
malam harinya raihan menelpon sinta
"sinta maaf ya kita gk jadi ketaman hari ini, aku juga bingung tumben sekali oma jemput "
"gk apa-apa rai, mungkin oma marni memang mau menjumput mu "
"ya tapi aneh aja "
"udah gk usah di pikirinkan "
"ok deh "
setelah itu mereka membicarakan beberapa hal sambil sesekali bercanda
tok tok
"rai " bu rani membuka pintu
"eh mamah "
"siapa rai ? " tanya sinta hati-hati
"oh mamah aku "
"rai itu sinta ? " bu rani menutup pintu kamar raihan
"iya mah "
"boleh mamah ngobrol sama sinta sebentar rai ? "
"sinta, mamah aku mau ngobrol sama kamu boleh kan ? "
"ehmm...ok " cicitnya pelan. raihan memberikan handphone nya kepada bu rani
"sayang, boleh mamah mengobrol sama sinta aja berdua ? "
"oh gitu, ya sudah aku ke bawah ya mah " raihan pun meninggalkan bu rani
"halo selamat malam sinta "
"ma...malam tante "
"kamu apa kabar sayang ? "
"Alhamdulillah baik tante, tante sendiri gimana ? "
"Alhamdulillah sehat sayang " bu rani menjeda
__ADS_1
"sinta "
"iya tante ? "
"sinta tante mohon sama kamu, tolong jangan jauhi raihan ya apapun yang terjadi " sinta terdiam
"tante tau apa yang sebenarnya terjadi sama kalian berdua. bahkan tante tau kamu dan raihan saat ini diam-diam dekat kan ? amel juga tau soal ini "
"tante...tau ? "
"ya tante tau, karena raihan menceritakan semuanya. kalian seperti ini karena oma marni " bu rani menghela nafasnya " sinta tante minta maaf sama kamu, karena tante tidak bisa berbuat apa-apa "
"tante gk perlu minta maaf, tante gk salah "
"makasih sayang. tante tau kamu anak yang baik "
pantes raihan begitu takut jauh dari sinta
di bawah raihan sedang minum di meja makan
"apa yang di bicarakan mamah sama sinta ya ? aku jadi penasaran "
"sayang "
"mamah ? "
"mamah, apa mamah sudah bicara sama sinta ? " tanyanya pelan
bu rani mengangguk
"apa yang mamah bicarakan ? "
"kepo " bibir raihan manyun
"ih nyebelin " bu rani tertawa puas
"kamu gk perlu tau, ini rahasia antara mamah dan sinta "
"tapi aku penasaran "
"ya udah simpan aja sendiri di hati, udah ah mamah mau nyusul papah di kamar "
bu rani mencium kening anaknya lembut
"selamat malam "
"mamah kasih tau dulu "
__ADS_1
"dadah sayang " bu rani meninggalkan raihan yang cemberut
" akh mamah nyebelin "
sementara itu sinta berdiam di kamarnya. ia masih memikirkan perkataan bu rani
"apakah aku bisa bertahan ? "
hari Minggu
oma marni keluar dari kamarnya dengan dandanan yang cukup memukau. walaupun sudah berumur tetapi beliau masih memperhatikan penampilan nya
"mah mau kemana pagi-pagi begini ? " tanya pak rudi
"kamu bilang pagi ? ini udah jam sepuluh "
"tapi menurutku masih pagi "
"tapi bagi mamah udah siang ! "
"seterah mamah lah " pak rudi memeluk oma marni
"mamah belum menjawab pertanyaan ku, mamah mau kemana ? "
"mamah mau ke mall sayang "
"mamah mau ke mall ?! "
"kenapa kamu terkejut sekali ? "
"mamah bagaimana aku gk terkejut, bukannya minggu lalu mamah baru saja ke mall ? udah gitu belanjaan mamah juga banyak " oma marni memutar matanya malas
"memangnya kenapa ? mamah mau shopping rudi "
"tapi... bukankah itu namanya pemborosan ? " tanya rudi pelan karena takut sang mamah marah tapi ternyata memang benar
"seterah mamah dong rudi, lagian duit kita itu banyak. kamu udah kaya orang susah aja deh ! ketularan si rani kamu ! "
"tapi mah "
"sudahlah mamah mau pergi aja, males mamah dengerin omongan kamu " bu rani mengusap kepala pak rudi
"mamah pergi "
pak rudi menatap oma marni yang melenggang keluar
semoga sehat selalu ya 💜💜💜💜💜💜😘😘😘
__ADS_1