Cowok Manja Untuk Cewek Tomboy

Cowok Manja Untuk Cewek Tomboy
episode 127


__ADS_3

di cepetin aja hari nya 😅


sudah beberapa hari ini raihan terus berusaha berbicara dengan sinta, tetapi sinta masih saja tidak mau mendengar kan raihan


raihan sedang berada di kelasnya sambil merenung membuat teman-temannya khawatir


"han...udah dong jangan merenung terus " kata rio


"tau lo, merenung terus....gk kaya dulu ceria "


"maaf ya. tapi emang hati aku lagi gk mood banget "


"cinta memang bisa membuat hati kita sedih ataupun bahagia "


"sok puitis banget lo arga " ledek rio. arga hanya nyengir


"masih tentang sinta juga ? " tanya dika


raihan mengangguk


"habisnya aku bingung dik, kenapa aku merasa sinta jauhin aku "


"coba lu tanya lagi dia "


"tetap aja dia gk mau dengerin penjelasan aku dik "


"coba buat kesimpulan, lo pernah buat dia marah gk ? " raihan menggeleng


"atau lo lagi ada masalah sama dia ? " raihan menggeleng lagi


"yakin lo gk ada masalah sama sinta ? "


"beneran arga, aku gk ada buat salah sama sinta selama ini "


"tapi tunggu, terus...kalo misalnya lo gk pernah buat salah sama dia...kenapa waktu itu dinda dan susi bilang kalau sinta kaya abis nangis pas mau masuk kelas ? "


raihan diam


"mungkin lagi ada masalah kali sama keluarga nya " kata rio

__ADS_1


"mungkin aja sih, coba nanti kita tanya ke dinda dan susi pas istirahat "


istirahat


mereka semua lagi ngumpul kecuali sinta yang saat ini lagi duduk bareng devan


"lo berduaan mulu, gk ngajak sinta makan bareng lagi gitu ? "


"kita berdua selalu ajak sinta kok arga ya....tapi kan saat ini sinta lagi nemenin devan dulu. soalnya devan belum kenal siapa-siapa selain sinta "


"alah alasan doang tuh dia ! gua yakin dia kaya gitu cuma mau deket-deket aja sama sinta " kesel rio


raihan hanya diam, matanya terus menatap sinta yang lagi tertawa dengan devan


"tumben lo han gk ke kantin bareng si amel lagi ? "tanya susi


"eh iya juga ya, udah beberapa hari ini kok gua jarang liat lo sama amel lagi ya ? " tanya arga membenarkan


"bener juga sih kata mereka, gua juga gk pernah liat lagi lo sama amel. lo lagi marahan bukan ? "


"enggak din, kita gk marahan "


"ada di kelas " dinda hanya mengangguk


"oh iya kita mau tanya nih sama kalian berdua, waktu itu kalian pernah bilang kan sama kita kalau sinta kaya abis nangis pas masuk ke kelas ? " tanya arga


"oh yang itu ya dia waktu itu kaya abis nangis "


"apa dia ada masalah sama orang tua nya ? "


"setahu kita dia gk pernah tuh berantem sama orang tua nya. lagian orang tuanya aja sayang banget sama sinta " jelas susi


"terus...itu dia kenapa ? "


"ehm...gk tau, kita waktu itu lupa tanya sama dia "


"kok bisa lupa sih ?! "


"ya namanya juga orang lupa arga ! kita mau tanya juga sinta nya lagi sama devan " kesel dinda

__ADS_1


"maaf ya ayang dinda....jangan marah dong..."


dinda hanya cemberut


"hahaha.... emangnya enak, dinda marah sama lo " ledek rio


"diam lo rio gk usah ledekin gua "


diam-diam ternyata dinda tersenyum kecil


"kenapa jadi ribut ? "


"ya atuh noh dik, si teh rio ledekin duluan " tunjuk arga


"eh ngataiin gua lagi lo "


"syuttt jadi ribut gini, pusing gua denger nya " susi pura-pura menutup telinganya


"ya ampun bebeb susi.... berisik ya ? "


"sok perhatian "


rio menatap arga tajam


"apa lo ?! "


"lo berdua berantem, gua suruh pergi ya si susi sama dinda nya ? "


"eh....jangan dong dika...kan kita belum puas ngeliat bidadari nya "


"betul kata rio "


susi dan dinda merinding mendengar nya


"ih...kita merinding tau gk ?! "


"ya ampun...kalian jahat amat, di kata hantu kali ya kita "


dika hanya mengeleng kepalanya

__ADS_1


__ADS_2