Creator

Creator
Ujian Kouta Dimulai


__ADS_3

Dengan sibuknya turnamen di ibukota, balai pertahanan mulai melakukan gerakan besar untuk merebut kembali wilayah yang seharusnya menjadi milik kerajaan Meeden. Dengan Kouta sebagai pimpinan tertinggi pasukan, mereka mengirimkan puluhan ribu pasukan elit untuk ikut serta dalam misi ini.


Walaupun gerakan ini sebenarnya adalah bentuk ujian untuk Kouta, tapi merebut kembali wilayah-wilayah tersebut cepat atau lambat memang akan dilakukan oleh mereka.


Dalam jangka waktu satu setengah tahun ya...Walaupun ini akan sulit, demi mendapatkan kekuatan yang lebih besar, aku akan menyelesaikannya. Tapi meski begitu, apa hanya dengan puluhan ribu pasukan akan sangat sulit untuk merebut seluruhnya.


“Tuan Kouta, seluruh unit telah siap. Kami siap berangkat kapan saja.” Salah seorang komandan pasukan melapor kepada Kouta. “Kita akan segera berangkat.” Komandan itu memberi hormat dan pergi meninggalkan Kouta sendirian disana.


Suara langkah kaki sedang mendekat, itu adalah para tetua balai pertahanan yang sedang menghampiri Kouta. “Kami akan melepas keberangkatan kalian!” Ujar salah seorang tetua.


Seluruh pasukan telah siap diposisinya saat ini.


Tetua tertinggi balai pertahanan naik keatas mimbar diikuti oleh para tetua lainnya, beliau pun mulai memberikan amanat kepada para pasukan tersebut. “Balai Pertahanan adalah militer terbesar dan terkuat di kerajaan Meeden.


Meskipun begitu, waktu itu kita juga gagal mempertahankan wilayah-wilayah bagian timur.


Karena itu, untuk menebus kegagalan waktu itu, kali ini kalian pasukan militer balai pertahanan akan dikirimkan kesana untuk merebut kembali wilayah tersebut. Jumlahnya 80.000 pasukan akan siap berangkat kali ini, tidak ada kegagalan yang bisa dimaafkan. Karena itu kalian... menanglah!”


BALAI PERTAHANAN PASTI MENANG!!!


Para pasukan sontak berserakan dengan serempak. Suaranya menggema diangkasa, semangat mereka akan membawa mereka pada kemenangan besar kali ini, dan kekuatan luar biasa akan terlahir diantara mmereka.


Dengan berakhirnya amanat dari para tetua, 80.000 pasukan mulai diberangkatkan.


Tujuannya adalah merebut kembali wilayah yang berhasil direbut kekaisaran timur. Wilayah itu meliputi 3 benteng kota yakni, Senta, Jong, dan Udo. Ketiganya merupakan kota besar yang dibangun secara khusus untuk menjadi benteng pertahanan dibagian timur kerajaan Meeden.


Dilengkapi dengan begitu banyak jebakan dan persenjataan kuat. Dan tidak hanya itu, para tentara disana dilatih dengan sangat keras sehingga membuat mereka tampak sangat mengerikan. Namun meskipun mereka sangat kuat dalam segi kekuatan, itu tetap dengan mudah dikalahkan oleh kekaisaran timur.


Hanya karena melihat bahwa Meeden memiliki potensi yang besar, mereka sangat berani menantang kami secara terang-terangan. Semoga kalian tidak akan mengecewakanku, Kekaisaran Timur.

__ADS_1


**


Sepuluh hari telah berlalu sejak berangkatnya pasukan balai pertahanan. Tapi kota ini tersebut masih belum menampakkan tanda-tanda akan diserang. Itu adalah kota Senta, salah satu dari tiga kota yang berhasil direbut kekaisaran timur.


Kerusakannya begitu besar pada waktu ditaklukkan, namun para rakyat yang selamat dipekerjakan paksa untuk membangun kota tersebut menjadi seperti semula.


Tidak hanya itu, para penduduk yang memiliki potensi juga direkrut untuk menjadi militer disana. Namun itu tidak terlihat sangat buruk untuk kehidupan mereka. Yang mereka butuhkan sejak kekalahan itu adalah kedamaian, sebelumnya jika mereka tidak menentang sebuah tawaran kekaisaran maka mereka tidak perlu menderita.


Tapi tidak semua hal itu benar, memang kehidupan mereka sekarang tidaklah buruk. Namun mereka tetap dihantui oleh kemarahan dari kekaisaran timur. Seperti sebelumnya, perang disana dimulai hanya karena kerajaan Meeden yang menolak untuk menjadi sekutu. Pada hasilnya tiga benteng kota timurlah yang terkena imbasnya.


Namun apa kalian tau apa yang tindakan yang dilakukan kerajaan pada waktu itu? Jawabannya adalah tidak ada. Mereka telah menerima segala laporan, namun tidak pernah mengirimkan bantuan kepada mereka. Hingga pada akhirnya mereka menyerah pada kekaisaran timur.


Pada awalnya mereka memang diperbudak dengan mengerikan, namun berkat itu juga kota mereka pulih dengan cepat dan perbudakan mereka dihentikan. Apa motif sebenarnya dari kekaisaran timur tidak ada yang bisa memahaminya, namun mereka merasa hidup mereka yang sekarang tidaklah buruk.


Meski begitu tetap ada satu hal yang tidak akan pernah mereka lupakan, yaitu fakta bahwa kerajaan Meeden meninggalkan mereka disaat mereka sedang sangat terpuruk. Karena itu mereka selalu menanti sebuah kesempatan untuk membalaskan dendam tersebut walaupun harus bekerja sama dengan kekaisaran timur.


Tentunya hal ini dilakukan tanpa sepengetahuan mereka. Pasukan khusus tersebut tergolong cukup besar, jumlahnya ada 13.000 orang yang dipimpin langsung oleh putri mantan walikota Senta. Tujuan mereka dibentuk hanya ada satu, menghancurkan Meeden untuk membalaskan dendam saudara mereka.


**


Pasukan balai pertahanan telah tiba disebuah bukit disebelah barat kota Udo, dan mendirikan kamp disana. Sambil mengamati kota dari kejauhan, mereka mulai menyusun rencana untuk penyerangan.


Kelihatannya penjagaan pada benteng kotanya tidak begitu ketat. Kurasa tidak akan terlalu sulit untuk menaklukkan Udo.


Kouta telah memiliki gambaran tentang kondisi luar dari kota Udo. Dia pun menyuruh ahli strategi untuk mulai menyusun rencana terbaik untuk menaklukkannya.


“Selagi kalian menyusun rencana, aku akan masuk kedalam untuk melihat kondisi dalam kota Udo. Beberapa tamer, tolong ikut aku dan siapkan hewan kalian untuk berkomunikasi.” Itu adalah sebuah kota benteng, walaupun penjagaan tampak lemah tapi akan ada barier untuk mendeteksi hal-hal yang mencurigakan.


Hal itu membuat telepati tidak akan bisa digunakan, karena itu dalam misi kali ini tamer akan berperan penting dalam penyerangan. Para tamer yang dibutuhkan telah berkumpul, Kouta pun memimpin mereka menyusup ke dalam kota Udo.

__ADS_1


Ditengah kesunyian malam, berlari seperti bayangan yang menyusuri kegelapan, Kouta dan pengikutnya berhasil memasuki kota dengan sangat mudah. Tentu itu adalah hal biasa bagi pasukan khusus balai pertahanan. Dari sana para tamer mulai menyebarkan hewannya untuk mencari informasi mengenai sekitar.


“Kita akan berpencar, lihat kondisi di setiap sudut kota sebelah barat, dan laporkan ke para staff. Kita akan merebutnya kembali dalam semalam!” mereka menjawab siap dan mulai bergerak.


**


Ditengah malam yang sunyi, para penjaga melakukan tugasnya seperti biasanya. Hanya berjaga disebuah gerbang, tanpa pernah melihat orang keluar maupun masuk setiap harinya.


“Ah, bosen amat ya?” keluh salah seorang penjaga. “Tentunya. Seandainya kerajaan tidak pernah melakukan hal bodoh mungkin kota ini tidak akan mati seperti ini kan?”


“Tentunya, dulu kota ini sangatlah ramai. Namun sekarang— penjaga itu menghela napasnya —bahkan aku tidak bisa lagi membayangkan suasana waktu itu.” Itu tampak seperti kota yang benar-benar berbeda, wajar jika selalu berbicara dengan mengenangnya.


“Hei, bagaimana kalau kita bermain kartu? Untuk menghilangkan rasa bosan. Lagipula tidak ada yang mengawasi kita kan?” penjaga itu mengajak temannya.


“Huh, kau ini ya... tanpa miras bagaimana akan bisa—sebuah kilatan cahaya bermunculan ditengah kota—eh, kembang api? Bukan itu suar, tapi untuk apa?” Kedua penjaga itu bingung kenapa sebuah suar di keluarkan ditengah kota.


“Lagi...eh, logo itu...lambang suar kerajaan Meeden. Jangan-jangan!” mereka akhirnya menyadarinya, itu adalah sinyal penyerangan. “Gawat, bunyikan alarmn— nya! Arrgghh.” Namun itu sangat terlambat, 80.000 pasukan itu telah memulai serangan mereka.


Ribuan anak panah dilepaskan, merenggut nyawa begitu banyak orang baik prajurit maupun warga sipil kota Udo. Tapi mereka tidak akan pernah memikirkannya sedikitpun. Misi mereka adalah merebut kembali ketiga wilayah dalam kurun waktu satu setengah tahun, tapi tidak ada kriteria dalam melakukannya.


Dengan ideologi mereka yang menyimpang, balai pertahanan akan melakukan apapun untuk mencapai tujuan mereka. Karena itu, mereka akan menghabisi seluruh yang ada di dalam kota dan membangunnya kembali mulai dari nol.


Meski semua sudah terlambat bagi semua penduduk kota, tapi mereka tidak ingin mati begitu saja. Apa yang dilakukan balai pertahanan ini benar-benar jauh lebih kejam dari apa yang dilakukan kekaisaran timur. Karena itu mereka tetap memberi perlawanan.


Alhasil tidak ada seorangpun yang berhasil selamat dari serangan itu. Mereka berhasil merebutnya kembali dalam semalam, seperti apa yang direncanakan oleh Kouta. Kerusakan pada wilayah cukup besar, tapi itu bisa diatasi seiring dengan berjalannya waktu. Sementara ini mereka akan menetap untuk mempersiapkan penyerangan berikutnya.


Tentunya itu tidak akan semudah kali ini. Karena rumor ini akan dengan cepat sampai ke dua kota yang lainnya. Karena itu mereka harus mulai menyiapkan rencana jangka panjang.


Dalam sekali penyerangan kami pasti akan menang. Tapi itu akan mengorbankan banyak hal, lalu akan sulit menahan kekaisaran jika kami terburu-buru. Kalau begitu, aku akan melakukan itu. Sambil memandang arah kedua kota, Kouta telah menyiapkan dirinya dalam kemenangan untuk kali ini

__ADS_1


__ADS_2