Courage And Self-Esteem

Courage And Self-Esteem
Episode 30


__ADS_3

Bola terjatuh dari tangan Adrian karena pukulan keras si lelaki botak. Wajah Adrian masih menunduk mengarah ke samping kanan. Dengan perlahan ia kembali menatap lelaki di hadapannya. Kali ini dengan seringai, seolah-olah Adrian sangat senang mendapat masalah dan terlibat perkelahian.


Adrian melancarkan serangan balik, menjejali si botak dengan pukulan yang sangat keras sehingga membuatnya sempoyongan, akhirnya menggelepar.


Pemain lain yang berada di lapangan terpancing amarah. Semuanya menjejak ke tempat Adrian sedang berdiri sambil menatap si botak dengan senyum mengembang.


“Woi! Cari gara-gara lo, ya?!”


Alhasil, Adrian dikelilingi oleh sembilan lelaki yang siap membalaskan dendam kawan mereka. Tak perlu basa-basi, satu per satu maju untuk mendaratkan tinju di wajah Adrian, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Merekalah yang dipukul mundur oleh Adrian.


Belum sepenuhnya menyerah, mereka berusaha mengeroyok Adrian dengan cara menyempitkan lingkaran. Namun, Adrian lebih jenius dan kuat dari yang mereka pikir. Adrian mengerahkan kemampuan, dengan cepat menangkis dan memukul sehingga membuat semuanya terbaring lemah. Tidak sampai di situ, Adrian belumlah merasa puas. Ia kembali menendang perut mereka secara bergiliran.


“Lemah,” ujarnya lalu enyah untuk mencari kesenangan lain.


Akibat tindakan Adrian, di hari pertama bersekolah telah terlibat beberapa perkelahian, ia dijuluki sebagai berandal junior yang hebat oleh para murid yang pernah ia kalahkan. Adrian berhasil dikenal sebagai seseorang yang kejam di mata para siswa baru. Namun, dikenal sebagai lelaki dingin oleh para perempuan, baik murid baru maupun senior.


Di lantai tiga ruang kelas kosong, Adrian menikmati pemandangan sekitar sekolah. Tentu, di pikirannya tidak luput dari kata ‘sekolah paling kumuh’. Namun, tujuan utamanya bukan itu. Adrian hanya ingin menyaksikan aktivitas para murid berandal dari ketinggian agar lebih leluasa.

__ADS_1


Murid-murid berandal di sekolah ini juga tidak luput dari sistem bahwa yang kuat akan menang dari yang lemah. Banyak Adrian lihat berandal yang merasa kuat dan menindas siswa lemah. Tindakan seperti itu membuat ia mengingat dirinya yang dulu. Betapa lemah ia sehingga untuk melawan saja masih memikirkan perasaan orang lain. Intinya, ia berpikir bahwa orang-orang yang takut melawan adalah orang-orang yang terikat dengan perasaannya sendiri. Oleh karena itu, yang lemah akan selalu diperdaya oleh perasaannya.


Saat Adrian sedang asyik mengingat-ingat dirinya yang dulu, seseorang berteriak menyebut namanya.


“Adri! Adrian!”


Matanya melihat ke lapangan basket, ia menemukan Rico dan Putra melambai-lambaikan tangan ke arahnya. Adrian melangkah turun menghampiri dua bawahannya itu.


“Ada apa?” tanya Adrian saat sampai di hadapan Rico dan Putra.


“Rian dikepung, Dri.”


“Si rambut mohawk datang sama bos dan puluhan anggotanya. Rian dan anggota lain sedang ada di markas. Mereka nunggu lo, Dri.”


“Oh.” Adrian merespons secara singkat, lalu melangkahkan kakinya ke markas yang ada di sebelah bangunan perpustakaan.


Ternyata benar, koridor telah dipenuhi oleh anggota lawan. Adrian tidak menunjukkan perasaan takut sedikit pun, ia tetap saja tenang. Para anggota lawan membelah kerumunan, memberikan jalan untuk Adrian memasuki ruangan dan menemui bos mereka.

__ADS_1


“Kalian lagi?” Adrian angkat bicara setelah melihat senior berambut mohawk bersama dengan bosnya di dalam ruangan.


Di ruangan itu juga ada si senior berambut hitam.


“Dan lo lagi?”


Selanjutnya, Adrian melihat Victor yang beberapa waktu lalu ia buat menggelapar tanpa daya.


“Lo juga?”


“Kali ini lo nggak akan bisa menang lawan bos kami,” kelakar Victor sambil menggertakkan giginya. Jelas sekali ia kesal melihat wajah Adrian yang sok polos dan terlihat sangat tenang.


“Para sampah.” Adrian tertawa meremehkan. “Sampah cuma nunggu untuk dikumpulkan. Kalau tidak, akan dibuang.”


Adrian memberikan sinyal dengan kedipan mata kepada Rian dan semua anggota.


“Maju, Bedebah!”

__ADS_1


...----------------...


BERSAMBUNG


__ADS_2