
raihan berlari ke parkiran, matanya menatap sekeliling
"untunglah....kayanya pak dadang belum jemput "
raihan kembali berlari ke luar sekolah dan berhenti di sebuah toko menjual sepeda
"permisi mas...."
"iya mas ada apa ?? "tanya sang penjual sepeda
"saya mau beli sepeda "
"oh gitu... silahkan mas di pilih aja, mau yang mana ?? "
raihan melihat-lihat dan matanya tertuju pada sepeda berwarna biru yang ada boncengan nya di belakang
"ini.... harganya berapa pak ?? "
"oh itu harganya 1,5 juta mas "
"ya udah saya beli yang ini pak "
"baiklah, tunggu sebentar ya saya keluar kan dulu "
tukang sepeda tersebut mengeluarkan sepedanya diantara sepeda lain
"ini mas sepedanya "
"oh iya ini uang nya "raihan mengeluarkan uang dari dalam tasnya,ia sengaja mengambil uang di ATM sendiri tanpa di ketahui bu rani
"saya hitung dulu ya mas "
"ok pak "
penjual tersebut menghitung uang nya kembali
"sudah pas mas uang nya, makasih ya mas "
"iya pak sama-sama, kalo begitu saya permisi "
"iya mas, silahkan "
raihan langsung menaiki sepeda tersebut dan membawanya ke depan gang sekolah
setelah sampai ia turun dan menaruh sepedanya di warung
"bu....saya titip sepeda saya sebentar ya bu "
"iya mas "
raihan kembali masuk ke dalam sekolah dan menunggu sinta di parkiran motor,tak lama yang di tunggu datang
"raihan ?? "
"hai sinta "
"lo.... ngapain di sini ?? "
"aku nungguin kamu lah "
"terus ?? "
raihan cemberut
__ADS_1
"kamu gk baca surat aku ya yang di bawah kolong meja ?? "
"oh itu...gua udah baca "
"benarkah, bagaimana ?? kamu setuju kan ?? "
"maaf gua gk bisa ikut "
sinta bersiap menaiki motornya tetapi di tahan oleh raihan
"aku mohon sinta..... ikutlah denganku "
sinta menatap raihan
"please....ikut ya...."
sinta menghembuskan nafasnya
"baiklah... gua ikut "
"yes....ya udah yuk " raihan menarik tangan sinta
"eh tunggu, kita naik apa kesananya ?? "
"tenang saja, aku ada ide "
"tapi motor gua gimana ?? "
"bawa dulu ke warung yang ada di depan sekolah tau kan ?? "
"iya...."
" ya udah yuk bawa kesana "sinta menaiki motornya dan raihan duduk di jok belakang
"permisi bu "
"eh iya, mau ngambil sepedanya ya ?? "
"iya bu "
"silahkan "
"oh iya bu, saya....mau minta tolong boleh ?? "
"minta tolong apa ya ?? "
"saya mau menitipkan motor ini di rumah ibu dulu boleh sampai sore ?? "kebetulan di sebelah warung tersebut rumah sang pemilik warung
"oh iya boleh "
"makasih ya bu, oh iya ini buat ibu anggap aja sebagai uang penitipan motor "raihan memberikan uang 100 ribu
"eh gk usah mas "
"gk apa-apa bu, ambilah "
si ibu mengambil uang tersebut
"makasih ya nak "
"iya sama-sama, kalau gitu kami permisi "mereka pun pergi
selama di perjalanan sinta dan raihan hanya diam
__ADS_1
"rai.... sebenarnya.... kita mau kemana sih ?? "tanya sinta yang di bonceng di belakang sambil memegang pinggang raihan
"ke suatu tempat, aku yakin kamu pasti suka "
sinta hanya mengangguk
sementara di sekolah amel menyusul raihan di parkiran
"siang non amel "sapa pak dadang
"siang pak "amel celingukan
"kenapa non ?? "
"raihan mana ?? "
"den raihan ?? "tanya pak dadang bingung
"iya....raihan mana ?? "
"gk ada non dari tadi, malahan saya ngiranya den raihan bareng non amel kesininya "
"iya tadi sempet bareng terus tiba-tiba perut saya mulas, jadi saya suruh raihan duluan ke sini "
"yah non, berarti....den raihan kemana ya ?? "
"mana saya tau "amel menggaruk kepalanya, tak sengaja matanya melihat arga, dika dan rio lagi duduk di bawah pohon
"sebentar ya pak , jangan kemana-mana "
"iya non "amel langsung menghampiri mereka dan berteriak
"heh ! mana raihan ?! pasti lo tau kan di mana raihan sekarang !! "
mereka bingung
"lo ngapain nanya kita ?? kan selama ini raihan sama lo terus "kata rio
"tau lo nenek lampir "ledek arga
"apa kata lo ?! "
"udah gk usah ribut, kita pergi aja dari sini "ucap dika, merekapun pergi meninggalkan amel
"heh !! kalian belum jawab pertanyaan gua !! heh !!! "
"aish !! dasar nyebelin !!! "
amel kembali ke pak dadang
"kita balik aja pak "
"den raihan bagaimana non ?? "
"udah nanti aja, sekarang pulang dulu "
pak dadang diam
"tunggu apa lagi pak dadang ?! cepetan !! "
"baik non "
mobil raihan pun meninggalkan sekolah
__ADS_1