
sore harinya raihan pulang ke rumahnya, saat buka pintu ternyata oma marni sedang duduk di ruang tamu
"eh cucuku sudah pulang sekolah ya ? " oma marni memeluk raihan senang
sedangkan raihan sangat bingung dengan kelakuan oma nya "iya..."
"raihan kenapa mukamu seperti itu ? "
"ehmm.... enggak apa-apa kok "
"benarkah ? "
"iya hahaha "
"oh iya oma tadi buat kue coklat loh yuk kamu cobain dulu "
"baik oma "
raihan duduk di meja makan, sedang kan sang oma menyiapkan kue coklat tersebut
"nah ini dia kue coklat untuk cucu kesayangan oma " menaruh nya di depan raihan
"makasih oma...."
"sama-sama ayo di coba "
raihan mencobanya, kue coklat buatan oma memang sangat enak. dari kecil setiap hari ia selalu meminta oma nya tersebut membuatkannya
"bagaimana enak gk ? "
"dari dulu kue coklat buatan oma memang sangat enak "
"wah makasih ya sayang " oma marni mencium kening raihan
"oh iya oma boleh tanya sesuatu ? "
"mau tanya apa oma ? "
"tadi bagaimana main sama amel seru gk ? " raihan tiba-tiba berhenti mengunyah
"pasti seru lah, amel itu anak yang sangat manis dan oma sangat menyukai nya "
"tidak seperti anak kampung itu, setiap kali oma melihatnya rasanya oma ingin cepet pergi karena oma sangat kesal melihat nya "
raihan bangkit dari duduknya "oma raihan ke kamar dulu "
"loh kue coklat nya belum habis ? "
__ADS_1
"raihan kenyang "
raihan berlalu pergi dari hadapan oma nya
seperti nya raihan masih belum bisa melupakan anak kampung itu ! saya harus cari cara agar anak kampung itu benar-benar pergi dari pikiran raihan !
batin oma marni
di kamar raihan menyandarkan kepalanya
"aku tidak suka oma bicara seperti itu tentang sinta, andaikan oma tau betapa baiknya sinta "
"oma selalu saja melihat seseorang dari status dan kekayaannya, bagi oma status itu sangat penting padahal menurut ku sifat mereka lah yang lebih penting "
"oh iya sinta udah sampai rumah belum ya ? coba deh aku telpon "
raihan mengambil handphone nya di saku
tut....
"halo rai ? "
"halo sinta "
"rai ada apa telpon apa terjadi sesuatu ? "
"tidak sama sekali kok "
"benarkah ? syukurlah. oh iya kamu lagi dimana ? "
"gua lagi di rumah, lo sendiri ? "
"sama aku juga lagi di rumah "
"oh gitu..."
"sinta "
"iya ada apa ? "
"maaf aku gk bisa mengantar mu sampai parkiran " sinta tersenyum
"gk apa-apa kok rai, oh iya terima kasih ya lo udah ngajak gua ke taman itu lagi "
"sama-sama, kamu senang ? "
"gua sangat senang "
__ADS_1
"aku senang kalau kamu juga senang "
"rai udah dulu ya gua mau bantu mamah masak buat makan malam "
"kamu bisa masak ? "
"bisalah, ya walaupun cuma ngulek sambal...hahahaha "
"hahaha...aku kira kamu beneran bisa masak, ya udah nanti aku ajarin kamu masak "
"beneran ya ? nanti ajarin gua cara bikin pancake yang enak itu "
"tenang aja "
"udah dulu ya bye "
"bye "
tit...
"syukurlah tidak terjadi sesuatu sama sinta, aku benar-benar khawatir "
skip
sudah 2 minggu lebih raihan dan sinta terus berhubungan tanpa sepengetahuan oma marni
"the best juga ide nya si nenek lampir, gua pikir dia kerjaannya cuma marah-marah " kata arga
"ya walaupun begitu kita tetap harus berterima kasih padanya, kalau bukan ide nya mungkin sinta dan raihan gk bisa kaya gini " tambah dinda
"betul juga sih, ya walaupun sifatnya bikin darah tinggi "
"eh rio kalo lo darah tinggi bukan karena amel, karena lo emang udah tua hahahaha "
mereka semua tertawa
"ya ampun ayang susi jahat amat sama babang rio, babang rio itu masih muda lihatlah " rio tersenyum imut
"idih !!! geli banget gua !!! " susi bergidik ngeri
mereka terus mengobrol tanpa sadar seseorang memperhatikan mereka
kamu sangat ceria sinta di depan mereka....
batin devan
"EKHM ! "
__ADS_1
seseorang berdiri di depan devan, devan menatap nya tajam