
keesokan harinya raihan menunggu sinta di parkiran, sinta pun datang dan turun dari motornya
"eh rai, lo ngapain di sini ? "
"aku... nungguin kamu sinta "ucapnya sambil tersenyum
"nungguin gua ? "
raihan mengangguk, sinta tersenyum tipis
"ngapain di tungguin sih ? "
"ya...gk apa-apa, biar ke kelasnya bareng "
"kan kita beda kelas " raihan cemberut
"ya udah kalau kamu gk mau ke kelas bareng aku, aku duluan aja " raihan siap melangkah tetapi tangannya di tahan oleh sinta
"hahaha... bercanda rai jangan ngambek dong, ya udah ayo kita ke kelas bareng "
"ayo " raihan mengeggam tangan sinta sampai di depan kelas
"lo ngapain sih megangin tangan gua, kan malu di liatin " dari tadi memang banyak murid yang menatap mereka
"biarin aja, sinta aku ke kelas dulu ya " sinta menggangguk
"nanti istirahat nya bareng ya "
"iyaaaa udah sana ke kelas "
"dih ngusir kamu mah "
"bawel, sana ke kelas "
"ya udah aku ke kelas, nanti istirahat aku jemput kamu ok, bye " raihan berlari menuju kelasnya
sinta duduk di bangkunya dan tak lupa senyuman mengembang, susi dan dinda merasa aneh
"eh sinta, lo sehat kan ? " sinta merasa bingung dengan pertanyaan teman-teman nya
"sehatlah, emangnya gua keliatan sakit ? "
"bukannya keliatannya sakit, maksudnya lo masih waras kan ? "
__ADS_1
sinta memukul pundak dinda pelan
"aww sakit...."
"lagian pertanyaan lo gk jelas "
"habisnya lo dari tadi senyum-senyum terus, kan kita merasa aneh ya sus " susi mengagguk
"ada apa sih ? keliatannya lo lagi seneng "
"ehm... sebenarnya gua sama raihan udah kaya dulu "
"maksudnya gimana ? " susi masih bingung
"maksudnya tuh gua sama raihan udah bisa deket kaya dulu, amel gk akan ganggu gua dan raihan lagi "
"hah ?! amel gk ganggu lagi ?! " dinda masih tidak percaya
"iya..."
"kok bisa ? gimana caranya ? "
"sebenarnya amel itu gk bermaksud buat misahin gua sama raihan, dia cuma di suruh oma nya raihan "
"iya sus....oma nya raihan gk suka gua deket sama raihan "
"loh emang nya kenapa ? "
"karena gua miskin, gk setara dengan raihan yang kaya raya "
"sumpah ini alasan yang gk masuk di akal loh, masih ada ya ternyata orang yang mandang stasus sosial " susi dan dinda geram
"yah namanya juga manusia "
mereka berdua memeluk sinta
"yang sabar ya bestie "
sinta menggangguk sambil tersenyum
"makasih ya kalian berdua selalu ada di samping gua "
"ya iyalah kita ini kan sahabatan, susah senang harus bersama "
__ADS_1
istirahat
sinta selesai membereskan buku-buku nya
"sinta "
"eh devan ada apa ? "
"kita ke kantin bareng yuk, nanti gua traktir makan deh "
"ehm...gimana ya ? " sinta bingung harus bagaimana, ia tidak enak menolak devan tapi dia juga ingin ke kantin bareng raihan
susi dan dinda yang melihat nya langsung menghampiri
"sinta, kayanya ada yang mau ketemu sama lo tuh di depan kelas "
"siapa din ? "
"liat aja "
sinta melihat ke jendela yang ternyata sudah ada raihan di sana
sinta tersenyum, ia tidak sadar kalau sedang di perhatikan devan
"ehmm...devan maaf ya gua gk bisa bareng lo,sekali lagi gua minta maaf "
sinta buru-buru keluar kelas dan bertemu raihan
"hai "
"ke kantin yuk ? "
sinta menggangguk senang, akhir nya mereka pun ke kantin bersama
devan termenung di tempat
"devan, kita berdua ke kantin dulu ya " susi dan dinda meninggalkan devan sendiri
sinta senang sekali melihat cowok itu, apa jangan-jangan sinta menyukainya ?
batin devan
semoga kalian sehat selalu ya 🤗
__ADS_1