
keesokan harinya raihan dan keluarga melakukan sarapan pagi yaitu nasi goreng . amel tentunya ada di sana
"ehm...tante rani "
"iya amel ada apa ? "
"oma kemana ? apa beliau baik-baik saja ? " ya semuanya memang berkumpul kecuali oma marni
"oma ada di kamar sayang, beliau baik-baik saja "
"apa mamah sedang sakit ? " tanya pak rudi
"mamah tidak tahu pah. tadi sudah ketuk pintu nya, tapi gk ada jawaban dari oma "
mereka semua mengagguk. jam menunjukkan pukul setengah tujuh
"semuanya aku berangkat duluan " rizky menyalimi kedua orang tua nya
"belajar yang rajin. kamu sebentar lagi udah mulai ujian akhir kan ? " bu rani mengelus lembut rambut anak pertamanya itu
rizky sudah mulai banyak berubah. ia lebih sering belajar daripada bermain-main di luar
tujuannya hanya satu agar nanti saat kelulusan nilainya memuaskan dan bisa mematahkan kata-kata seseorang yang membuat nya sakit hati selama ini
"iya mah, mungkin beberapa bulan lagi. ya sudah aku berangkat "
"hati-hati ya sayang "
"hati-hati rizky " pak rudi menepuk pundak nya
"iya pah, gua duluan han,mel "
"iya kak " jawab raihan dan amel serempak
sifat rizky ke raihan juga mulai sedikit berubah. walaupun belum mengakui raihan sebagai adiknya di sekolah
rizky melangkah kakinya keluar rumah. tak lama raihan dan amel juga selesai sarapan nya
"mah, pah kami berangkat juga ya " pamit raihan
"iya hati-hati ya, belajar yang rajin. sebentar lagi juga kalian kelas 3 kan ? "
"iya tante "
__ADS_1
"ya sudah kami berangkat, Assalamu'alaikum "
"Wa'alaikumsalam " mereka bersiap keluar rumah tetapi
"raihan,amel tunggu ! " teriak oma marni yang baru saja keluar dari kamarnya
"oma ? " amel menghampiri dan memeluk oma
"oma kok gk ikut sarapan bareng kita ? " oma menghela nafasnya
"tadi oma belum mau sarapan amel " amel hanya mengangguk
"kalian mau berangkat ? "
"iya oma "
"ya sudah hati-hati "
"iya oma, kami berangkat ya " raihan mencium tangan oma
"dah oma "
"dah sayang " oma tersenyum tipis
"mah mau sarapan sekarang ? " tanya bu rani
"ya siapkan "
"baik mah " oma pun pergi ke meja makan
istirahat
saat ini mereka semua sedang berkumpul di kantin termasuk raihan dan sinta.
semuanya asik mengobrol sambil bercanda tanpa ada yang menyadari seseorang sedang memperhatikan mereka
"sorry sinta, gua gk bisa lama-lama melihat lo tersenyum sama raihan " devan menatap mereka
"woy sendirian aja " tiba-tiba randi dan teman-temannya duduk samping devan
devan hanya mengangguk sebagai jawaban
"gua udah punya rencana untuk memisahkan raihan dan juga sinta " randi terkejut
__ADS_1
"beneran lo ? jangan bercanda "
"gua serius "
"wah gercep banget lo ya bro, the best lah " randi menepuk pundak devan bangga
"iya, hebat banget lo dev gk main-main ya ternyata " timpal arman
"mana mungkin gua main-main, gua selalu serius jika itu berhubungan dengan sinta "
"bos lo gk cemburu apa devan deketin sinta ? " tanya qiqi tiba-tiba
"ya enggaklah, lo tenang aja dev gua gk akan cemburu. malahan gua dukung lo karena gua gk suka ngeliat raihan bahagia "
"thanks ran "
"your welcome "
devan mengeluarkan handphone nya dari saku
"mau ngapain lo ? "
"lo liat aja arman, ini langkah gua yang pertama buat memisahkan mereka "
ckrek
devan menatap puas hasil fotonya
"gimana bagus gk hasil jepretan gua ? "
"bagus, tapi gua masih bingung kenapa lo foto mereka ? "
ya ternyata devan diam-diam memfoto raihan yang duduk di sebelah sinta
"gua bakal kirim ke seseorang ran, dan 'dia' bisa membantu kita memisahkan mereka "
"seseorang ? " ketiga sekawan serempak kebingungan
"nanti gua ceritain " devan pun mengirimkan nya ke orang tersebut
sorry sinta....aku gk mau melihat mu sedih karenanya lagi
sehat selalu manteman 🤗 maaf ya jika ada kesalahan 🙏🙏🙏
__ADS_1
love you all ❣️