Cowok Manja Untuk Cewek Tomboy

Cowok Manja Untuk Cewek Tomboy
episode 1


__ADS_3

Di sebuah pagi yang cerah, seorang anak laki-laki masih tertidur di ranjang nya dengan nyenyak.


"Anak Mami! Ayo bangun sayang, ini hari pertama kamu masuk sekolah!" ujar Rani. Ibu dari anak laki-laki tersebut. Yang di bangunkan pun mengeliat.


"Apaan sih, Mi? Aku masih ngantuk."


"Enggak. Kamu harus bangun terus berangkat sekolah bareng kakak mu, ayo bangun."


"Raihan! Cepetan bangun lu! Gua mau berangkat, nih!" teriak Rizky di depan pintu kamar. kakak pertama dari Raihan.


"Ih kakak, aku masih ngantuk tau!" ujarnya sambil cemberut.


"Lama lu gua tinggal! Bodo amat!" Rizky pun keluar dari kamarnya.


"Kakak kamu udah marah, kan? Ayo bangun sayang."


"Iya Mami."


Raihan akhrinya beranjak dan langsung kekamar mandi. Lima belas menit kemudian Raihan sudah siap dengan seragam sekolah SMA Nusantara.


"Hallo penghuni rumah Alamanda! Aku sudah datang!" teriaknya dengan riang.


Rani tersenyum simpul, sedangkan Rizky dan Rudi hanya menggeleng kan kepala. Mereka sudah terbiasa dengan kelakuan Raihan yang manja seperti anak kecil.


"Raihan, nanti di sekolah jadi anak yang taat ya, Nak." kata Rudi menasehati.


"Siap Papi! Aku janji akan jadi anak taat dan patuh terhadap guru-guru, Papi tau kalo aku selalu jadi anak teladan disekolah"


"Pamer," gumam Rizky.


"Ih beneran kakak! kakak liat rapot aku yang ditulisan akhlak aku selalu dapat A, dari pada kakak selalu dapet C karena sering bolos." ejek Raihan.

__ADS_1


"Berani lu sama gua?" Rizky pun naik pitam karena omongan Raihan.


"MAMI!"


"Teriak yang kenceng! Dasar anak Mami!"


"Kenapa malah berantem, sin? Sudah ya, "ujar Rani mencoba menenangkan. Kedua anaknya ini memang tak pernah akur.


"Terus aja Mamah belain anak cengeng ini!" Rizky meninggalkan ruang makan.


"Kakak kamu mau kemana?" tanya Rudi.


"Ke sekolah!"


"Terus Adik kamu sama siapa?"


"Berangkat aja sendiri! Sudah gede juga!"


"Mami, aku berangkat bareng siapa?"


"Kamu sama pak Dadang dianterin. gak apa-apa, kan? Mami sama Papi ada kerjaan."


"Ya udah deh, aku berangkat bareng pak dadang aja." Raihan menyalami keduanya dengan cemberut.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam, hati-hati ya."


Raihan akhirnya berangkat dengan pak Dadang. Keluarga ini hanya mempunyai dua anak yang semuanya laki-laki. Anak pertama bernama Muhammad Rizky Al Farizi yang berusia tujuh belas tahun kelas dua SMA.


Dan yang kedua bernama Muhammad Raihan Al Farizi yang berusia enam belas tahun kelas satu SMA.

__ADS_1


Walaupun mereka adik kakak, tetapi sifat mereka berbeda. Raihan orang nya penurut,ceria, dan kekanak-kanakan. akan tetapi, bertolak belakang dengan kakaknya Rizky yang bersifat keras kepala,berandal dan susah diatur.


Bagaimanapun, kedua orang tua tersebut berusaha agar bersabar dalam menghadapi kedua anaknya.


...****...


Di rumah lainnya ada seorang anak perempuan berusia enam belas tahun sedang tertidur pulas di kamarnya.


"Mah! Anak kita belum bangun?" tanya Herman sambil memakan nasi goreng nya.


"Astaghfirullah! Mamah lupa!"


Susi pun bergegas ke kamar putrinya. Saat masuk matanya melebar melihat pemandangan di depannya. Di mana putrinya masih tertidur dengan mulut terbuka, bahkan di pinggir mulut nya itu ada sebuah air liur yang hampir menetes ke bantal buluk nya.


"Ya Allah, Sinta bangun! Sudah jam berapa ini, Nak? Kamu harus sekolah!" ucapnya sambil mengoyakkan badan putri satu-satunya.


"Apaan sih, aku masih ngantuk Mah."


"Ayo bangun! Kamu itu sering terlambat Sinta! Nanti kamu di panggil guru BK lagi!"


Sinta pun bangun tapi dengan mata tertutup.


"Ya ampun Mah, udah biasa bu jenong negur aku!"


"Kamu itu ganti-ganti nama orang, ya! namanya itu Jenifer Oktaviani!"


"Biarin aja!"


"Sudah, Mamah pusing dengernya! Pokoknya cepetan kamu mandi. Mamah mau nyiapin gorengan buat di jual ke warung ibu RT ,ayo cepetan!" Susi menarik tangan Sinta dengan paksa.


"Iya Mah."

__ADS_1


Sinta mengambil handuk nya yang di jemur di luar dan langsung pergi mandi.


__ADS_2