
“Sekarang juga, minta bawahan elo bebasin anggota gue.”
“Goblok! Lo main dengan cara seperti—"
“Ini cara terhalus yang gue bisa untuk melawan elo! Sekarang lepasin mereka!” teriak Adrian sambil mengeraskan cengkeramannya pada leher Vera agar perempuan itu segera mengabulkan permintaannya.
“O-oke, oke.”
Setelah disetujui, kembali Adrian melonggarkan cengkeramannya.
“Kalian, lepasin cecunguk-cecunguk itu,” perintah Vera pada beberapa anggotanya.
Dengan segera melepaskan tali yang mengikat Rico dan Putra sehingga keduanya terbebas. Mengetahui tidak ada satu tali pun yang mengikat mereka lagi, Rico dan Putra melayangkan pukulan keras ke arah beberapa anggota untuk membalaskan kekesalannya.
“Mampus lo!”
“Lo lihat? Anak-anak buah elo sebenarnya orang-orang lemah. Kalian hanya bisa menang karena jumlah,” ungkap Adrian.
__ADS_1
“Bangsat! Sialan! Berani-berani—"
“Sekarang juga elo jelasin ke gue, kalau elo sebenarnya bukan kelompok Naga Hitam yang asli.”
Vera terdiam. Ia sepertinya sangat berpikir bahwa jika mengatakan hal yang sebenarnya kepada Adrian dan kelompok Naga Hitam mengetahuinya, kelompok itu akan benar-benar murka.
“NGOMONG, JALANG!” teriak Adrian di dekat telinga Vera sehingga menciptakan suara dengung.
“Oke, oke. Seperti yang elo katakan, gue, kami semua yang ada di sini memang bukan anggota inti dari kelompok Naga Hitam. Gue hanya remah seperti yang elo katakan.”
Adrian terdiam, ia menunggu Veea melanjutkan penjelasannya.
“Apa jaminannya elo nggak akan melakukan perlawanan, hah?! Lo pikir gue siapa bisa percaya dengan mudah omongan lo?!”
“Oke. Lo boleh nggak percaya, tapi seenggaknya lepasin leher gue. Gue nggak bisa napas.”
Adrian menuruti kemauan Vera dengan melepaskan cengkeraman tangannya pada leher sang perempuan berkulit putih itu.
__ADS_1
“Meski begitu, elo harus ingat kalau gue ini senior di sini. Itu artinya, elo nggak bisa seenaknya meremehkan gue dan anggota gue. Paham lo?!” Vera bernada cukup tinggi.
Adrian tertawa pelan.
“Gue tahu tujuan elo di sini adalah untuk menguasai satu sekolah ini. Tapi, elo nggak akan bisa melawan kelompok Naga Hitam. Itu kenyataan yang harus elo ketahui sebelum melangkah terlalu jauh dengan ambisi konyol yang elo punya.”
“Lo emang sama seperti bagian kelompok Naga Hitam lainnya. Orang-orang lemah yang hanya tunduk pada tuannya. Gue nggak pernah takut dengan siapa pun. Dan perkataan elo nggak bisa membuat gue mundur. Gue akan jadi penguasa di sekolah ini. Lo camkan itu! Bahkan elo dan semua anggota Naga Hitam akan bertekuk lutut pada gue.”
Vera cukup terhenyak dengan tekad yang ada di dalam diri Adrian. Selama beberapa tahun, tidak ada satu pun yang berani menantang kelompok Naga Hitam. Bahkan bagi seorang siswa baru seperti Adrian. Kelompok Naga Hitam adalah yang paling ditakuti di sekolah ini. Semua kelompok berandal yang ada, ditopang oleh Naga Hitam.
“Siapa lo sebenarnya? Dan tujuan lo apa?”
“Lo budek?! Tujuan gue sudah jelas menguasai semua berandal yang ada. Dan siapa gue bukan hal penting untuk dibicarakan.”
“Gue punya tantangan buat elo.” Vera mengambil napas panjang. “Kalau lo benar-benar serius dengan perkataan elo yang ingin melawan kelompok Naga Hitam, kita buat kesepakatan.”
“Kesepakatan apa?”
__ADS_1
“Dalam dua minggu, kalau elo berani melakukan penyerangan terhadap kelompok Naga Hitam, gue dan semua anggota gue, akan bergabung dengan elo. Gimana? Ini adalah tawaran menguntungkan bagi elo, bukan?”