
kantin
disaat sinta sedang duduk dengan devan, ternyata banyak pasang mata yang membicarakan mereka termasuk dika, arga dan rio
"eh...itu siapa yang sama sinta ? " tanya arga bingung
"mana gua tau, tapi....kok kelihatan nya sinta gk risih ya sama tuh orang ?! " rio balik tanya, sedangkan dika asik dengan makanan nya
"dik, itu siapa yang sama sinta ? " tanya arga lagi, dika hanya mendelikkan bahunya tanda tak tahu
"ih ! lo malah makan mulu ! " kata rio kesal
dika menatap tajam keduanya
"lo aja gk tau siapa dia, apalagi gua ?! "
"eh...iya juga sih " arga menggaruk kepalanya
susi dan dinda datang dan langsung ikut bergabung
"akhirnya.... kalian datang juga " ucap rio dan arga bersama
"kenapa emangnya ? "
"gini din, gua mau tanya itu yang sama sinta siapa ? " tanya rio
"itu namanya devan putra kusuma, panggil aja devan. dia itu anak baru di kelas kita "
"tapi kok....deket banget sama sinta kelihatannya ? "
"mungkin...dia itu dulu temennya sinta "jawab susi
mereka mengagguk, setelah itu mereka melihat raihan datang dengan amel
__ADS_1
"lah...itu si raihan ngapain dateng sama si nenek lampir ?! katanya mau bareng sama sinta ?! " kata arga terkejut
dika menatap mereka sebentar, habis itu melanjutkan makannya lagi
"wah.... kayanya ada masalah nih sama mereka berdua " tebak susi
"seperti nya sih begitu, tapi...gua kasihan sama sinta dan raihan "
mereka menatap dinda bingung
"ya...karena ada aja gitu halangan diantara mereka, entah itu dari neneknya raihan bahkan sekarang ada orang ketiga "
"bener juga kata lo .walaupun mereka bilang nya cuma sahabatan tapi gua merasa mereka menyimpan perasaan lebih " timpal rio
"terus...apa yang harus kita lakukan agar hubungan mereka baik-baik saja ? " tanya susi
"kita bantu mereka supaya kaya dulu, bagaimana ? "
"betul kata arga gua setuju "
"memangnya kenapa ? " rio bingung
"biar mereka kuat jika suatu saat ada yang lebih besar daripada masalah ini "
"yang dikatakan dika ada benarnya juga sih, tapi semoga saja itu tidak terjadi suatu saat nanti " arga membenarkan
"kita hanya bisa berdo'a saja "
"iya dika "
"eh iya....din ! kita lupa tanya ke sinta kenapa tadi pas masuk kelas matanya bengkak ?! "
"oh iya....ya udah nanti aja kita tanya abis pulang sekolah " susi menggangguk
__ADS_1
"mata sinta bengkak ? memangnya kenapa ? "
"kita juga gk tau kenapa rio, dia kaya habis nangis gitu....seperti nya ada masalah deh "
"ada apa ya ? " tanya arga
"biasanya sinta selalu cerita ke kita, tapi tadi dia kaya nutupin gitu "
"nanti kalian tanya kenapa "
"iya dik, nanti kita tanyain "
sementara itu raihan hanya duduk tanpa memakan baksonya
"han makan baksonya, kalo lo gk makan nanti sakit loh..."
raihan tidak menjawab, matanya terus menatap ke arah sinta yang sedang berbicara sama devan
ada apa sama kamu sinta ? kenapa aku merasa kamu menjauhi aku ? apa....karena dia ?
batin raihan
sinta tau kalo raihan terus menatap nya
maafin gua rai...gua gk bermaksud untuk nyakitin perasaan lo, tapi banyangan saat lo meluk amel terus berputar di kepala gua....
batin sinta
"sinta... ayo di makan batagor nya, lo tenang aja hari ini gua traktir "
"iya dev, makasih ya "
devan mengagguk sambil tersenyum
__ADS_1
gua gk nyangka bisa ketemu sama orang yang buat gua dulu merasakan cinta, walaupun itu hanya cinta monyet
batin devan