
Sinta dan Raihan saat ini sedang duduk di bangku bekas yang berada di belakang sekolah. Sedari tadi mereka hanya membisu.
"Sinta!"
"Rai!"
Panggil keduanya berbarengan.
"Kamu aja duluan, Sin."
"Lu duluan aja." Raihan menghembuskan nafas nya.
"Kamu beneran ya pacaran sama devan?" tanya Raihan penasaran.
"Iya."
"Sejak kapan?"
"Tadi malam, Devan minta gua jadi pacarnya."
"Kamu menerima nya?"
"Ya gak ada alasan gua buat nolak, kan?"
Raihan terdiam. Memang benar ucapan Sinta tidak ada alasan untuk menolaknya, tapi hati Raihan gak terima akan hal itu.
"Kamu cinta sama dia?" Sinta tersenyum kecil.
"Kalau gua gak cinta untuk apa gua nerima devan?"
"Tapi--"
"Rai, mulai sekarang jauhin gua."
__ADS_1
Raihan menatap sinta tak percaya. Hatinya seketika begitu sesak.
"Kenapa ? Apa Devan melarang kamu?" Sinta menggangguk pelan.
"Tidak bisakah kita dekat walaupun cuma jadi sahabat?"
"Maaf Rai, tapi gua gak mau nyakitin hati Devan. gua harus jaga perasaan nya karena sekarang dia pacar gua sekarang."
Raihan menunduk lemas. Begitu juga tubuhnya.
"Tapi Sin--"
"Gua pamit, gua takut ada orang yang melihat kita dan jadi salah paham." Sinta berdiri dari duduknya, tapi tangganya di tahan oleh Raihan.
"Sin?"
"Makasih banyak Rai mau jadi sahabat gua selama ini. Jujur gua seneng banget bisa jadi sahabat lu. Makasih banyak ya."
"Seandainya kamu tahu Sinta kalau selama ini aku sangat mencintai mu ...."
"Andai saja aku punya keberanian untuk mengatakan nya!" Raihan mengacak-acak rambut kasar.
Sementara itu Sinta berlari menuju kamar mandi dan masuk ke dalamnya. Ia menangis di sana.
Maafin gua Rai, maaf karena gua nyakitin hati lu. Sekali lagi gua minta maaf ....
...****...
Saat ini mereka sudah naik kelas akhir, yang berarti sebentar lagi para murid akan lulus dari SMA.
Murid-murid sedang berada di kantin termasuk Raihan dan teman-temannya. Di sana juga ada Dinda dan Susi. mereka selalu bersama setiap hari minus Sinta.
Oh iya, ngomong-ngomong soal Rizky dan Raihan hubungan mereka sudah mulai membaik. Walaupun setelah kejadian itu rizky mendapat banyak cemoohan dari para murid tapi ia gak peduli.
__ADS_1
Rizky sedang kuliah saat ini di salah satu universitas ternama. Nilai kelulusan nya kemarin cukup bagus dan membuat bangga kedua orang tuanya.
Sifatnya menjadi lebih dewasa sekarang karena akan menggantikan posisi Rudi sebagai direktur perusahaan.
Memon haru sempat terjadi di hari kelulusan.Saat Rizky memeluk Raihan erat karena kita ketahui selama ini Rizky tidak pernah mau mengaggap Raihan sebagai adik nya. Beruntung karena kejadian itu juga Rizky lebih perhatian pada sang adik.
Hubungan Marni dan Amel juga sudah seperti biasa. Bahkan mereka seminggu sekali shopping bersama.
Namun tentang hubungan Raihan dan Sinta ....
Kini nampak seperti orang asing. Mereka tetap menyapa tapi tak pernah ngobrol bersama seperti dulu.
"Gk kerasa ya kita udah kelas 3 aja. malahan 3 bulan lagi kita akan lulus," ucap Dinda.
"Bener Din, perasaan kemarin kita masih MOS." timpal Rio.
"Oh iya ngomong-ngomong, kalian berdua masih sahabatan gak sama Sinta?" tanya Arga penasaran.
"Ya masih lah, kita sering chatan kok. Bahkan kita setiap pulang sekolah main ke rumahnya," jawab Susi.
"Oh gitu, tanyain ke Sinta kenapa keluar dari grup, " ucap Rio. Mereka memang memiliki grup chatting.
"Gua juga pernah nanya, tapi jawaban nya emang mau keluar aja katanya. Lagian dia gak enak sama Devan."
"Ya tapi jangan gini juga kali Din. Kita tahu Sinta pacar Devan sekarang, tapi emang nya kita gak boleh berteman sama sinta? Gak boleh tau keadaan nya gitu? Posesif amat si Devan!" Arga kesel sendiri jadinya.
"Ya udah, biarin aja Arga yang penting kita masih bisa tahu keadaan Sinta lewat mereka berdua." Dika menengahi.
"Iya Dik, pasti kita berdua akan kasih tahu kok. Kalian emang best friend terbaik lah," ucap Susi sambil mengacungkan jempol.
Raihan hanya diam saja sedari tadi. Semenjak jauh dari Sinta sifat nya lebih diam tidak seperti dulu yang ceria.
Orang tuanya pun sempat khawatir dengan perubahan sang anak. Namun mereka juga mengetahui kalau Raihan dan Sinta sudah tidak dekat seperti dulu lagi.
__ADS_1