
Dalam perjalanan kembali, Kohei dan Iko terlihat sedang dihadang oleh seseorang dipintu tersebut. Orang itu adalah sosok familiar bagi mereka yang tidak lain adalah komandan balai penyerang depan, El-safa. Dia tampak sedang mencegah mereka berdua saat hendak kembali ke ruangan.
“Tunggu sebentar, ada hal menarik yang ingin kuperlihatkan pada kalian—sambil berjalan mendekat, dia mulai menunjuk kearah komentator berada—Lihatlah itu!” Disana terlihat seseorang sedang berbicara kepada sang komentator ditengah meriahnya sorakan penonton.
“Seragam itu? Balai perlindungan! Kenapa mereka kemari?” Reaksi kaget yang ditunjukkan Kohei membuat El-safa tertawa kecil. Kohei sangat jarang bereaksi terhadap sesuatu, dan melihatnya terkagetkan akan kehadiran mereka, menunjukkan bahwa ini pasti bukan suatu hal biasa.
“Ckk,—Kohei berdecak karena kesal akan reaksi dari El-safa—kau seharusnya juga mengerti kan kalau orang-orang itu hanya akan muncul saat sesuatu besar telah terjadi!” Disaat Kohei menampakkan emosinya, Iko merasa bahwa hal yang tidak beres sedang terjadi saat ini. Saat itulah sebuah pengumuman dari menara komentator terdengar diseluruh Coloseum.
“Tolong dengarkan baik-baik para saudaraku. Kami adalah anggota dari balai perlindungan. Mungkin kalian semua bertanya-tanya setelah melihat pertandingan tadi. Kenapa Iko bisa kalah semudah itu, atau kenapa Luna bisa sekuat itu. Disini aku akan memberikan pengumuman besar kepada kalian semua yang hadir disini.
Sebelumnya turnamen ini memiliki dua bentuk yaitu individu dan kelompok. Lalu kami juga menambahkan sistem faksi didalamnya, hal itu tujuannya adalah untuk menghindari perpecahan dari dalam kerajaan kita sendiri. Seperti yang kalian tahu bahwa sebelumnya para orang-orang ini seluruhnya berasal dari akademi, tapi apa mereka hanya belajar diakademi? Jawabannya adalah tidak.” Orang itu terus berbicara panjang lebar diatas sana, intinya seperti ini.
Turnamen ini awalnya bertujuan untuk merekrut sebuah pasukan khusus untuk investigasi ke wilayah barat, dan melakukannya didepan umum adalah agar rakyat menyaksikan bahwa mereka memiliki kekuatan untuk melindungi kerajaan ini.
Tapi jika turnamen kelompok memiliki tim yang acak atau berbeda kubu dari awal, itu akan memecah sebuah perselisihan internal. Karena itu, pemerintah menciptakan faksi didalamnya.
Sehingga mereka tidak khawatir akan bertarung melawan saudara seperguruan atau membocorkan kemampuan turunan dari golongan mereka. Selama sistem itu diterapkan tidak ada masalah sama sekali dalam turnamen tersebut, namun melihat pertandingan tadi sepertinya kerajaan harus menciptakan sebuah kategori untuk kekuatan setiap individu yang menjadi peserta turnamen.
“Lalu aku akan memberitahu kalian akan sebuah berita besar. Seperti yang kalian lihat dari pertandingan tadi. Iko bukanlah orang yang lemah yang bisa tertindas seperti itu, melainkan nona Luna lah yang sangat kuat. Apa kalian tahu kenapa?—orang itu menunggu respon dari penonton, namun tidak ada yang mendapatkan jawabannya—Karena nona Luna adalah orang yang terpilih dan berhasil menjadi satu-satunya wanita suci di sejarah umat manusia selama puluhan abad lamanya.”
Semua orang sama sekali tidak ada yang bisa berkata-kata saat itu. Mereka sebenarnya sangat sulit untuk mempercayai hal tersebut, tapi karena fakta yang disebutkan oleh mereka benar-benar terbukti membuat mereka berusaha untuk menerima hal tersebut. Sang pembicara itupun melanjutkan. “Tidak hanya itu, pada satu tahun ini kemajuan dari kerajaan Meeden benar-benar sangat terlihat.
__ADS_1
Tidak hanya nona Luna yang berhasil menjadi seorang wanita suci, di misi pengambilan wilayah kembali di timur, sang pembawa benih pahlawan, Kouta Zizalu juga berhasil bangkit kali ini. Ini akan bisa menjadi sebuah kekuatan besar bagi kerajaan ini dalam investigasi di wilayah barat.
Tentunya keamanan para rakyat Meeden juga menjadi semakin terjamin bukan?” pembicara itu berusaha meyakinkan seluruh orang disana dengan segala cara.
Bangkitnya sang pahlawan dan lahirnya wanita suci. Hal ini tentunya membuat semangat mereka begitu berkobar, mereka juga sempat berpikir akan kembalinya kejayaan umat manusia seperti pada buku cerita.
Perang melawan kekaisaran maupun invasi para iblis, dengan adanya dua susunan ini mereka yakin bahwa keamanan kerajaan kali ini akan benar-benar terjamin. Itu membuat perasaan cemas yang sempat menghantui mereka menjadi hilang sepenuhnya. Dengan ini mereka berdua juga akan dikategorikan sebagai kekuatan khusus, dan tidak perlu ikut serta dalam turnamen untuk mendapatkan hak dalam investigasi.
Dengan terus berbicaranya orang itu, Kohei dan El-safa juga merasa agak kaget akan pencapaian tak terduga ini. Walaupun hal ini baik bagi kerajaan, namun bagi militer bagian, ini bisa merusak sebuah keseimbangan. Tidak hanya dari segi kekuatan, melainkan pengaruh setiap militer bagian yang lebih lemah akan otomatis menurun dengan adanya hal ini.
Disisi lain Raven juga menyadari apa yang dipikirkan para komandan yang lain. Tapi yang dia waspada bukanlah hal itu, melainkan bagaimana hal ini bisa terbongkar dengan begitu cepat. Walaupun dia tidak berniat untuk merahasiakannya, tapi bagaimana hal ini bisa diketahui balai perlindungan dengan begitu mudahnya.
Tanpa disadari olehnya, Raven mulai mewaspadai dan menganggap mereka sebagai sebuah ancaman besar. Entah siapapun yang berada dibalik layar, itu pastilah orang yang sangat berbahaya. Selain itu, mereka juga tidak hanya sekedar mengetahui lahirnya wanita suci, melainkan juga mengetahui kekuatan sang wanita suci dengan begitu rinci.
**
Disaat sebuah berita besar sedang memanas di kerajaan Meeden, sebuah kelompok sedang berkumpul di sebuah tempat yang teramat sepi. Mereka adalah sebuah kelompok bersenjata lengkap dengan jumlah kurang lebih 5000 orang. Namun jika dilihat dari auranya, masing-masing individu ini memiliki kekuatan diatas para ksatria elit milik kerajaan.
Dari tempat yang sunyi dan gelap, seorang gadis berambut hitam pendek muncul dan menghampiri mereka. Saat itu juga semua orang disana menundukkan kepala untuk memberi hormat, gadis itu tidak lain adalah putri sang mantan walikota kota Senta. “Dua tahun tak berjumpa tuan putri.” Sapa salah seorang pimpinan disana, orang itu bernama Sam. Salah satu dari tiga pimpinan disana.
Mungkin itu seharusnya adalah sebuah reuni yang mengharukan, namun situasi mereka saat ini tidak mengizinkan hal tersebut. Sang putri hanya menanggapi sapaannya dengan anggukan, lalu mulai bertanya tentang persiapan. “Untuk pasukan, kami memiliki kurang lebih 5000 pasukan yang siap berperang. Masing-masing dari mereka juga telah melalui pelatihan khusus untuk sampai pada tahap ini.”
__ADS_1
Sang putri juga kembali bertanya. “Untuk rencana penyerangan, apa kalian sudah menyiapkannya?” Sam mulai menjelaskan akan rencana yang telah mereka susun. Melihat dari apa yang terjadi sebelumnya, kota Senta telah sepenuhnya direbut kembali oleh kerajaan Meeden dengan cara yang tidak wajar. Mereka membantai seluruh tentara kekaisaran dan penduduk lokal disana.
Untuk melakukan sebuah balas dendam kepada kerajaan, akan sangat sulit jika harus menyerang kota tersebut. Apalagi saat jni sang pahlawan yang telah bangkit juga berada di kota Senta.
Memikirkan hal itu mereka akhirnya memutuskan untuk langsung menyerang ke ibukota kerajaan. Dengan memanfaatkan keramaian turnamen, masuk kesana dan membentuk formasi sihir teleportasi bukanlah hal yang sulit.
“Lalu, bagaimana rencana kalian menghadapi kekuatan dari militer bagian?” sang putri memastikan. Sam kembali menjelaskan. Militer bagian terdiri dari 5 bagian yaitu balai pertahanan, balai penyerang, balai perlindungan, balai ksatria suci, dan balai pendukung.
Masing-masing balai ditempatkan ditempatkan arah mata angin dengan satu sebagai pusatnya.
Pertama balai pertahanan, berada di timur. Memiliki kekuatan tempur dan pasukan yang begitu besar, namun saat ini sebagian besar pasukan tersebut telah dikirim untuk pengambilan wilayah timur. Kedua balai penyerang depan, mereka berada di utara.
Mereka memiliki kekuatan dan persenjataan yang begitu canggih, sehingga akan berbahaya untuk melawannya.
Namun karena posisi mereka berada di dekat perbatasan dengan kerajaan EL-NESIA, maka kita hanya perlu menghindari bentrok dengan mereka. Lalu yang ketiga adalah balai ksatria suci kerajaan. Mereka memiliki kekuatan dan pasukan yang sama besar dengan balai pertahanan, namun sama seperti balai pertahanan, sebagian besar pasukan mereka dikirim untuk investigasi di barat.
Lalu diselatan ada balai pendukung. Mereka memang kuat, namun sebagian besar dari mereka adalah tipe pendukung. Kami berasumsi bahwa kemampuan bertarung mereka tidak akan seberbahaya yang lainnya, dan ini akan bisa menjadi salah satu target awal penyerangan. Dan yang terakhir adalah balai perlindungan. Untuk mereka kami hanya tahu bahwa mereka adalah pusat dari seluruh militer bagian, namun informasi tentang mereka sama sekali tidak ada yang bisa mendapatkannya.
“Hmm, akan sangat fatal jika kemampuan mereka sama sekali tidak kita ketahui. Namun, jika kita bisa menghancurkan dua dari lima militer bagian, kurasa itu sudah cukup untuk menuntun mereka pada kehancurannya.” Semua orang setuju akan pendapat sang tuan putri, karena tujuan penyerangan ini hanya memiliki satu tujuan, yaitu balas dendam.
Demi membalaskan kematian para penduduk kota Senta baik yang ada pada insiden waktu itu, ataupun yang sekarang, mereka siap mengorbankan segala yang dimilikinya. Sang tuan putri memerintahkan seluruh pasukannya untuk bersiap, tujuan utama penyerangan mereka adalah balai pertahanan dan balai pendukung.
__ADS_1
Kala itu, sang gadis yang biasanya selalu menunjukkan sifat welas asih, kali ini dia benar-benar haus akan balam dendam.
Meskipun seluruh dunia memaafkan mereka, aku tidak akan pernah memaafkan mereka.