Cowok Manja Untuk Cewek Tomboy

Cowok Manja Untuk Cewek Tomboy
episode 137


__ADS_3

sore harinya raihan pulang ke rumahnya, saat buka pintu ternyata oma marni sedang duduk di ruang tamu


"eh cucuku sudah pulang sekolah ya ? " oma marni memeluk raihan senang


sedangkan raihan sangat bingung dengan kelakuan oma nya "iya..."


"raihan kenapa mukamu seperti itu ? "


"ehmm.... enggak apa-apa kok "


"benarkah ? "


"iya hahaha "


"oh iya oma tadi buat kue coklat loh yuk kamu cobain dulu "


"baik oma "


raihan duduk di meja makan, sedang kan sang oma menyiapkan kue coklat tersebut


"nah ini dia kue coklat untuk cucu kesayangan oma " menaruh nya di depan raihan


"makasih oma...."


"sama-sama ayo di coba "


raihan mencobanya, kue coklat buatan oma memang sangat enak. dari kecil setiap hari ia selalu meminta oma nya tersebut membuatkannya


"bagaimana enak gk ? "


"dari dulu kue coklat buatan oma memang sangat enak "


"wah makasih ya sayang " oma marni mencium kening raihan


"oh iya oma boleh tanya sesuatu ? "


"mau tanya apa oma ? "


"tadi bagaimana main sama amel seru gk ? " raihan tiba-tiba berhenti mengunyah


"pasti seru lah, amel itu anak yang sangat manis dan oma sangat menyukai nya "


"tidak seperti anak kampung itu, setiap kali oma melihatnya rasanya oma ingin cepet pergi karena oma sangat kesal melihat nya "


raihan bangkit dari duduknya "oma raihan ke kamar dulu "


"loh kue coklat nya belum habis ? "

__ADS_1


"raihan kenyang "


raihan berlalu pergi dari hadapan oma nya


seperti nya raihan masih belum bisa melupakan anak kampung itu ! saya harus cari cara agar anak kampung itu benar-benar pergi dari pikiran raihan !


batin oma marni


di kamar raihan menyandarkan kepalanya


"aku tidak suka oma bicara seperti itu tentang sinta, andaikan oma tau betapa baiknya sinta "


"oma selalu saja melihat seseorang dari status dan kekayaannya, bagi oma status itu sangat penting padahal menurut ku sifat mereka lah yang lebih penting "


"oh iya sinta udah sampai rumah belum ya ? coba deh aku telpon "


raihan mengambil handphone nya di saku


tut....


"halo rai ? "


"halo sinta "


"rai ada apa telpon apa terjadi sesuatu ? "


"tidak sama sekali kok "


"benarkah ? syukurlah. oh iya kamu lagi dimana ? "


"gua lagi di rumah, lo sendiri ? "


"sama aku juga lagi di rumah "


"oh gitu..."


"sinta "


"iya ada apa ? "


"maaf aku gk bisa mengantar mu sampai parkiran " sinta tersenyum


"gk apa-apa kok rai, oh iya terima kasih ya lo udah ngajak gua ke taman itu lagi "


"sama-sama, kamu senang ? "


"gua sangat senang "

__ADS_1


"aku senang kalau kamu juga senang "


"rai udah dulu ya gua mau bantu mamah masak buat makan malam "


"kamu bisa masak ? "


"bisalah, ya walaupun cuma ngulek sambal...hahahaha "


"hahaha...aku kira kamu beneran bisa masak, ya udah nanti aku ajarin kamu masak "


"beneran ya ? nanti ajarin gua cara bikin pancake yang enak itu "


"tenang aja "


"udah dulu ya bye "


"bye "


tit...


"syukurlah tidak terjadi sesuatu sama sinta, aku benar-benar khawatir "


skip


sudah 2 minggu lebih raihan dan sinta terus berhubungan tanpa sepengetahuan oma marni


"the best juga ide nya si nenek lampir, gua pikir dia kerjaannya cuma marah-marah " kata arga


"ya walaupun begitu kita tetap harus berterima kasih padanya, kalau bukan ide nya mungkin sinta dan raihan gk bisa kaya gini " tambah dinda


"betul juga sih, ya walaupun sifatnya bikin darah tinggi "


"eh rio kalo lo darah tinggi bukan karena amel, karena lo emang udah tua hahahaha "


mereka semua tertawa


"ya ampun ayang susi jahat amat sama babang rio, babang rio itu masih muda lihatlah " rio tersenyum imut


"idih !!! geli banget gua !!! " susi bergidik ngeri


mereka terus mengobrol tanpa sadar seseorang memperhatikan mereka


kamu sangat ceria sinta di depan mereka....


batin devan


"EKHM ! "

__ADS_1


seseorang berdiri di depan devan, devan menatap nya tajam


__ADS_2