu. Bangsat lo udah buat nilai gue anjlok dan anak-anak lain ngetawain gue." Rico berucap dengan penuh amarah, jelas terlihat dari wajahnya, yang tampak emosi telah membara.

__ADS_1


__ADS_2