
keesokan harinya sinta dan raihan sama-sama menemui amel di belakang sekolah saat jam istirahat
"rai sebenarnya ada apa amel mau ketemu sama gua ? "
"entahlah, aku juga gk tau "
mereka sampai di sana, ternyata amel juga sudah datang
"amel "
amel menoleh ke belakang
"eh sinta, raihan sini duduk "
mereka duduk di samping amel
"ehmm kata raihan semalam lo mau ketemu sama gua ya ? ada apa ? "
"gua denger dari raihan katanya lo gk pernah pergi atau main lagi ya sama raihan semenjak gua melarang kalian berdua deket "
sinta menatap raihan sekilas kemudian menjawab pertanyaan amel dengan anggukan
"maafin gua ya pasti itu membuat kalian gk nyaman "
"enggak kok mel, lo kan gk bermaksud seperti itu "
"iya.... kalau bukan karena oma gua gk mau, gua juga mengerti bagaimana rasanya di pisahkan sama orang tersayang "
raihan dan sinta kompak menunduk
"eh kalian kenapa nunduk gitu ? ciee...malu ya ? apa...yang gua katakan barusan bener ? "
"amel hentikan ! " raihan berseru
"hahaha...iya deh, gua paham kalian berdua itu malu-malu kucing "
seketika hening
"oh iya gua mau tanya, kalian berdua itu keseringan kalau main kemana ? "
"kita biasanya ke taman bunga " jawab raihan
"taman bunga ? "
"iya masa kamu lupa, kamu kan pernah di ajak oma kesana waktu kamu lagi galau "
"ohhh.... iya gua inget taman bunga itu "
"galau kenapa ? "
"syuttt....jangan kasih tau sinta han "
"curang " amel tertawa
"bercanda, nanti aja di kasih taunya sama raihan "
"sinta boleh tau tentang itu ?! "
"iya....gua gk keberatan kok, lagian lo mau kan sinta kenal gua lebih dalam ? "
__ADS_1
"iya gua mau "
"oh iya bagaiman habis pulang sekolah kalian pergi ke taman bunga itu ? "
"gimana cara nya ? oma kan pasti gk bakal kasih izin "
"ish han jadi gua minta izin sama oma buat ngajakin lo main gitu, tapi gua di dalam mobil kalian di tamannya "
"kamu gk bilang ada sinta ? "
"ngapain bilang sih ?! yang ada gk bakal di izinin lah "
"berarti kamu bohong dong sama oma ?! "
"iyalah "
"Jangan mel, gua gk mau lo bohong sama oma marni " cegah sinta
"tapi ini satu-satunya cara biar kalian bisa bersama, emangnya kalau gua jujur oma bakal izinin gitu ? "
raihan menggeleng
"gua tau itu gk baik, tapi ini cara terbaik biar kalian bisa bersama "
"dan gua juga sudah memutuskan untuk membantu kalian biar kalian kaya dulu tapi secara diam-diam tanpa ketahuan oma marni "
"kalau ketahuan bagaimana ? " tanya raihan
"biar itu jadi urusan gua "
"mel...." sinta memegang tangan amel
"gua cuma gk mau lo kena marah "
"udah tenang aja sih, sekarang mah kita santai dulu aja "
sinta hanya menggeleng kan kepalanya, ia tidak habis pikir dengan cara amel yang ingin membantu nya agar dekat sama raihan
pulang sekolah
sinta, amel dan raihan menuju parkiran. di sana ternyata sudah ada pak dadang
"sebentar gua telepon oma dulu " tak lama telpon pun di angkat
"ini diangkat, gua loud speaker ya "
tit...
"siang omaku tersayang "
"siang juga kesayangan nya oma "
"oma...amel mau minta izin dong "
"minta izin apa sayang ? "
"amel mau ngajakin raihan main oma, bolehkan ? "
"oh gitu...tentu aja boleh dong sayang, apa sih yang gk buat kamu, lagian bagus kamu ajak raihan main biar dia gk kepikiran sama si anak kampung itu terus ! "
__ADS_1
sinta yang mendengar nya langsung sedih, hatinya terasa sesak. segitu nya oma marni membenci nya ?
"hahaha...iya oma, ya udah kalau gitu amel tutup ya telpon nya. makasih ya oma "
"sama-sama sayang "
tut...
panggilan pun berakhir, amel langsung mengelus punggung sinta
"sinta...lo baik-baik saja kan ? " sinta hanya mengangguk sambil menunjuk kan senyum tipis
raihan menatap sinta sendu, dalam hatinya ia ingin sekali memeluk sinta dan menghibur nya
"ya sudah... sekarang kita pergi ke taman ok ? " sinta menggangguk
"lo mau bawa motor ? "
"iya "
"jangan...lebih baik lo sama kita aja naik mobil sinta "
"gk usah, gua bawa motor gua aja "
"tapi...."
"udah mel gk apa-apa, kalian jalan duluan gua nyusul ok ? "
"baiklah, ayo han "
raihan menatap sinta
"kenapa ? "
"kamu yakin mau bawa motor ? "
"iya, memang nya kenapa ? "
"aku khawatir sama kamu, aku takut saat kamu mengendarai motor nanti kamu kepikiran sama perkataan oma tadi...."
sinta tersenyum
"gk kok rai lo tenang aja gk usah khawatir. gua akan mengendarai motor dengan baik "
"beneran ? "
"iya...udah sana masuk ke dalam mobil, nanti keburu sore kita ke taman nya "
"baiklah " raihan masuk ke dalam mobil dan mobil pun berlalu pergi, sinta menyusul nya dari belakang
di dalam mobil raihan memperhatikan sinta
"udah lo tenang aja "
"aku takut sinta gk konsen bawa motor nya gara-gara perkataan oma "
lo bener-bener sayang banget ya han sama sinta. walaupun lo gk pernah bilang tapi dari tindakan lo kaya gini gua semakin yakin kalau lo sangat mencintai sinta....
batin amel
__ADS_1