Cowok Manja Untuk Cewek Tomboy

Cowok Manja Untuk Cewek Tomboy
episode 158


__ADS_3

Raihan dan Sinta kompak gugup karena akan menjadi partner dansa pasangan. Mereka saat ini sedang berdiri berhadapan.


"Sudah ketemu sama partner dansa nya belum?" tanya MC.


"Sudah!"


"Sudah? Kalau begitu kita mulai dansa pasangan bersama! Kalian sudah tau kan cara berdansa?"


"Sudah!"


"Sekarang kita mulai berdansa! Musik!"


Musik pun mengalun dengan sangat merdu di telinga semua orang.


"Maaf ya Sinta." Raihan merangkul pinggang wanita cantik di depannya. Sedangkan wanita itu menaruh tangannya di pundak pria tampan ini.


Para murid yang melihat mereka langsung histeris karena mereka benar-benar seperti royal prince and princess di dunia fiksi.


Raihan yang tampan dan Sinta sangat cantik dengan gaun biru nya malam nya.


"Mereka seperti pasangan dunia fiksi yang aku baca di komik!"


"Wow! Mereka sangat romantis!"


"Aku kaya berada di dunia kerajaan!"


Riuh para murid-murid membuat mereka berdua malu, di sisi lain Devan tidak terima.


"Sial! Kenapa bukan gua yang jadi pasangan Sinta!"


"Devan, jangan cemburu. Ada aku di sini. Aku juga cantik," ucap cewek centil itu menggoda Devan.


Saking kesal nya ia meninggalkan cewek centil sendirian.


"Devan! Mau kemana? Aku di tinggal?"


Raihan dan Sinta berdansa dengan baik karena sebelumnya mereka sudah di ajarkan oleh teman-temannya.

__ADS_1


"Yes rencana kita berhasil, Sus!"


"Iya Rio, rencana kita berhasil!"


Ternyata semuanya sudah di rencanakan oleh mereka. Dengan sengaja mereka menyuruh orang yang membawa nomor untuk memberikan nomor yang sama kepada Sinta dan Raihan.


Tak berapa lama waktu berdansa pasangan berakhir. Semuanya bertepuk tangan.


"Wah, kalian berdansa dengan sangat hebat! Saya kagum dengan kalian semua. Nanti ajarin saya dansa jika ada yang berminat, ya?" ucapan MC membuat semua orang tertawa.


"Baiklah. sekian acara prom night malam ini. Saya sebagai MC mengucapkan terima kasih kepada kalian semua karena sudah berpartisipasi dalam acara ini.


"Beri tepuk tangan buat kita semua!" Tepuk tangan terdengar meriah.


"Sekali lagi terima kasih dan selamat atas kelulusan kalian! Semoga sukses di masa yang akan datang!" Semua murid mengaminkan.


"Selamat malam semuanya! Sampai jumpa di lain waktu." Para murid pun saling berpelukan perpisahan. Sinta dan Raihan masih berhadapan.


"Lu bagus banget dansa nya."


"Ya sudah, gua pergi dulu ya." Tangan Sinta di pegang oleh Raihan.


"Boleh kita ngobrol sebentar?" Sinta sedikit terkejut, namun tetap mengagguk pelan.


Mereka saat ini sedang berada di sebuah taman yang tak jauh dari tempat acara prom night. Tapi keduanya sama-sama diam.


"Cuacanya bagus ya malam ini," ucap sinta membuka kecanggungan.


"Oh iya bagus banget, di penuhi oleh bintang-bintang."


Malam ini langit di hiasi bintang-bintang dengan sangat cantik di tambah bulan berwarna terang.


"Sinta, setelah ini kamu akan lanjutkan ke mana?"


"Gua akan cari pekerjaan Rai."


"Kamu gk kuliah?" Sinta menggeleng. Ia tidak kuliah sebab tidak punya biaya.

__ADS_1


"Enggak. Gua mau cari pekerjaan aja buat bantuin keluarga..kalau lu? Akan kuliah? " Raihan mengangguk pelan.


"Dimana? Apa sama temen-temen lu lagi?" Raihan menggelengkan kepalanya membuat Sinta bingung.


"Aku akan kuliah di luar negeri, Sinta."


Wanita di hadapannya tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejut di wajahnya.


"Lu serius?"


"Iya"


Tanpa terasa air mata mengalir di pipi Sinta. Hatinya begitu sakit mendengar perkataan Raihan.


"Oh iya, aku juga mau mengucapkan terima kasih sama kamu karena sudah mau menjadi sahabat aku selama ini. Jujur aku senang banget bisa jadi sahabat kamu. Maaf ya selama ini kamu selalu menangis karena perlakuan oma ku ...." Pria kacamata itu menghembuskan napasnya pelan.


"Seharusnya, dari awal kita gk usah ketemu jika pertemuan kita ini membuatmu menangis. sekali lagi maaf."


Sinta tiba-tiba memeluk Raihan begitu erat. Ia kuburkan wajahnya di ceruk leher itu.


"Enggak Rai, gua bersyukur bisa jadi sahabat lo selama ini ... gua mohon jangan ngomong kaya gitu."


Raihan akhrinya membalas pelukan Sinta tak kalah erat. Ia juga mengelus punggung nya.


"Makasih sinta, makasih banyak atas segalanya."


Dari kejauhan mereka semua melihat keduanya dengan perasaan haru.


"Sedih banget sih mereka." Susi mengelap ingus nya dengan tisu.


"Jorok banget lu!" Dinda yang berada di samping nya langsung marah.


Dika, Arga, dan Rio tertawa melihat tingkah kedua teman Sinta itu.


"Berisik kalian! Nanti kita ketahuan!"


"Iya maaf," gumam mereka pelan.

__ADS_1


__ADS_2