
Siinta, Susi, dan Dinda sudah sampai di acara prom night. Semua murid terpana melihat penampilan Sinta yang berubah seratus delapan puluh derajat.
Biasanya Sinta datang ke sekolah tidak pernah bermake-up sama sekali, namun malam ini wajahnya berhias make up tapi tak mengurangi kecantikan alami nya.
Sinta sedikit risih melihat tatapan orang-orang padanya.
"Gua gk percaya diri, orang-orang pada ngeliat gua."
"Sudahlah, percaya diri aja sih. Mereka semua itu terpana melihat kecantikan lu."
"Bener kata si Susi, santai aja." Sinta menghembuskan napasnya pelan.
"Eh siapa apa tuh? Ganteng banget!" tunjuk murid kepada seseorang cowok yang baru saja datang.
Cowok tersebut sangat tampan, wajah seperti pangeran kerajaan dunia fiksi.
"Wah ganteng banget!"
"Mau dong jadi princess nya malam ini."
"Dia itu cocok sama gua!"
Suara riuh murid-murid membicarakan nya.
"Bener kata gua, kan?" Semua orang langsung terpana melihat lu," bisik Arga.
"Sampai-sampai gk ada yang nyadar kalau ini Raiha." Rio cekikikan.
Ya, teernyata cowok yang jadi pembicaraan para murid tersebut adalah Raihan. Cowok cupu setiap hari memakai kacamata.
"Dika, disebelah lu siapa? Kenalin gua gitu." Seorang cewek centil menghampiri Dika.
"Lu gk kenal dia siapa?" Cewek itu menggelengkan kepalanya bingung.
"Ini Raihan."
Semua murid terkejut bukan kepalang. Mereka benar-benar gk nyangka kalau cowok itu adalah Raihan, si cupu yang suka pakai kacamata bulat nya.
"Jangan bercanda, Dika!"
__ADS_1
"Gua serius."
"Sudah yuk cari tempat duduk," ajak Arga. Mereka semua duduk di kursi yang memang sudah di sediakan.
Di samping nya ada Susi, Sinta, dan Dinda yang sama-sama lagi duduk.
"Lu beneran Raihan?" tanya Susi, Raihan menggangguk pelan.
Matanya tak sengaja bertatapan dengan Sinta. Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing. Raihan mengatakan Sinta sangat cantik, sedangkan Sinta mengatakan kalau Raihan sangat tampan.
"Sepertinya, ada yang memuji penampilan masing-masing di dalam hati, " goda Rio. Semua yang di sana langsung ikutan menggoda mereka.
"Ketahuan!" timpal Dinda.
Raihan dan Sinta kompak menunduk malu. Semburat merah menghiasi di kedua pipi keduanya.
"Malu ya?" Rio tertawa terbahak-bahak dan langsung mendapat bogem mentah di lengannya oleh Sinta
"Aduh! Tangan gua sakit banget !" Rio meringis sambil mengusap lengannya.
"Sinta, jaga image apa! Lu itu udah dandan yang anggun, tapi masih aja bar-bar!" ledek Arga.
Tiba-tiba ada datang gangguan, siapa lagi kalau bukan Devan.
"Sinta."
"Eh Devan?"
Semua mata mereka menatap cowok itu dengan malas.
"Sinta, kita ke sana, yuk?"
Sinta ragu-ragu, tapi ia tidak mungkin disini karena ia harus berpura-pura menjadi pacar Devan.
"Baiklah." Sinta akhirnya ikut dengan Devan, wajah Raihan murung seketika.
"Sabar ya, Han."
"Makasih Dinda."
__ADS_1
Sebenarnya Susi dan Dinda sudah tahu kalau Sinta dan Devan hanya berputar-putar pacaran, karena sebelum memutuskan itu Sinta curhat ke mereka. Devan membawa Sinta ke deket panggung.
"Kamu cantik banget malam ini," puji Devan, ia hanya tersenyum tipis.
Acara prom night berjalan dengan lancar. Penampilan menarik dari para alumni juga sangat menghibur. Seperti penampilan band dan fashion show yang menang sudah di persiapkan jauh-jauh hari. Saatnya ke acara terakhir yang di tunggu-tunggu.
"Kita ke acara terakhir yaitu dansa pasangan!" ucapan MC membuat tepukan tangan meriah dari para murid.
"Ada tapi nya, biar makin meriah yaitu kalian berdansa sesuai nomor yang sama dengan nomor kalian, oke?"
Para murid pun menggambil nomor tersebut.
"Kita hitung sama-sama dengan kalian membuka nomor nya!"
Jantung para murid berdegup kencang. Mereka berharap sesuai dengan keinginan mereka sendiri.
Ada yang mau nya sama pacar atau sama crush nya soalnya nomor tersebut acak.
"3."
"2."
"1!"
Semua buru-buru membuka nomor nya. Reaksi mereka berbeda-beda.
"Sekarang cari pasangan kalian!" Instruksi MC.
Mereka mencari-cari sambil fokus. Sinta membuka nomor nya yaitu 21. Sedangkan Devan nomor berbeda.
"21? Siapa, ya?"
Mata Sinta terus mencari ke seluruh penjuru. Hingga matanya membulat sempurna Karena pasangannya adalah.
"Raihan!"
"Sinta!"
Yap, ternyata nomor Sinta dan Raihan sama-sama angka 21.
__ADS_1