
raihan sudah pulang dari sekolah,ia langsung ke kamarnya dan berdiri di depan jendela sambil menikmati pemandangan dari lantai 2
ia menghembuskan napasnya perlahan
"bener kan kataku....kalau sinta marah..."
flashback
raihan keluar dari kelas bersamaan dengan kelasnya sinta
ia tak sengaja melihat sinta
"sinta ! "panggilnya,sinta menoleh ternyata raihan
ya ampun...ada raihan lagi....gua harus menghindar
sinta berlari meninggalkan teman-temannya
"sinta lo mau kemana ?? tungguin kita dong !! ayo sus kita kejar !! "
"iya....ayo din !!! "susi dan dinda mengejar nya,raihan ingin mengejar nya juga tetapi tangannya di tahan amel
"udah...gk usah di kejar,lebih baik langsung pulang aja "
"tapi...."
"udah ayo !! "amel menarik tangan raihan keparkiran karena pak dadang sudah menunggu mereka
flashback off
raihan mengambil handphone nya dari dalam tas dan mencari nomor sinta
"aku harus menelpon sinta "setelah ketemu langsung memencet tombol menelpon
tutttt
"ayo dong sinta.... angkat telpon nya..."
tuttt
raihan terus mencoba menelpon sinta berkali-kali tapi tidak diangkat.
"kamu kemana sih sinta ?? padahal handphone kamu aktif "
"apa kamu sengaja ya gk mau angkat telpon aku ??? "
raihan mencoba menchat sinta
p
sinta... angkat telpon aku dong....
__ADS_1
aku mau ngomong sama kamu....
sinta ??
sinta ???
aku mohon angkat lah....
raihan terus mengirim chat nya tapi belum di baca hanya ceklis 2
"sinta pasti sengaja gk angkat telpon nya...pasti dia marah...."
raihan menenggelamkan wajahnya di tangan
"maafkan aku sinta...."
rumah sinta
sinta sedang duduk di meja belajarnya sambil memandang handphone nya yang terus berbunyi tanda panggilan telpon berkali-kali
ia lihat ternyata nama raihan di sana
"maaf rai...gua gk bisa angkat, jujur gua denger suara lo aja malah tambah bikin gua sakit hati...."
"sorry rai....sorry...."
sinta menghapus air matanya yang dari tadi mengalir
ting
sinta hanya melihatnya sekilas tanpa berniat membalas
"maaf rai... kayanya gua....akan nyerah aja mulai sekarang...."
"gua akan berusaha buat jauhin lo..."
"gua bener-bener gk sanggup lagi nahan sakit ini rai...."
sinta menangis,bu susi yang kebetulan mau ke kamar sinta melihatnya
"sayang...."
"mamah...."sinta memeluk bu susi erat
"kenapa ?? "
"mah...aku sudah memutuskan akan menjauhi raihan..."
"sayang...apa yang kamu katakan ?? kamu bilang kamu akan berusaha,tapi....kenapa malah memutuskan untuk menjauhi raihan sayang ??? "
"aku...gk sanggup mah.... hati aku udah gk kuat..."
__ADS_1
bu susi mengelus kepala anaknya
sayang.... ternyata hati kamu gk sekuat apa yang mamah bayangkan, walaupun kamu bertingkah seperti anak tomboy tapi ternyata hati kamu tetap lah perempuan yang mempunyai hati begitu lembut....
"sayang....mamah gk akan memaksa kamu, tapi... apakah kamu memang sudah siap jauh dari raihan ??? "
sinta mengambil napas
"siap gk siap sinta harus siap mah...sinta akan berusaha "
" dan sinta.....akan mencoba menyusun benteng di hati sinta mah supaya kuat "
bu susi mencium kepala sinta
"mamah akan selalu berdo'a untuk kamu sayang semoga diberikan jalan yang terbaik "
"makasih mah...."
"sama-sama sayang...."
rumah raihan
"hahaha....kamu yang bener sayang ?? kamu gk bohong kan sama oma ?? "tanya oma marni tidak percaya terhadap seseorang di telpon yang ternyata amel
"*beneran lah oma...ngapain sih amel bohong sama oma ku sayang...."
"amel tuh lihat pake mata kepala amel sendiri kalau anak kampung itu mukanya langsung sedih gitu oma pas raihan gendong amel*...."
amel sedang bercerita tentang kejadian di sekolah tadi
"bagus kalau begitu, oma yakin sebentar lagi hubungan antara raihan dan anak kampung itu akan berakhir "
"gimana oma ?? bagus kan ide aku ?? "
"bagus banget oma suka, kamu memang yang terbaik lah "
"siapa dulu dong oma, amel...."
"kamu memang tidak ada duanya,oh iya udah dulu ya sayang oma takut raihan nanti dengar "
"ok oma "
"bye sayang ku...."
"bye oma ku...."
oma mematikan panggilan nya
"rasain kamu anak kampung, siapa suruh lawan saya...."
"saya yakin hati kamu pasti sangat hancur saat ini...."
__ADS_1
"kamu tenang aja, ini belum seberapa....jika kamu melawan saya lagi....saya akan buat kamu lebih sakit hati lagi...."
oma marni tersenyum puas