
Devan masih menatap tajam orang tersebut
"seperti ada yang jadi sad boy nih, kasihan malah sendirian lagi "
ketiga orang tersebut tertawa
"siapa kalian ?! "
"kenalin gua randi, ini temen gua qiqi dan arman "
"hey bro " devan ingin berlalu pergi tetapi di halangin oleh arman
"mau kemana lo ? "
"ngapain ngalangin jalan gua ?! minggir ! "
"santai bro.... gua tau seperti nya hati lo sedang tidak baik "
"bukan urusan kalian ?! "
saat devan melangkah
"gua bisa bantuin lo supaya tuh si raihan gk deket lagi sama sinta "
deg
devan berhenti melangkah
"maksud lo apa ? "
"kita bicara di belakang sekolah "
randi dan teman-temannya melangkah duluan. devan kembali menantap sinta yang lagi ngobrol dengan raihan
ia menghela nafasnya dan menyusul randi, sebelum itu ternyata dika melihat nya
bukannya tadi devan ? cowok yang mencoba deketin sinta, ngapain dia mengikuti randi ?
batin dika
"ngapa lo diam aja ? sariawan ? " tanya dinda, dika hanya menggeleng
"ohhhh "
__ADS_1
gerak-gerik nya sangat mencurigakan
belakang sekolah
randi duduk di salah satu bangku yang sudah reyot
"cepet apa yang lo mau katakan "
"gua tau seperti nya lo gk suka kalau raihan deket sama sinta ? apa itu benar ? "
"iya gua gk suka sinta di deketin sama cowok itu "
"kenapa ? "
"karena gua suka sama sinta "
randi mengangguk pelan "okey "
"oh iya gua mau ngajak lo buat kerjasama "
"kerjasama ? "
"iya, gua bisa aja kok batuin lo deket sama sinta, tapi lo juga harus bisa bantuin gua supaya si cupu jauh dari kehidupan sinta "
devan terdiam
"lo gk usah khawatir, gua yakin rencana kita buat misahin mereka bakalan berhasil "
"loh bos ? bos mau bantuin dia deket sama sinta ?! bukannya bos suka sama sinta ?! " qiqi heran dengan bos nya itu
"iya gua memang suka sama sinta, tapi gua gk suka ngeliat si cupu seneng " randi mengepalkan tangannya
"keliatannya....lo gk suka sama cowok itu ? kenapa ? " tanya devan
"karena dari awal dia masuk ke sini udah ngambil kesempatan gua buat deket sama sinta, kalo gua gk bisa dapetin sinta maka si cupu juga gk boleh dapet !!! "
"lo gk marah kalo gua berhasil deket sama sinta ? "
"enggak, karena bagi gua ngeliat si cupu sedih udah bikin buat gua seneng " randi tersenyum sinis
"jadi bagaimana mau kerjasama ? " devan masih belum membalas uluran tangan randi
"ck, apa lagi yang lo pikirkan ? lo masih gk percaya sama gua ? "
__ADS_1
devan menghela nafasnya, jujur ia sangat tertarik dengan rencana randi tapi di satu sisi ia juga tidak ingin sinta sedih
karena ia merasa kalau raihan di dekat sinta, sinta merasa sangat bahagia apalagi bayangan saat sinta tertawa lepas bersama raihan
"udahlah gk usah kebanyakan mikir bro, gua kalo jadi lo akan mengambil kerjasama ini "
"betul tuh kata arman, karena kesempatan gk dateng dua kali " qiqi menimpali
"jadi gimana ? "
devan menerima uluran tangan randi "baik, gua setuju buat kerjasama sama lo "
"bagus " randi tersenyum puas
selamat jadi sad boy cupu
batin randi
pulang sekolah pun tiba, semua murid berhamburan keluar kelas
"eh nanti kapan-kapan kita main futsal mau gk ? didekat rumah gua ada lapangan futsal noh " ajak rio
"iya nih udah lama kita gk main futsal bareng, gimana han lo setuju gk ? "
"aku sih....setuju aja arga, tapi....aku gk bisa mainnya "
"tenang aja kalo gk bisa lo duduk di samping lapangan aja "
"lah...gua kira lo bakal tetep nyuruh si raihan main "
"kan dia bilang gk bisa "
"gk jelas lo "
raihan hanya tertawa, rio melirik dika yang diam saja
"ngapa lo diam aja dari tadi ? "
"gua gk apa-apa "
"sakit gigi bukan ? " tanya arga, dika hanya menggeleng
ekspresi devan bener-bener mencurigakan tadi, gua rasa bakalan terjadi sesuatu
__ADS_1
jangan lupa baca chat story judul nya diference 💜💜💜