
Setelah kejadian itu selesai, kelas berlanjut seperti biasanya. Namun kepala sekolah memanggil para murid yang terlibat kerusuhan tersebut.
“Kalian tahu apa yang telah kalian lakukan bukan? Kuharap kalian akan bertanggung jawab untuk semua ini.”
“Saya yang memulai semua ini kepala sekolah. Kuharap anda akan memberikan keringanan untuk yang lain.” Kouta mencoba untuk bernegosiasi dengan kepala sekolah.
“Bagus kalau kau mengatakannya dengan jujur, Kouta. Kau adalah orang yang spesial di kerajaan ini, walaupun kau ada di pihak balai pertahanan, kuharap kau akan menjadi dirimu sendiri sampai kapanpun.”
“Terima kasih kepala sekolah. Saya akan bekerja keras untuk memenuhi harapan anda.” Kepala sekolah mengangguk menanggapi jawaban Kouta.
“Lalu bagaimana dengan kalian bertiga?”
“Maksud anda pak?”
“Huh, terus terang saja. Setelah kalian memberikan perlawanan yang begitu kuat, aku pastinya tidak bisa membiarkan kalian tetap berada di kelas normal. Apakah kalian akan bersedia untuk ikut kelas khusus?”
KELAS KHUSUS !!
“Saya sangat menghargai pendapat anda pak. Namun saya sama sekali tidak ingin ada di kelas khusus. Entah kenapa saya hanya merasa sangat tidak cocok berada disana.”
“Ola ya kalau tidak salah. Jadi itu jawabanmu, lalu bagaimana dengan kalian berdua?”
“Kami sudah berjanji untuk tidak meninggalkan satu sama lain dalam keadaan apapun. Karena itu kami juga tidak bisa masuk ke kelas khusus pak.”
“Aku suka dengan sikap kalian. Tentunya aku menghargai keinginan kalian jadi aku tidak akan memaksa. Tapi kalian tidak bisa tinggal di kelas normal maupun unggulan dengan kemampuan individual yang mengerikan seperti itu.”
“Eh, maksud anda mereka harus keluar dari akademi ini jika tidak ingin mengikuti kelas khusus?” Iris mengeluarkan pendapatnya yang membuat yang lain menjadi panik.
“Pak kepala sekolah, apa benar seperti itu?”
“Dalam sebuah penilaian Iris memang sangat tajam, tapi untuk kali ini kau sedikit meleset. Aku tidak akan mengeluarkan mereka, melainkan membuat kelas khusus untuk mereka bertiga!”
MEMBUAT KELAS KHUSUS BARU !!
Walaupun itu terdengar mirip seperti sebuah lelucon, namun kepala sekolah benar-benar serius mengenai hal ini.
“Kelas Abnormal, seperti itulah kelas baru ini akan disebut. Lalu untuk kalian aku akan meminta seorang kenalan lamaku untuk menjadi pengajar kalian.”
“Kenalan lama anda?”
Krieet..!
Suara pintu yang berderit membuat semua orang didalam ruangan menoleh kearahnya. Suasana tiba-tiba menjadi sangat berat bagi para murid yang ada disana setelah kemunculan sosok tersebut.
__ADS_1
“Baru saja kubilang, kau langsung muncul.”
Seseorang berjenggot tebal dengan jubah lusuh masuk kedalam ruangan tersebut. Auranya sengaja dibiarkan keluar dan itu terasa sangat mengerikan.
“Aura seperti ini!” Aura seperti itu bukanlah hal yang asing bagi Meiga. Dulu waktu dia masih berada di hutan Mori Rose pernah menunjukkan tingkatan-tingkatan aura seseorang berdasarkan levelnya. Dan orang yang berada didepan Meiga tidak salah lagi adalah seorang great sage.
“Sudah berapa tahun lamanya kita tidak bertemu Gordon?”
“Entahlah, aku sendiri juga lupa kapan terakhir kali kita bertemu. Selain itu, kau sama sekali tidak berubah dari yang terakhir kali kulihat.”
“Huh, kukira apa yang ingin kau katakan, ternyata hanya hal yang tidak berguna. Lalu kau bilang ada beberapa orang yang mungkin bisa menerima cara pengajaranku disini, apa diantara mereka?” Orang itu bertanya kepada kepala sekolah sambil melihat satu persatu dari mereka.
Lalu kepala sekolah memberi tahunya. “Mereka bertigalah murid yang kukatakan kepadamu, namanya Ola, Zenin, dan Orin.” Kepala sekolah memperkenalkan dengan singkat.
“Zenin dan Orin memang terlihat menarik dimataku, namun Ola apakah gadis kecil ini akan dapat bertahan dengan metode mengajarku?” Kata-katanya yang menyebutkan tentang gadis kecil membuat Ola kurang senang, membuat dia angkat bicara disini.
“Maaf karena telah menyela pembicaraan anda. Jika aku tidak salah, anda adalah seorang great sage bukan? Maka saya akan baik-baik saja. Selain itu saya bukanlah seorang gadis, mohon perhatikan itu juga.” Itu adalah jawaban yang sangat tidak terduga baginya. Bahkan membuat kepala sekolah tertawa puas disana.
“Hahahaha. Dvergr, kau sebaiknya jangan meremehkan orang yang tidak menarik pandanganmu saja, karena diantara murid yang ada disini, Meiga bahkan bisa mengimbangi Kouta yang telah memiliki benih pahlawan sejati lo.”
“Cihh, tak kusangka aku akan lengah seperti ini. Ola ya namamu, akan kuingat baik-baik. Namun tak kusangka kau bahkan bisa membedakan tingkatan aura seseorang, kau pasti memiliki guru yang hebat.”
“Tentunya, guru saya sangat menawan dan juga sangat kuat.” Jawab Meiga singkat.
“Lalu Gordon, dimana kau akan menempatkan kelas Abnormal ini diakademi?”
“Untuk itu aku telah terpikirkan tempat yang sangat bagus. Didekat kuil suci lama, itu akan menjadi tempat pelatihan yang bagus bukan?”
“Hoh, sudah kuduga kau akan melakukan hal yang menarik.”
“Tentunya kau tidak akan betah bukan berada ditempat megah seperti ini.”
“Hmm, itu sudah tidak perlu ditanyakan.”
“Karena semua telah sepakat, kalian bisa membereskan tempat yang telah kalian hancurkan!”
Ah aku hampir melupakan itu. Kata Kouta dalam hatinya. Walaupun kepala sekolah tidak memberikan sebuah hukuman kepadanya, tapi balai pertahanan pasti akan memberi pelajaran yang berat untuknya.
Bagaimanapun mereka belum pernah tertahan seperti itu saat mencari masalah dengan seseorang. Itu bisa dikatakan sebuah kekalahan besar bagi mereka, karena tetap tidak menang walaupun seorang tetua ikut bersama mereka.
**
“Hei lihat itu, anggota kelas khusus yang terlibat keributan tadi. Mereka menuju kemari.” Salah seorang murid akademi yang sedang membahas keributan tadi menunjukkan kepada temannya bahwa Kouta dan yang lain sedang menuju kesana.
__ADS_1
“Ngomong-ngomong mereka hebat sekali ya, terutama si Kouta itu.”
“Daripada itu, kurasa gadis yang selalu bersama dengan nona Iris itu yang sangat keren. Dia bahkan bisa menghalau serangan seperti itu dengan mudah.”
“Itu sudah wajar bukan? Lagipula dia adalah yang paling jenius dalam sejarah kelas khusus.”
“He, itu memang benar. Namun yang menarik lagi bukankah bagaimana seorang murid kelas biasa bisa mengimbangi Kouta yang merupakan ace dari kelas khusus?”
“Entahlah, atau mungkin Kouta sebenarnya tidak sekuat yang dirumorkan?”
“Mungkin, tapi mungkin mereka bertigalah yang memang hebat. Kau lihat bukan bahkan tetua seperti tuan Hock dibuat kerepotan melawan mereka.”
“Iya, itu benar. Kouta tidaklah lemah, bahkan kau melihat bukan spirit modenya tadi. Diusia semuda itu sudah menguasai teknik roh. Sungguh mengerikan.”
Hal-hal seperti itu memang sudah menjadi pengetahuan umum di kalangan para murid. Namun yang membuat mereka heran adalah kenapa hanya seorang murid kelas biasa bisa imbang melawan ace kelas khusus.
**
“Kouta kau sepertinya sangat terkenal ya?” tanya Ola dengan santai.
“Huh, itu sudah wajar kan? Lagipula dengan fakta bahwa aku memiliki benih pahlawan saja sudah membuatku menjadi orang yang diperhitungkan oleh kerajaan.”
Iris tersenyum melihat mereka telah akur. “Hei Kouta, kau sebaiknya menjelaskan dengan benar kan kepada kami mengapa kau mulai menyerang Ola waktu itu!”
“Ola ya. Awalnyaaku sangat berharap kalau kau adalah Meiga.” Keluh Luna kepada Meiga yang hanya dibalas dengan tawa kecil.
“Meiga, siapa itu Luna?” Kouta yang penasaran pun mulai bertanya kepada Luna. Yang hanya dibalas dengan jawaban yang dingin. “Walaupun aku memberi tahumu kau tetap tidak akan mengenalnya bukan? Maka lebih baik kau menyimpan rasa penasaranmu itu!.”
Orin dan Zenin terkekeh mendengarnya. “Luna ya namamu. Bagaimana kau bisa menahan serangan Kouta dengan entengnya?” Tanya Orin dengan niatan mendekati Luna.
“Aku cukup mahir dalam berbagai sihir. Menguasai beberapa sihir tingkat tinggi adalah hal yang wajar kan?” jawabnya singkat.
“Tingkat tinggi ya? Jujur itu membuatku kesal lo Luna. Selama ini aku bekerja keras untuk menciptakan skill seperti itu, namun sama sekali tidak berguna didepan sihir tingkat tinggi.”
Menanggapi keluhan Kouta Iris mulai mengejeknya. “Karena itulah Luna disebut yang paling jenius diantara kita, dalam segi kekuatan individual mungkin kau lebih unggul tapi dalam ilmu sihir kau masih jauh dengannya, karena itu kau tidak akan bisa mengalahkan Luna dengan mudah!”
“Tapi bukankah akan sangat beresiko menggunakan sihir dalam sebuah duel?” Meiga melanjutkan pembicaraan dengan mengatakan pendapatnya.
“Jadi begitu kau memandangnya. Tapi aku bisa merapalkan sihir dengan bertarung. Walaupun fokus memang terbagi, tapi merapalkan sihir tidak menyegel skill kita bukan?” Heh kenapa aku tidak pernah memikirkannya dari dulu. Itulah yang dipikirkan oleh Meiga saat mendengar jawaban Luna.
“Kita sudah sampai. Ayo cepat kita bereskan semua ini!” Ucap Kouta yang sedang menyemangati dirinya sendiri.
“Aku tak ingin mendengar itu darimu!” keluh Iris kesal. Mereka berenam pun mulai membereskan halaman yang telah dibuat berantakan oleh mereka.
__ADS_1