
di cepetin aja hari nya 😅
sudah beberapa hari ini raihan terus berusaha berbicara dengan sinta, tetapi sinta masih saja tidak mau mendengar kan raihan
raihan sedang berada di kelasnya sambil merenung membuat teman-temannya khawatir
"han...udah dong jangan merenung terus " kata rio
"tau lo, merenung terus....gk kaya dulu ceria "
"maaf ya. tapi emang hati aku lagi gk mood banget "
"cinta memang bisa membuat hati kita sedih ataupun bahagia "
"sok puitis banget lo arga " ledek rio. arga hanya nyengir
"masih tentang sinta juga ? " tanya dika
raihan mengangguk
"habisnya aku bingung dik, kenapa aku merasa sinta jauhin aku "
"coba lu tanya lagi dia "
"tetap aja dia gk mau dengerin penjelasan aku dik "
"coba buat kesimpulan, lo pernah buat dia marah gk ? " raihan menggeleng
"atau lo lagi ada masalah sama dia ? " raihan menggeleng lagi
"yakin lo gk ada masalah sama sinta ? "
"beneran arga, aku gk ada buat salah sama sinta selama ini "
"tapi tunggu, terus...kalo misalnya lo gk pernah buat salah sama dia...kenapa waktu itu dinda dan susi bilang kalau sinta kaya abis nangis pas mau masuk kelas ? "
raihan diam
"mungkin lagi ada masalah kali sama keluarga nya " kata rio
__ADS_1
"mungkin aja sih, coba nanti kita tanya ke dinda dan susi pas istirahat "
istirahat
mereka semua lagi ngumpul kecuali sinta yang saat ini lagi duduk bareng devan
"lo berduaan mulu, gk ngajak sinta makan bareng lagi gitu ? "
"kita berdua selalu ajak sinta kok arga ya....tapi kan saat ini sinta lagi nemenin devan dulu. soalnya devan belum kenal siapa-siapa selain sinta "
"alah alasan doang tuh dia ! gua yakin dia kaya gitu cuma mau deket-deket aja sama sinta " kesel rio
raihan hanya diam, matanya terus menatap sinta yang lagi tertawa dengan devan
"tumben lo han gk ke kantin bareng si amel lagi ? "tanya susi
"eh iya juga ya, udah beberapa hari ini kok gua jarang liat lo sama amel lagi ya ? " tanya arga membenarkan
"bener juga sih kata mereka, gua juga gk pernah liat lagi lo sama amel. lo lagi marahan bukan ? "
"enggak din, kita gk marahan "
"ada di kelas " dinda hanya mengangguk
"oh iya kita mau tanya nih sama kalian berdua, waktu itu kalian pernah bilang kan sama kita kalau sinta kaya abis nangis pas masuk ke kelas ? " tanya arga
"oh yang itu ya dia waktu itu kaya abis nangis "
"apa dia ada masalah sama orang tua nya ? "
"setahu kita dia gk pernah tuh berantem sama orang tua nya. lagian orang tuanya aja sayang banget sama sinta " jelas susi
"terus...itu dia kenapa ? "
"ehm...gk tau, kita waktu itu lupa tanya sama dia "
"kok bisa lupa sih ?! "
"ya namanya juga orang lupa arga ! kita mau tanya juga sinta nya lagi sama devan " kesel dinda
__ADS_1
"maaf ya ayang dinda....jangan marah dong..."
dinda hanya cemberut
"hahaha.... emangnya enak, dinda marah sama lo " ledek rio
"diam lo rio gk usah ledekin gua "
diam-diam ternyata dinda tersenyum kecil
"kenapa jadi ribut ? "
"ya atuh noh dik, si teh rio ledekin duluan " tunjuk arga
"eh ngataiin gua lagi lo "
"syuttt jadi ribut gini, pusing gua denger nya " susi pura-pura menutup telinganya
"ya ampun bebeb susi.... berisik ya ? "
"sok perhatian "
rio menatap arga tajam
"apa lo ?! "
"lo berdua berantem, gua suruh pergi ya si susi sama dinda nya ? "
"eh....jangan dong dika...kan kita belum puas ngeliat bidadari nya "
"betul kata rio "
susi dan dinda merinding mendengar nya
"ih...kita merinding tau gk ?! "
"ya ampun...kalian jahat amat, di kata hantu kali ya kita "
dika hanya mengeleng kepalanya
__ADS_1