
bel masuk berbunyi. semua murid kembali ke kelas
di kelas raihan masih memikirkan masalah nya dengan sinta
"han....lo masih kepikiran ? " tanya dika
raihan hanya mengangguk. arga dan rio menghela nafasnya
tiba-tiba amel datang
"han...."
"amel ? ada apa ? "
rio, dika dan arga saling bertatapan
"ada yang gua mau bicarakan sama lo. ini hal penting "
"bicarakan apa ? "
"nanti juga lo tau, tapi...gua maunya bicara berdua aja sama lo, bisa kan ? "
"ehmm....iya bisa "
"pulang sekolah langsung aja ke taman belakang sekolah bareng gua ya ? "
"baiklah "
"ok deh. kalau begitu gua balik lagi ke bangku ya "
raihan menggangguk. amel kembali ke bangku nya
"han si amel mau ngomong apa sama lo ? " tanya arga kepo. rio dan dika langsung merapat
"gk tau aku juga, katanya ada hal penting sih yang mau di bicarakan sama aku "
"oh gitu... nanti kasih tau kita ya " kata arga
"kalian berdua kepo amat sih, biarkan saja itu urusan raihan" nasihat dika
"iya dik....kita kan cuma kepo, iya kan rio ? " rio mengagguk setuju
"seterah kalian lah "
pulang sekolah
raihan sedang membereskan buku-buku nya
"han udah selesai beresin bukunya ? "
__ADS_1
"eh amel, iya sudah kok "
"yuk langsung ke taman belakang aja " raihan bangkit dari duduknya
"dik, arga, rio aku duluan ya "
"iya hati-hati han "
"eh rio, lo kira gua bakal ngapain si raihan hah ?! " kesal amel
"ya elah mel gua...cuma takut si raihan lo apa-apain, misalnya di sihir gitu. kan lo nenek lampir "
"ish bodo amat ! ayo han " mereka pun pergi dan keluar kelas
tanpa mereka sadari ternyata sinta melihatnya. kebetulan ia sedang jalan berdua bareng devan
mereka mau kemana ? kenapa...jalan berduaan gitu ?
sinta yang dari tadi melamun langsung di tegur devan
"sinta ? " panggil devan, sinta terkejut
"eh...iya dev ada apa ? "
"kenapa ? kok berhenti jalannya ? "
"eh... enggak ada apa-apa kok dev "
"ehmm...dev kayanya lo keparkiran duluan aja ya "
"emangnya kamu mau kemana ? "
"gua...mau ke toilet dulu "
"oh gitu... ya udah gua duluan ya " sinta menggangguk
devan berjalan menuju parkiran
"gua harus ikutin mereka, sebenarnya mereka mau kemana ya ? "
diam-diam sinta mengikuti mereka, dan sampailah di taman belakang sekolah
"ngapain mereka kesini ? berduaan doang lagi "
sinta mengintip dari balik tembok
"sini han duduk " raihan duduk di samping amel
"ada apa mel ? kamu bilang ada hal penting yang mau di bicarakan sama aku ? "
__ADS_1
tiba-tiba amel memegang tangan raihan. sinta dari balik tembok terkejut melihatnya
ada apa ini ? kenapa amel pegang tangan raihan ? apa... jangan-jangan mereka....
sinta yang sudah memikirkan hal buruk pun memilih pergi
di parkiran
devan melihat jam tangannya. sudah 10 menit sinta tidak kunjung datang
"kemana sinta ? kok lama ya ke toilet nya ? "
"apa... terjadi sesuatu ya ? sebaiknya gua susul sinta "
saat devan melangkah sinta sudah berada di depannya
"sinta...kok lama banget ke toilet nya ? " tanya devan tapi dia merasa ada sesuatu yang tidak beres sama sinta
pasalnya mata sinta memerah seperti menahan air matanya
"sinta.... lo baik-baik aja kan ? " devan memegang bahu sinta
"gua... baik-baik saja "
"tapi kenapa lo kaya mau nangis sinta ? " devan khawatir
"hah ?! gua...tadi kelilipan debu, jadi mata gua memerah "
maaf dev...gua bohong sama lo
"kelilipan ? yang benar ? " sinta mengagguk
gua tau lo bohong sinta...
"ya udah, tapi sekarang matanya masih perih gk ? "
"udah enggak kok, tadi gua bilas pakai air di toilet "
"kalau begitu kita pulang ya "
"iya "
"lo bisa gk bawa motor ? kalau masih merasa perih lo ikut gua aja "ajak devan. ia membawa mobil
"gk usah makasih. gua bisa kok bawa motor " sinta menaiki motornya
"dev gua duluan ya "
"hati-hati ya, jangan kebut-kebutan "
__ADS_1
"ok, duluan " sinta menjalankan motor nya. devan menatap sinta
"gua tau lo bohong sin "