
Dika bangun dari duduknya dan langsung menarik tangan Sinta untuk menjauhi Devan.
"Apa-apaan lu main tarik tangan sinta aja!" pekik Devan tidak terima, Dika menatap tajam.
"Sinta akan duduk sama gua dan yang lainnya di sana."
"Enggak bisa! Gua kesini sama Sinta. lu gak usah ngatur-ngatur sinta!"
"Siapa lu ngelarang Sinta kaya gitu?" Devan tersenyum smrik.
"Lumau tau siapa gua?"
"Iya!"
"Tanya Sinta, biar dia yang jawab." Sinta mendongakkan kepalanya ke Devan.
"Maksudnya?"
"Kasih tau Sin, siapa aku sebenarnya." Sinta menatap semuanya terutama Raihan.
"Lu itu bukan siapa-siapa, jadi gak usah ngarep Lu!"ejek Arga.
"Ayo Sin sini. bangkunya masih kosong ini di sebelah Raihan," ajak Rio.
"Gua gak bisa." Mereka menatap Sinta kebingungan.
"Apa maksud lu, Sin ? " tanya Dika. Ia menghela nafasnya sambil mengumpulkan keberanian.
"Gua gk bisa duduk bareng kalian, karena gua harus nemenin pacar gua di sini," ucapan Sinta membuat seluruh murid terkejut. Termasuk mereka. bahkan Raihan tidak percaya apa yang ia dengar tadi.
"Apa maksud kamu, Sinta? Kamu bilang Devan pacar kamu?" tanya Raihan. Ia berpikir mungkin salah dengar.
Tapi melihat anggukkan Sinta membuat nya benar-benar tidak menyangka bahwa Devan pacar nya.
"Sinta. lu bohong, kan? Pasti lu nipu kita semua, kan!"
"Gua gak bohong Rio! Gua pacaran sama Devan!" jerit Sinta.
"Dengar kalian semua, kan? Gua pacaran sama Sinta sekarang. jadi lu semua gak bisa ngusir gua gitu aja!" Devan berucap ke mereka semua, tapi matanya menatap Raihan tajam.
"Terutama lu!"
Raihan tidak bisa menahan nya lagi, tiba-tiba memberikan bogem mentah di bibir Devan hingga berdarah.
__ADS_1
Semua murid langsung terkejut. Mereka tidak percaya apa yang barusan di lihat. Raihan mukul orang?
"Kenapa mukul gua? Gak terima kalau gua pacaran sama Sinta sekarang? Lu harus terima kenyataan! Mau mukul gua lagi? Ayo pukul, gua gak takut!" Devan terus menerus memancing emosi Raihan.
Saat ia ingin memukul nya lagi, ketiga teman nya menahan dengan memegang lengan nya.
"Lepasin gua!" bentak Raihan sambil terus berontak.
"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Miss Jenifer. Beliau datang setelah di beritahu murid lain bahwa ada yang berkelahi di kantin.
"Raihan! Devan ! Ada apa ini? Kenapa kalian ribut!"
"Dia duluan Miss yang mukul saya."
"Lepasin gua!"
"Raihan stop! Dika, Rio, dan Arga bawa mereka berdua ke ruangan saya! Yang lain balik ke kelas."
Raihan dan devan di bawa ke ruangan BK. Sinta, Dinda, dan Susi masih berada di kantin. Bisikan para murid memenuhi telinga Sinta. Namun mereka seperti mengejek nya.
"Gila! Gua gak nyangka Raihan yang kelihatan nya cupu bisa kaya gitu!"
"Bener banget, kaget gua!"
"Wow Sinta merubah sifat Raihan kaya gitu. Bener-bener gila!"
"Lu padaan yang gila! Ngurusin hidup orang mulu! Urusin aja hidup lu sendiri!" teriak Dinda marah.
Ia tidak tahan mendengar omongan para murid. Sinta berlari menuju kelasnya sambil mengusap air mata yang perlahan menetes. Dinda dan Susi langsung mengejar.
"Sinta tunggu!"
Sementara itu di ruangan BK mereka semua berkumpul.
"Ada apa sebenarnya? Kenapa kalian bisa berkelahi kaya gini!"
"Bukan apa-apa Miss. Ini hanya urusan pribadi," jawab Raihan pelan.
Ia tidak mungkin bilang ke Miss Jenifer kalau ini semua bersangkutan dengan Sinta. Beliau menghela napasnya panjang.
"Kalian kalau ada urusan pribadi jangan berkelahi kaya gini! Ini lingkungan sekolah harus taat peraturan!"
"Maaf Miss."
__ADS_1
"Ya sudah kalian boleh pergi. Ini peringatan pertama buat kalian berdua! Kalau sampai kalian berkelahi lagi, saya tidak segan-segan memanggil orang tua kalian. Paham!"
"Paham Miss."
"Kalian boleh pergi."
Mereka semua keluar dari ruang BK. Untung saja tidak di panggil orang tua.
...****...
Pulang sekolah tiba, Sinta membereskan buku-buku nya.
"Sin, nanti malam kita jalan mau gak?" ajak Devan dengan senyuman.
"Maaf Dev gua gal bisa. Kalau gitu gua duluan ya." Sinta meninggalkan Devan pergi.
"Sinta masih belum bisa melupakan Raihan. tapi liat aja guagkak nyerah sampai kapanpun!"
Sementara itu Raihan duduk di parkiran bersama Amel di sebelahnya.
"Han, udah jangan sedih gitu."
"Gua masih gak nyangka Mel kalau mereka pacaran sekarang," ucap Raihan dengan kepala menunduk.
"Patah hati lu ya? " ledek Amel sambil tertawa. Raihan mengacak-acak rambut nya hingga berantakan.
"Raihan! Lihat rambut gua berantakan! Ngeselin banget lu!" Raihan suka melihat nya ngambek. Amel melihat Sinta dari kejauhan.
"Sebentar!" Amel pun menghampiri perempuan itu.
"Amel?"
"Ikut gua sekarang." Amel menarik tangan Sinta sampai di depan Raihan.
"Kalian berdua ikut gua sekarang!"
"Eh Mel, mau kemana?"
"Sdah ikut aja!" Ternyata Amel membawa mereka berdua ke belakang sekolah.
"Kamu ngapain bawa kesini?"
"Sekarang kalian ngobrol dulu, gua akan tunggu di parkiran. Oke? Bye!"
__ADS_1
Amel meninggalkan mereka berdua.