
Beberapa hari kemudian semua murid di beritahukan untuk berkumpul di aula sekolah. Mereka sudah duduk di tempat masing-masing.
"Selamat pagi semua."
"Selamat pagi pak."
"Enggak kerasa ya, kalian udah kelas 3 aja bapak ingatnya baru kemarin loh kalian MOS. Yang dulu saat MOS nangis karena di kerjain mana abdul?"
"Bapak jangan diingatkan lagi," rengek Abdul. Semua murid tertawa terbahak-bahak.
"Bapak hanya bercanda Abdul, dulu juga si Lala nangis karena di kerjain suruh pegang cicak."
"Bapak kenapa bawa nama saya juga? Nyebelin!" Lala juga marah-marah, tapi itu hanya marah bercanda.
"Ia-iya bapak bercanda, ya sudah bapak mengumpulkan kalian di sini hanya untuk bertanya. Kemarin Dika meminta izin kepada bapak untuk meminjam aula karena kalian ingin mengadakan prom night setelah 2 hari kelulusan apa benar?"
"Benar pak!" jawab murid semangat. Mereka memang sudah merencanakan akan mengadakan prom night setelah kelulusan. Dika menjadi ketua angkatan.
"Baiklah. Kalau begitu pihak sekolah mengizinkan kalian untuk melakukan acara tersebut di aula."
Semua murid bertepuk tangan gembira karena acara tersebut adalah ajang dimana mereka menunjukkan penampilan atau dandanan terbaik yang mereka miliki.
"Gua mau dandan yang cantik."
"Bener banget, gua mau ke salon dulu paginya."
"Ya kita luluran dulu guys."
"Oh iya, kalian jangan lupa dandan yang cantik dan ganteng ya," ucap Pak Dodo.
"Siap Pak!" Setelah itu mereka bubar dari aula.
"Wah gua harus tampil ganteng nih biar ayang Susi meleleh liat gua nanti." Rio menyisir rambut nya.
"Sok kepedean lu!" ejek Arga.
__ADS_1
"Iri bilang bos!" Mereka berantem dan Raihan hanya tertawa.
"Sudah jangan berantem mulu, untung aja sebentar lagi lulus jadi gua gk bakalan ngeliat lu berdua lagi!" ucapan Dika membuat Arga dan Rio mengelus dadanya.
"Astaga, jahat banget lu jadi temen!" sindir Rio.
"Tau lu, awas aja kangen sama kita!" sungut Arga. Dika merinding mendengar nya.
"Oh iya, tema nya jadi tentang kerajaan?"
"Iya jadi Rio, karena mereka semua maunya tema kaya gitu apalagi cewek-cewek."
"Berarti gua harus cari baju kaya pangeran kerajaan?"
"Lu cocoknya pake baju gembel aja!" sarkas Arga.
"Lu dari tadi ngajak ribut, ya! Ayo baku hantam!" Rio sudah ancang kuda-kudaan.
"Sudah di bilang jangan berantem! Heran gua sama lu berdua!"
"Sabar Dika." Raihan berusaha menenangkan. Tatapan tajam Dika membuat kedunya takut.
"Lu udah ada bajunya?" tanya Rio pada Raihan.
"Belum. Masih lama juga acara nya. Lagian aku gak tau ikut apa enggak."
"Kenapa?" tanya Arga.
"Soalnya aku gak tau berpenampilan kaya gimana, jadi apa."
"Lu tenang aja, tentang penampilan kita yang urus iya gak Dika, Rio?"
Mereka mengagguk mantap. Raihan seharusnya gak perlu khawatir. Ada mereka bertiga yang akan merubah penampilan nya.
"Pokoknya lu tenang aja gak usah khawatir. Kita akan merubah tampilan lu seperti royal prince ala-ala kerajaan."
__ADS_1
"Bener kata si Arga. lu tenang aja, oke? " Raihan menggangguk pasrah.
"Enggak sabar gua mau ubah penampilan si Raihan!"
"Sabar Arga, masih lama juga acaranya."
"Iya Dik, gua berharap semoga cepat." Raihan menggeleng-gelengkan kepalanya.
...****...
Sementara itu Dinda dan Susi berada di rumah Sinta. Biasa mereka akan main.
"Gua harus dandan yang cantik!"
"Kenapa, Sus? Biar di liat si Rio bukan?"
"Sembarang lu ! Gua mau tampil cantik biar gak ada yang ngataiin gua gembel lagi!"
Ya pernah ada adik kelas mengatakan kalau penampilan Susi seperti gembel, karena saat itu rambutnya acak-acakan padahal ia baru saja bangun karena tidur di kelas.
Pelajaran sebelum pulang sekolah gurunya berhalangan hadir jadi bebas mereka mau ngapain aja. Termasuk Susi yang lebih memilih tidur.
"Berani banget ngataiin lu gembel adik kelas." Dinda tertawa terbahak-bahak.
"Makannya gua mau dandan yang cantik!"
"Iya. Dandan yang cantik dah sana, tapi awas aja pas acara lu malah ketiduran lagi," goda Sinta. Susi mencebik bibirnya kesel.
"Oh iya. Lu ikut, kan?"
"Gak tau Sus, gua gak bisa dandan di tambah gua gak punya baju kaya gitu. Mungkin gua gk ikut kali."
"Enak aja! Enggak lu harus ikut! Soal dandan sama bajunya biar jadi urusan gua sama Dinda. Li tenang aja."
"Bener pokok nya lu harus ikut!"
__ADS_1
"Seterah kalian aja, pusing gua mikirin nya."
"Yes!" Mereka berdua kegirangan. Mari kita ubah gadis tomboy ini.