
Entah sudah berapa lama kedua mata Adrian terpejam, tapi saat dia sudah sadar kan diri dia merasakan pusing yang luar biasa di kepala nya. Kali ini, penganiayaan Rico dan teman-temannya kepada Adrian memang lebih memberi pengaruh dari pada yang sebelumnya.
Ketika Adrian mencoba untuk mengubah posisi nya yang sekarang dalam keadaan berbaring. Adrian yang mencoba mengubah posisi nya dengan menggunakan tangannya sebagai tumpuan kanan dan kiri, lalu mendorong tubuhnya keatas hingga akhirnya duduk meskipun sedikit membungkuk.
Dengan langkah terhayung Adrian terpaksa berjalan menuju kelasnya. terlihat bahwa jam sekolah sudah usai, dan Adrian hanya pasrah dan mengambil tasnya lalu pulang.
...----------------...
Selama ini Adrian sudah berusaha dengan keras untuk mengubah dirinya dan menjadi lebih kuat dari pada para berandalan disekolah nya. Segala macam cara telah Adrian lakukan seperti menonton tutorial beladiri dan mencari macam macam jurus yang bisa dia pelajari.
Disekolah nya memang ada ekstrakurikuler beladiri, tapi Adrian bukan tipe orang yang dengan mudahnya bergabung dalam sebuah perkumpulan. Karena hal itu, Adrian memutuskan untuk mencari referensi sendiri, belajar dan menjadi seorang otodidak.
Tidak hanya itu, Adrian juga berolahraga untuk lebih membentuk tubuhnya dan juga untuk membangun tenaga dalam tubuhnya agar menjadi puluhan kali lebih kuat dan bertenaga dari yang sebelumnya.
Bukan sekedar hanya untuk membalas dendam tapi Adrian memiliki tujuan lain yang mengharuskan Adrian untuk mengubah dirinya.
__ADS_1
Adrian melihat sebuah foto dari akun instagram seseorang. Foto seorang perempuan yang tangannya membentuk sebuah simbol peace, yang tidak asing di mata, ya benar sekali, foto perempuan itu adalah seorang perempuan yang berada di toilet dan ingin membantu Adrian waktu itu.
"Akan aku buktikan! kamu akan bangga dan mengubah pemikiran mu tentangku yang lemah ini!."
Adrian mengambil sebuah pisau mini yang cemerlang dari laci meja belajarnya. Lalu Adrian menatap benda itu, dan menyaksikan pantulan dirinya yang terlihat begitu bodoh.
Adrian kali ini sangat membenci dirinya sendiri karena selalu saja tidak dapat melawan penindasan yang dilakukan Rico dan teman-temannya.
Kenapa mereka selalu menyiksa ku? apakah karena aku lemah? batinnya yang sambil menatap lamat pisau ditangannya.
Adrian terus menerus menyuara dibatin nya, seakan-akan dia tidak terima dengan dirinya sendiri yang lemah dan tidak pernah melawan atas penindasan yang dilakukan Rico dan teman-teman Rico kepadanya, atau saat teman-teman yang lainnya membully dirinya karena penampilan cupu nya.
Apa karena aku cupu? padahal setiap orang memiliki gaya penampilannya sendiri. Ungkapnya lagi sambil mengambil nafas panjang.
"Enggak aku gak boleh berdiam diri terus menerus! aku harus berubah! aku harus melawan! ya aku harus berubah. Aku harus melawan. Dengan pisau ini... aku... pasti bisa melawan mereka."
__ADS_1
"aku harus jadi kuat! aku enggak boleh disiksa lagi!"
Dengan seringai pertama kali yang tergores diwajah Adrian, Adrian mulai menempelkan mata pisau ditangannya. Apa yang ia coba lakukan? meski terlihat ragu tapi benda itu telah melukai tangannya Adrian walau hanya memberikan bekas setipis bulu kucing.
"Aku harus kuat!" katanya sambil menggenggam erat benda itu, lalu kembali menggoreskan tangannya dengan perlahan hingga meneteskan darah segar, menitik pada lantai kamarnya.
"Aw!" keluhnya karena merasa kesakitan setelah sadar dari apa yang ia lakukan. Ya benar, Adrian melukai dirinya dengan benda tajam itu.
"Enggak boleh! Aku enggak boleh kesakitan! Aku harus kuat! Aku harus membalaskan dendam ku ke mereka!" kembali mata Adrian menajam seperti elang yang sedang murka pada mangsanya.
Adrian berdiri dengan gagah, tekad yang baru telah tumbuh didalam dirinya. Sambil mengepalkan tangannya, ia menarik nafas panjang dan membentuk tatapan yang begitu tajam dan menyeramkan dari sebelumnya.
Menjadi iblish atau tetap menjadi malaikat tanpa daya, dan diperdayakan oleh kelemahan.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG