
raihan masuk ke kamarnya dan menghela napas lega
"Kayanya....oma percaya, syukurlah kalo begitu. maafkan aku oma sudah bohongin oma....."
ia duduk di kasur sambil mengusap wajah nya
tok tok tok
pintu kamarnya berbunyi
"raihan ?? ini mamih sayang ?? "
"masuk aja mih, pintunya gk di kunci "
bu rani masuk ke dalam sambil membawa makanan
"sayang....kenapa belum ganti bajunya ?? nanti kamu sakit lagi "
"iya mih....nanti raihan ganti "
bu rani mengusap kepala anaknya
"mih.... makasih ya udah ngertiin raihan "
"iya sayang...mamah sebenarnya gk tega lihat kamu sedih "
"maafin aku ya mih... gara-gara aku...mamih jadi ikut bohongin oma "
"enggak apa-apa kok, lagian mamah kurang setuju sama oma buat jauhin kamu dari sinta. menurut mamah apa salahnya kalian berteman kan ?? "
"oma itu melihat sinta dari status sosial nya mih...."
"memang iya...."
"dari dulu oma seperti itu, waktu aku tinggal di rumah oma...oma selalu melarang aku juga "
"oma akan izin kan aku main apabila kita sama-sama kaya, padahal....aku pengennya berteman dengan siapa aja "
bu rani memegang tangan raihan
"yang kamu lakukan itu benar, kita harus saling bersosialisasi dengan siapa saja. gk mengenal status masing-masing "
"jadi mamih harap kamu selalu terapkan itu ya sayang ?? "
__ADS_1
"iya mih..."
"ya sudah sekarang kamu ganti baju dulu habis itu makan ya, mamih akan keluar "
"iya mih.... makasih ya "
"sama-sama " bu rani keluar, ia pun mengganti bajunya
rumah sinta
sinta sampai di rumah, kebetulan orang tuanya sedang menunggunya
"Assalamu'alaikum "
"Wa'alaikumsalam.... sayang " bu susi memeluk sinta
"kamu gk apa-apa kan ?? "
"sinta gk apa-apa kok mah "
"baju kamu lumayan basah...sekarang kamu ganti baju ya "
"iya mah, sinta ganti baju dulu ya "
"habis itu jangan lupa makan "
sinta masuk ke dalam rumah
"untungnya sinta gk apa-apa ya pah "
"mamah gk perlu khawatir, papah yakin raihan bisa menjaga sinta "
"iya pah..."
tiba-tiba handphone bu susi berbunyi, telpon dari bu rani
"Assalamu'alaikum rani... "
"Wa'alaikumsalam,susi apakah sinta baik-baik saja ?? "
"Alhamdulillah....sinta baik-baik aja, raihan bagaimana ?? "
"dia baik-baik saja kok "
__ADS_1
"syukurlah...."
"maaf ya sus, anak aku ngajak main sinta tanpa pamit sama kamu "
"gk apa-apa, yang penting bagiku sinta baik-baik saja "
"susi...kamu gk marah kan kalau raihan dekat sama sinta ? "
"ya enggaklah, untuk apa marah ?? lagian.... sinta sepertinya senang "
"raihan juga senang banget dekat sama sinta, jarang loh aku lihat raihan sesenang itu apalagi sama perempuan."
"sama... biasanya sinta tuh agak jarang deket sama laki-laki, kecuali yang membuat nya nyaman "
"iya.. kecuali yang membuat nya nyaman aja "
"bener banget ..."
"susi udah dulu ya telponnya, aku takut ketahuan sama mamah marni "
"iya...jaga kesehatan ya buat kamu dan sekeluarga "
"kamu juga, bye "
"bye "
tit
"rani nelpon ?? "
"iya dia cuma bilang minta maaf soalnya raihan ngajak sinta gk pamit sama kita "
"ya gk apa-apa kok yang penting sinta baik-baik saja "
"iya mamah udah bilang kaya gitu "
"ya udah kita masuk yuk, hari udah sore "
mereka pun masuk
kamar sinta
sinta tersenyum... ia senang bisa jalan ke taman bareng raihan
__ADS_1
"semoga selamanya kita bisa dekat seperti ini rai.....gua gk mau kita jauh rai...." harap sinta
ia membaringkan tubuhnya di kasur