
saat ini raihan sedang bersama sinta di taman. seperti biasa amel menunggu di mobil bareng pak dadang
"sinta kamu gk bakalan di cariin orang tua kamu kan ? "
"enggak kok tenang aja, gua udah bilang sama orang tua gua kalau setiap pulang sekolah gua bakal main sama lo "
"oh gitu...."
"lo sendiri ? udah bilang sama orang tua lo ? "
"udah sama mamah, kalau sama papah belum soalnya beliau sekarang lagi keluar kota "
"oh pak rudi lagi keluar kota ? "
"iya ada kerjaan di sana " sinta manggut-manggut
flashback
bu rani sedang membaca majalah di kamar nya. seseorang mengetuk pintu
"siapa ? "
"raihan mah "
"oh sayang masuk sini "
raihan membuka pintu dan menguncinya, bu rani bingung
"loh sayang kok pintunya di kunci ? " raihan duduk di kasur samping bu rani
"ehm...ada yang mau raihan sampai kan ke mamah "
"ada apa ? "
"tapi mamah jangan kasih tau oma ya soal ini....plisss "
"baiklah, mamah gk akan kasih tau oma. ya sudah cerita sama mamah ada apa ? "
"aku minta izin ya sama mamah setiap pulang sekolah aku main ke taman sama sinta "
"loh bukannya....oma gk ngasih izin ya kamu main sama sinta "
raihan menceritakan semuanya kepada bu rani, sang ibunda pun mengerti
"jadi kamu main sama sinta tanpa sepengetahuan oma ? bilangnya kamu main sama amel ? dan amel pun tau soal ini ? "
"iya, malahan amel yang merencanakan ini semua "
"ternyata amel baik sama kamu "
"dia cuma gk mau buat oma kecewa mah "
__ADS_1
"oh gitu...."
"jadi mamah izinin aku kan ? " bu rani mengelus rambut raihan
"tentu saja mamah izinkan. selagi itu bisa membuatmu bahagia "
"makasih banyak ya mamah " raihan memeluk bu rani
flashback off
"tapi gua takut kalau oma tau soal ini rai....yang ada nanti oma malah makin membenci gua " raihan memegang tangan sinta
"sinta...soal itu jangan kamu pikirkan dulu ya, yang terpenting sekarang kita bisa bersama "
sinta tersenyum tipis "iya rai "
"oh iya tadi di kantin aku beli ciki sama minuman, bentar aku ambil di tas " raihan merogoh tasnya
"hahaha lo bawa dari sekolah ? " raihan mengagguk
"persiapan sinta, jadi kita gk perlu keluar dari taman ini "
sinta memperhatikan wajah raihan
bolehkah gua egois ? gua ingin selalu berada di samping lo rai untuk selamanya....
batin sinta
"silahkan di nikmati sinta...."
"hahaha makasih ya "
"sama-sama "
di hari-hari berikutnya mereka semakin dekat bahkan di kantin raihan dengan sengaja mengeggam tangan sinta
devan yang melihatnya jengah
"sampai kapan gua ngeliatin mereka kaya gitu ?! "
"halo bro "
randi dan kawan-kawannya menghampiri devan
"kalian "
"ngapa lo ? cemburu ya ngeliat mereka kaya gitu ? " tanya randi
"kapan kita melakukan rencananya ?! gua gk sabar mereka pisah "
"ehm okay kita pikirkan dulu caranya bro soalnya gua juga bingung caranya "
__ADS_1
"gua pikir kalian tau "
"yaelah bro santai aja pasti kita bisa misahkan mereka "
sinta keluar dari kamar mandi tiba-tiba di kejutkan dengan dinda dan susi
"sinta ! "
"astaga, kalian !! kaget tau gk gua "
"hahaha maaf sinta " susi merangkul pundak sinta
"oh iya nanti sepulang sekolah lo mau main lagi sama raihan ke taman ? " sinta menggangguk
"sinta omanya raihan belum tau ya soal lo yang deket lagi sama raihan "
ketiganya duduk di salah satu bangku taman sekolah
"belum "
"baguslah gua harap oma raihan gk akan pernah tau soal ini "
"tapi...gua takut din kalo misalnya oma marni tau soal ini "
"apa sih yang lo takutin ? "
"gua takut....oma marni semakin membenci gua kalau misalnya tau gua deket sama raihan secara diam-diam "
ternyata tanpa di sadari devan mendengar itu semua. karena mereka bertiga duduk membelakangi devan
"udah lo gk usah khawatir berdoa aja semoga itu tidak terjadi "
"tapi gua kepikiran "
"lo kepikiran karena takut gk bisa deket sama raihan lagi kan ? " pertanyaan susi membuat sinta terdiam
ia memang takut kejadian dulu terulang lagi, saat amel melarang nya mendekati raihan. ya walaupun sekarang ia bisa dekat sama raihan dengan bantuan amel
karena dulu amel melakukan nya karena tidak mau membuat oma kecewa
"udah sinta.... sekarang lo nikmati saja saat lo lagi sama raihan. gk perlu memikirkan kaya gitu " kata dinda
"bener, lagian siapa yang akan memberi tahu oma tentang ini ? gk akan ada. kita semua mendukung kalian kok " timpal susi
sinta tersenyum tipis
" makasih ya kalian semua teman yang terbaik "
"sama-sama sinta "
gua ! gua yang akan memberi tahu kan semuanya
__ADS_1
batin devan