Cowok Manja Untuk Cewek Tomboy

Cowok Manja Untuk Cewek Tomboy
episode 155


__ADS_3

Seminggu kemudian hari kelulusan pun tiba. Para murid sudah bersiap dengan pakaian toga wisuda mereka.


Sinta, Susi, dan Dinda sedang berfoto selfi bersama dengan gaya yang berbeda-beda. Sedang yang lainnya hanya mengobrol biasa.


"Kalian habis ini kuliah atau kerja?" tanya Arga.


"Kayanya sih gua bakal kuliah ngambil jurusan manajemen bisnis. Soalnya gua di suruh nerusin perusahaan papah."


"Sama kaya gua Rio. gua juga begitu," ucap Arga.


"Gua juga, " Semuanya menoleh ke arah Dika.


"Lu juga ? tanya Rio, Dika mengangguk.


"Kalau lu? Habis ini mau ngapain?"


"Kayanya aku bakal ngambil jurusan kedokteran di luar negeri Arga." Mereka bertiga terkejut.


"Lu bakal kuliah di luar negeri, Han? Jangan bohong!"


"Aku gak bohong Rio. ini serius."


"Apa di suruh oma lu?" tanya Dika, Raihan menggeleng kecil.


"Bukan. Ini emang keputusan aku dari dulu, "gumam Raihan.


"Gua rencananya ngajakin kalian buat kuliah di tempat yang sama."


"Maaf Arga ...."


Terdengar suara pemberitahuan dari speaker.

__ADS_1


"Pemberitahuan! Kepada seluruh para murid yang akan di wisuda untuk bersiap di samping panggung dan duduk di tempat yang di sediakan, sekian terima kasih."


"Sudah kita kesana."


Para murid mendudukkan diri mereka di samping panggung.


Acara wisuda pun berlangsung penuh haru. Di acara terakhir waktunya tiba yaitu pemberitahuan nilai siswa yang paling tinggi.


"Kepada siswa dan siswi yang namanya kami sebutkan. nanti agar bersiap naik ke atas panggung untuk menyerahkan piagam penghargaan," ucap MC.


Para murid deg-degan mereka ingin tahu siapa yang paling tinggi nilainya saat angkatan mereka.


"Kepada siswa siswi yang memiliki nilai paling tinggi jatuh kepada ...."


"Ananda Muhammad Raihan Alfarizi dan ananda Sinta Putri Az-Zahra!"


Semua murid bertepuk tangan. Kedua orang tua mereka terharu mendengar nya.


Kepala sekolah memberikan piagam penghargaan tersebut kepada mereka berdua.


"Selamat ya Raihan, Sinta. Nilai kalian paling tinggi dari murid lainnya."


"Terima kasih pak," jawab keduanya kompak.


"Saya berharap kalian sukses di masa depan dan menjadi penerus bangsa."


Kepala sekolah menepuk pundak mereka. Raihan dan Sinta menyalami para guru saat di depan Miss Jenifer.


"Selamat ya untuk kalian berdua. Gak nyangka udah mau pisah aja kita." Sinta memeluk Miss Jenifer.


"Makasih Miss udah sabar ngadepin kelakuan Sinta yang dulu."

__ADS_1


"Sama-sama sayang, biasa anak-anak pasti ada aja kelakuan mereka saat masa sekolah. Tapi jadiin pelajaran ya?"


"Iya Miss ...."


"Miss inget kamu waktu itu ngerjain Raihan pura-pura kesurupan, " goda Miss Jenifer sambil tertawa.


Sontak pipi mereka bersemu merah. Tentu saja mereka masih ingat kejadian itu.


"Miss do'akan semoga kalian jodoh."


Ucapan Miss Jenifer barusan semakin membuat pipi mereka bertambah merah.


...****...


Di luar gedung, Raihan sedang berfoto bersama keluarganya.


"Pah, kita ke Sinta yuk ngucapin selamat juga," ajak Rani.


"Ngapain sih kamu Ran? Kurang kerjaan aja.


lebih baik kita pulang," celetuk Marni.


"Mah, gak apa-apa. Masa ngucapin selamat aja gak boleh. boleh ya, Mah?" rayu Rudi.


"Setarah lah, Mamah mau ke mobil aja!" Marni meninggalkan mereka. Beliau terlihat sangat marah.


"Om, Tante. Amel nemenin oma Marni aja ya?"


"Iya. Kamu temani ya, Mel?"


"Oke. Oh iya ucapin selamat juga ke Sinta dari aku ya, Tante?"

__ADS_1


"Baik Nak, nanti Tante sampaikan." Amel menyusul Marni ke mobil.


__ADS_2