
sinta dan raihan masih duduk di rumput sambil menatap danau
"sinta...."panggil raihan
"ya....ada apa ?? "
"maafkan aku sinta "
"maaf kenapa ?? "
"selama ini....aku gk bisa berada di samping kamu terus "
sinta tersenyum
"enggak apa-apa kok rai, gua ngerti karena lo di suruh oma marni buat jauhin gua kan ?? "
raihan memegang tangan sinta
"tapi sinta aku gk mau jauhin kamu...."
"kenapa ?? "
"karena....."
tiba-tiba handphone raihan bunyi
"eh itu handphone lo bunyi "
terlihat nama oma marni di sana
"udah biarin aja "
"gua rasa oma marni khawatir sama lo "
"biarin aja, aku gk mau oma ganggu waktu aku sama kamu "
dalam hati sinta tersenyum
"tapi....kalo mamih lo yang khawatir gimana ?? "
"oh iya ! aku lupa mamih kan orangnya gampang khawatir "
"ya udah kasih tahu mamih lo "
"baiklah, kamu juga kasih tahu mamah kamu "
"iya..."
mereka menelpon ke orang tua masing-masing
rumah raihan
bu rani sedang di kamar sambil menangis, beliau khawatir dengan raihan
"sayang....kamu kemana sih jam segini belum pulang ?? "
tit....
handphone bu rani bunyi tanda telpon masuk tertulis nama raihan,bu rani buru-buru mengangkatnya
__ADS_1
"Assalamu'alaikum,mamih "
"Wa'alaikumsalam, sayang kamu dimana ?? mamih khawatir "
"maaf mih, ehmm...mamih lagi dimana ?? "
"mamih lagi di kamar "
"gk ada oma kan ?? "
"enggak ada sayang "
"syukurlah, sebenarnya aku sekarang lagi sama sinta mih "
"sinta ?? "
"iya....aku lagi mengajak ke taman bunga yang dulu kita suka datangin "
"oh...kamu lagi di situ ?? "
"iya mih..."
"sayang....kenapa kamu gk bilang dulu sama amel kalo mau ke sana ?? "
"mih...kalo aku bilang sama amel pasti dia gk akan ngizinin aku, makannya aku pergi diam-diam "
"oh...kamu pergi diam-diam dari amel ?? "
"iya... ehmm maaf nya mih udah bikin mamih khawatir "
"iya sayang, mamih udah gk apa-apa sekarang karena kamu sudah beri kabar sama mamih "
"mih...kalo oma tanya mamih bilang aja mamih gk tau ya "
"makasih mih, kalo gitu aku tutup ya telpon ya "
"iya sayang, oh iya jangan pulang terlalu malam ya "
"iya mih, Assalamu'alaikum "
"Wa'alaikumsalam "
raihan menutup telponnya
"ya Allah.... kasihan raihan dan sinta, mereka harus diam-diam kaya gini supaya bisa bertemu "
taman bunga
raihan selesai menelpon bu rani begitu pula sinta
"sudah telpon mamih kamu ?? "
raihan mengangguk
"bagaimana ?? mamih kamu pasti khawatir kan ?? "
"iya... awalanya khawatir, tapi setelah aku jelaskan mamih udah gk khawatir lagi sekarang "
"tuh kan gua bilang apa pasti mamih lo khawatir, gua jadi gk enak sama mamih lo "
__ADS_1
"udah gk apa-apa kok, mamih pasti paham "
"iya...."
"kalau mamah kamu bagaimana ?? "
"ya... beliau juga sempet khawatir, tapi udah gk apa-apa kok "
"ok, oh iya kita makan ciki nya yuk "
"ok, sini gua bukain "sinta membuka ciki tersebut dan memakannya sambil bercerita
di rumah raihan oma marni mendatangi kamar bu rani
"rani !! "
"eh iya mah, ada apa ?? "
"udah ada kabar dari raihan dia sedang di mana ?? "
maaf mah, aku tidak bisa memberi tahu mamah
"ehm... belum mah, aku udah telpon raihan berkali-kali gk di angkat "
"benarkah ?? " bu rani mengagguk
"kemana sih raihan ?? apa.... jangan raihan lagi sama perempuan kampung itu lagi ?! "
"mah...jangan menuduh dulu, mungkin saja raihan lagi sendirian kan ?? "
"ehmm....benar juga ya "bu rani tersenyum
"ya sudah saya akan nyuruh bodyguard buat nyari raihan "oma marni kembali ke bawah
"gawat ! mamah nyuruh bodyguard buat nyari raihan, aku harus kasih tahu raihan "
ting
handphone raihan bunyi tanda WA masuk,raihan mengeceknya
"mamih ?? "
sayang gawat !! oma nyuru bodyguard buat nyari kamu, kamu harus hati-hati ya
mata raihan membulat
"ada apa rai ?? "
"hah ?? ini...oma nyuru bodyguard buat nyari aku "
"terus ?? kita harus bagaimana ?? "
"tenang aja ,kita akan pergi sebelum para bodyguard ke sini "
"baiklah "
aku gk akan biarkan siapapun memisahkan aku sama sinta !!
batin raihan
__ADS_1
manteman maaf ya beberapa saat inj author belum bisa update setiap hari karena ada urusan 🙏🙏
sekali lagi author minta maaf ya 🙏🙏🙏🙏