
ruang tamu
mereka semua saat ini sedang berada di ruang tamu sambil mengobrol
"aku bener-bener gk nyangka loh.....kalo kamu orang tua nya sinta "
"sama,aku juga gk nyangka rani "
"pantesan gua ngelihat raihan mirip seseorang, ternyata anak lo rudi "kata pak herman
"ya iyalah siapa dulu bapaknya, ganteng kan anak gua "narsis pak rudi
"narsis banget lo rudi "omel bu susi
"ya emang kenapa ?? gk boleh gitu ?? "
"untung aja sifat ngeselin lo gk nurun ke raihan,coba kalo nurun ? beuh... pasti ngeselin kaya lo gini "
"bener kata lo sus, untung aja sifat mas rudi yang ngeselin gk nurun ke raihan.gua aja suka kesel banget sama dia "
"ya Allah mah...jadi selama ini mamah kesel sama papah ?? "
"iya... makanya jadi orang jangan ngeselin ! "
"emang enak lo rudi "ledek pak herman
"papah juga sama,jangan suka ngeselin ! "
"iya mah...papah janji gk ngeselin lagi "
"alah... penipu "
para orang tua asik dengan pembicaraan mereka sedangkan anak-anaknya malah pada diam
"bosen banget gua,disini cuma diam sambil mendengarkan pembicaraan mereka " keluh sinta
"ehmm....lebih baik kita ke taman belakang yuk ?? lihat langit malam "
"ya udah yuk... bosen gua "
"yuk...aku ijin dulu ke mereka ya "
__ADS_1
"ok..."
"mih...pih...om...tante..."panggil raihan
semua menoleh
"ada apa sayang ?? "
"aku....sama sinta mau ijin ke taman belakang ya lihat langit malam, bolehkan om...tante...??? "
"ya sudah boleh....."
"makasih ya tante "
"iya...sama-sama "
"yok sinta,kita ke taman belakang "
"yuk...."
mereka pun pergi ke taman belakang
"anak-anak kita udah pada gede ya "
"gimana....kalo mereka kita jodoh kan aja ?? "usul pak rudi,dan semuanya langsung terkejut
"jodohin ??? "
"iya...kaya di novel gitu "
"pah...kamu ada-ada saja deh...."
pak rudi hanya tertawa
"papah cuma bercanda mah...lagian papah akan membebaskan anak-anak untuk memilih pasangan hidup nya sendiri tanpa paksaan dari kita "
"betul katamu rudi, saya setuju dengan pendapat kamu.saya juga akan membebaskan sinta untuk memilih pasangan hidup nya sendiri "
"tapi...kamu harus awasin sinta herman, bagaimana pun dia perempuan. jangan sampai sinta salah memilih pasangan "
"iyalah rani,nanti saya dan istri akan berusaha untuk menjaga sinta "
__ADS_1
"saya juga gk akan keberatan kalo misalnya raihan memilih sinta sebagai pasangan hidupnya, bagaimana pendapat kamu sus ??? "
"aku seterah sinta aja rani,kalo misalnya sinta memang mencintai raihan saya tidak akan melarangnya "
entah kenapa.... dalam hati ku berharap sinta lah yang akan menjadi pasangan hidup raihan
batin bu rani
aku hanya bisa berdo'a jika sinta dan raihan berjodoh... semoga tidak ada halangan diantara mereka....
batin bu susi
taman belakang
sinta dan raihan sedang duduk di rumput sambil menatap langit malam yang di penuhi oleh bintang-bintang
"bagus banget ya rai... pemandangan nya,banyak banget lagi bintang nya "kata sinta dengan takjubnya
"iya sinta.... bagus banget pemandangan nya "balas raihan tetapi matanya malah menatap sinta
sinta menoleh dan terkejut karena raihan malah menatap nya dan itu membuat jantung sinta deg-degan
"rai ??? "tanya sinta bingung
"cantik..."
kata tersebut terlontar begitu saja dari bibir raihan
"hah ?! lo bilang apa ?? "
raihan jadi gelagapan
"hah ??? emangnya... aku bilang apa ?? "
"enggak... lupakan aja "sinta menunduk
gua gk salah denger kan kalo.... raihan bilang gua cantik ???
sinta jadi salting sendiri
aduh...kok aku ngomong kaya gitu ya ???
__ADS_1
sinta dan raihan malah saling menunduk dan menutupi wajah mereka karena merasa malu.....
tidak perlu mencari orang lain untuk mendapatkan kebahagiaan jika orang di dekat mu saja bisa membuat mu bahagia....