
Sebuah formasi sihir yang telah sempurna membuat orang-orang yang ada dalam lingkaran sihir itu menghilang tanpa jejak. Itu adalah sihir teleportasi yang konon diciptakan oleg dewa kerajaan Meeden untuk mengirimkan pasukan ke lokasi medan perang. Dan kali ini itu digunakan untuk mengirimkan anggota baru tim investigasi ke pertahanan barat.
Saat sihir itu selesai, efek pancaran cahaya yang begitu indah itu perlahan mulai menghilang, begitu juga dengan kembang api yang mengiringinya. Acara utama dari perayaan itu akhirnya telah usai. Namun tak disangka, sebuah suar dikeluarkan setelah kembang api itu menghilang. Sebuah pancaran cahaya berwarna merahpun muncul di beberapa titik di ibukota.
“Cahaya apa itu?” Luna merasakan bahwa sesuatu yang tidak beres sedang terjadi saat itu. Diapun bergegas untuk mencari tahu. “Luna!” Iris berteriak mencoba menghentikannya. Namun Luna terus berlari meninggalkan Iris. “Kau masih terluka Iris, jadi kau diam saja disana! Biarkan aku yang mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.” Dia memberitahu Iris mengenai tujuannya lewat telepati.
“Baiklah, tapi kau harus berhati-hati. Aku merasakan sesuatu yang tidak mengenakkan pada cahaya merah itu.”
“Tidak hanya aku ya ternyata yang merasakan hal itu.” Luna menutup telepatinya dan mulai bergegas ke sumber cahaya yang terdekat.
Saat dia sampai disana, apa yang dilihat bukanlah hal biasa. Itu adalah sebuah lingkaran sihir yang memunculkan begitu banyak makhluk mengerikan dari dalamnya. “Itu..,gawat!” Luna yang menyadari bahaya dari hal itu berusaha menghentikannya.
Whoooosh!...
Namun seseorang mencoba menghadangnya dengan menembakkan sebuah peluru sihir kearahnya. Luna yang menyadari hal itu langsung menghindarinya dengan cepat.
Blar...!
Sebuah ledakan yang dihasilkan oleh peluru sihir itu cukup kuat untuk menghancurkan tubuh seseorang dalam satu serangan. “Serangan barusan cukup berbahaya, untung aku sempat menghindarinya.” Batin Luna.
Penyerang itupun mulai menunjukkan dirinya, jumlahnya ada tiga orang yang menghadang Luna. Ketiganya juga terlihat dipersenjatai dengan lengkap.
“Siapa kalian?” tanya Luna geram.
“Kami adalah korban perang yang diciptakan oleh kerajaan ini!” jawab salah seorang penyerang.
“Apa katamu.., korban? Lalu dengan melakukan semua ini, apa yang ingin kalian incar?”
“Yang kami incar adalah kedamaian kerajaan ini! Demi menghancurkan itu, kami akan rela melakukan apapun.” Jawab para penyerang dengan bangga.
“Cihh.., begitu ya? Kalau begitu jangan salahkan aku kalau tidak berbelas kasihan!” Dengan satu peringatan Luna mulai menyerang mereka bertiga.
Serangan demi serangan yang terus ditukarkan mereka membuat area disekitar menjadi rusak. Perbedaan kekuatan diantara mereka terlihat jelas, meski begitu orang-orang itu tetap begitu gigih melawan Luna. Dengan tetap menjaga jarak dan irama serangan, kerja sama mereka cukup untuk memperlambat Luna. Tapi itu hanya sekedar memperlambat, karena mengalahkan Luna bukanlah tugas mereka ataupun sesuatu yang bisa mereka lakukan.
Luna juga menyadari hal ini, namun apa motif yang sebenarnya dari itu, dia masih belum memahaminya. “Orang-orang ini berusaha menahanku disini, tapi apa tujuannya? Selain itu, hanya tiga orang marksman ternyata bisa membuatku begitu kerepotan untuk melawannya. Sebenarnya siapa mereka?” Ucap Luna dalam hati.
“Bukankah sudah saatnya untuk serius melawan kami nona?” ejek salah seorang penyerang tersebut.
“Sepertinya kalian begitu menikmati pertarungan ini ya? Kalau begitu sesuai keinginan kalian, aku akan serius kali ini!” Luna memegang pedangnya dengan kedua tangannya, sebuah cahaya melingkar muncul dibawah kakinya dan menyebar luas ke area disekitarnya. Dalam sekejab pergerakan ketiga orang itu seakan langsung terhenti. Itu adalah salah satu teknik pamungkas miliknya, sebuah perluasan medan.
Kemampuan ini didapatkannya setelah dia berhasil mendapat roh suci cahaya tingkat legendaris, yang kemampuan medannya memungkinkan dirinya bergerak dengan kecepatan cahaya sehingga membuat lawannya seakan berhenti bergerak disana. Selain itu, didalam medannya selain makhluk spiritual atau semi spiritual, semua kemampuan percepatan akan tersegel sepenuhnya. Karena itu seorang manusia biasa tidak akan dapat berkutik dihadapan teknik ini.
Luna dengan lembut mulai menebas tubuh mereka satu persatu. Mereka juga menerima hal itu tanpa bisa memberikan perlawanan sedikitpun. Saat itu dua diantaranya telah dibunuhnya dan menyisakan satu orang. Demi menggali informasi lebih dalam, Luna kembali bertanya kepadanya. “Tujuan kalian apa?”
“Hahahaha,”–orang itu tertawa lepas dihadapan Luna—“Nona, mungkin ini sudah terlambat, tapi aku akan memberi tahumu.” Orang itu mulai memberi penjelasan. Dia mengatakan sudah terlambat jika ingin menghentikan rencana mereka, setelah lingkaran sihir pemanggil itu aktif, apa yang keluar dari sana tidak akan dengan mudah dikalahkan. Mereka menyebut makhluk-makhluk itu sebagai sebuah malaikat cacat. Dengan rupa yang begitu buruk dan auranya yang begitu menjijikkan, itu sama sekali tidak menyerupai malaikat.
“Lalu ingatlah satu hal ini! Sebaiknya kau jangan membiarkan mereka mendekati sebuah mayat. Jika kau tidak ingin menyesal—” Tanpa mengatakan cara untuk menghentikannya, orang itu kehilangan nafas terakhirnya didepan Luna.
Arrggghhh...!!!
__ADS_1
Begitu banyak dari makhluk mengerikan itu yang mulai menyebar keseluruh penjuru kota, disana Luna juga berusaha sekuat tenaga untuk menghadang mereka. Namun dengan jumlah sebanyak itu sangat mungkin bagi makhluk itu untuk melewati dirinya dengan mudah. “Jumlah ini terlalu banyak! Tidak mungkin untuk mencegahnya mendapatkan sebuah mayat dari kekacauan ini.” Keluh Luna geram.
Meskipun dia berhasil menghadang dititik tersebut, masih banyak titik lain tempat mereka bermunculan. “Sial.., berapa kalipun mereka kubunuh, selalu ada lagi yang muncul. Lantas bagaimana dengan ini, Holy Field!” Sebuah area suci diciptakan oleh Luna. Kemampuan itu memiliki kekuatan yang bisa melenyapkan makhluk kegelapan dalam sekejab. Namun itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap mereka.
“Bagaimana mungkin?”
“Jangan bertindak gegabah Luna! Pikirkan dengan benar kenapa holy field tidak mempan terhadap mereka!” Itu adalah suara Raven yang baru saja tiba.
“Guru.., kenapa anda ada disini?”
“Semua militer bagian telah bergerak ke semua tempat setelah menerima perintah evakuasi. Karena hanya titik ini yang belum didatangi, maka aku segera kemari. Selain itu aku mendengar dari Iris kalau kau pergi ke titik ini sendirian.” Jelas Raven sambil membantu Luna menghadapi makhluk-makhluk itu.
“Kalau tidak salah mereka menyebut makhluk-makhluk ini sebagai malaikat cacat!”
“Malaikat ya! Kalau begitu sudah jelas bukan, alasan kenapa mereka bisa bertahan dalam Holy Field?”
“Jadi meskipun cacat mereka tetaplah bukan makhluk kegelapan, apa begitu maksud anda?”
“Itu benar, itu menggunakan sihir suci pada mereka hanya akan sia-sia. Karena itu, dalam kasusmu akan sulit untuk menghadapi mereka. Kulihat resistensi mereka terhadap atribut suci juga cukup tinggi.”
“Lalu, apa yang sebaiknya kulakukan saat ini guru?”
“Didekat sini ada sebuah pos perlindungan bagi para penduduk, sepertinya hanya ada sedikit tim evakuasi yang ada disana. Jadi kau bantulah mereka, biarkan aku mengatasi yang disini!”
Luna langsung bergegas setelah mendapatkan perintah dari gurunya.
“Dengan begini aku bisa mengamuk dengan tenang,”—Seekor malaikat cacat menggigit tangannya—“Dasar makhluk tidak sabaran, aku akan segera membereskan kalian.” Sebuah lingkaran api yang begitu besarpun dikeluarkan oleh Raven. “Sebaiknya kalian merasakannya dengan baik, Blaze!” sebuah ledakan api yang begitu besar dikeluarkan Raven dengan mudahnya, bahkan tanpa mempedulikan apa yang terjadi pada bangunan disekitarnya. Dengan senyumannya yang tajam, dia memulai sebuah amukan yang akan membunuh ribuan dari makhluk tersebut.
**
Tanpa disadari matanya mulai menatap makhluk-makhluk itu dengan penuh kebencian, kali ini dia telah benar-benar kehilangan ketenangannya. Namun apa yang dihadapinya kali ini telah jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Mereka adalah malaikat cacat yang telah mendapatkan tubuh fisik dan bergabung dalam satu wujud. Dalam segi kekuatan, itu benar-benar ada dilevel yang berbeda. Namun Luna tidak lagi memikirkan hal itu.
“Kalian makhluk tak berakal berani merebut kehidupan dari seseorang? kalau begitu ditempat ini, sekarang juga, aku akan menghabisi kalian!” Dia menarik pedangnya dan mulai menyerang makhluk itu. Walaupun lawannya adalah makhluk yang kebal dengan atribut suci, Luna sama sekali tidak mempedulikannya dan melancarkan serangan secara terus menerus.
Makhluk itu juga keras kepala, alih-alih dipojokkan dengan serangan Luna, makhluk itu malah yang mendominasi pertarungan tersebut. Itupun membuat Luna begitu kesal. “Jangan sombong dulu kau dasar makhluk keparat!”—Luna mengambil jarak—“Tidak peduli bagaimana caranya, aku akan menghabisimu disini!” Tubuhnya mulai bersinar terang, sebuah roh ilahi yang dia keluarkan mulai menyatu dengannya. Secara perlahan sebuah zirah tempur terbentuk pada sekujur tubuhnya, itu adalah kemampuan terhebat yang dia kuasai setelah berhasil mengendalikan kekuatan wanita suci pada beberapa tingkat. “Holy Armament!”
Itu adalah salah satu jalan baginya untuk melawan makhluk sekuat itu sendirian. Dia berpikir, 'walaupun lawannya kebal dengan atribut suci, bukan berarti dia bisa menahan serangan biasa.' Karena itu dia menggunakan mode tempur yang memungkinkannya untuk mendapat sebuah power tambahan dan peningkatan kecepatan yang berkali-kali lipat.
Dengan memanfaatkan kecepatan Luna mulai menyerang dari setiap titik buta dari lawannya dan berhasil menyayat beberapa bagian seperti bahu, pinggang, dan kaki dari sang lawan, namun tak disangka itu sama sekali tidak mengurangi kekuatan lawannya. “Bagaimana bisa dia masih bergerak seperti ini dengan keadaannya yang seperti itu?” Pikirnya bingung.
Saat itulah roh cahaya miliknya mulai membantu dirinya. “Master, sayatan yang begitu dalam pada lengan atas dan pergelangan kaki memang sangat berpengaruh besar, namun itu hanya berlaku jika lawannya bukan makhluk murni spiritual. Makhluk murni spiritual seperti kami tetap akan bisa bergerak dengan bebas walaupun tubuh fisik kami terluka parah.”
“Suara ini, Shin?” Luna cukup kaget, itu karena sudah lama sekali roh legendaris itu berbicara dengannya. “Lalu bagaimana aku mengalahkan makhluk ini?” diapun mulai bertanya.
“Hanya sebuah serangan yang langsung mengenai jiwa yang bisa membuat makhluk murni spiritual terluka. Tapi jika lawannya setingkat itu, akupun tidak bisa menang. Terlebih lagi dia juga memiliki kekebalan terhadap atribut suci, itu akan menjadi nilai tambah yang cukup banyak baginya.” Jelas sang roh, yang mencoba membantu Luna.
“Kalau begitu, hanya ada satu cara yang bisa kulakukan untuk menciptakan serangan tersebut. Demi membalas apa yang telah dia perbuat kepada para penduduk, kurasa aku tidak akan menyesal untuk melakukan hal itu!”
Jika atribut suci tidak mempan pada sebuah makhluk spiritual, maka cara mengalahkannya adalah dengan memanfaatkan energi kehidupan. Alasannya karena energi kehidupan berasal dari inti jiwa yang disebut mustika dan setiap makhluk pasti memilikinya. Setiap kekuatan yang berasal dari sana bisa dengan mudah melukai atau bahkan membunuh jiwa seseorang.
__ADS_1
Jadi bisa disimpulkan bahwa itu juga bisa digunakan sebagai senjata utama guna melawan makhluk spiritual. Tapi resiko dari pemakaian teknik ini sangatlah besar, jika energi ini habis, maka mustika si pengguna akan ikut hancur, yang berarti kematian bagi penggunanya. Apalagi jika jiwa dari makhluk spiritual itu begitu kuat, maka akan membutuhkan energi yang begitu besar untuk mengalahkannya. Beruntung jika pengguna bisa menang sebelum energi kehidupannya habis, tapi jika sebaliknya, maka hasilnya hanyalah kematian.
“Master, apa yang akan kau lakukan?” tanya sang roh khawatir.
“Aku akan menggunakan energi kehidupanku untuk mengalahkannya!”
“Tapi master.., bukankah itu sangat berbahaya?”
“Aku tahu itu, tapi sebagai anggota dari balai ksatria suci kerajaan aku tidak bisa membiarkan makhluk sekuat dirinya membahayakan para penduduk. Lalu, aku juga tidak pernah menginginkan seseorang akan mengalami hal yang mengerikan seperti malam itu.”
“Kalau itu yang kau inginkan, maka aku akan menemanimu sampai akhir!”
**
Waktu itu mereka juga benar-benar panik, sebelum temannya berhasil ditemukan sebuah insiden mengerikan malah menimpa ibukota. Sebuah serangan dari malaikat cacat ini begitu merepotkan, walaupun kekuatan individualnya tidak terlalu besar, tapi jumlahnya yang begitu banyak membuat mereka merasa kuwalahan. Selain itu dengan dikeluarkannya perintah untuk membantu evakuasi, mereka juga tidak bisa bertarung dengan leluasa karena harus melindungi para penduduk juga.
“Hoi, oi, oi, tak kusangka mereka ini benar-benar merepotkan!” Keluh Orin pada ketiga temannya.
“Jumlah mereka yang begitu banyak membuatnya mudah melewati para pasukan yang dikirimkan kerajaan pada titik kemunculan mereka. Tapi yang mengganjal adalah apa yang sebenarnya diincar oleh makhluk ini?”
“Seperti katamu tadi Narta, kebanyakan dari mereka mengarah ke istana. Lalu yang menjadi target penyerangan mereka kebanyakan juga adalah warga sipil.” Anie menambahkan.
“Hah..,bukankah mereka makhluk tak berakal! Bagaimana bisa mereka memiliki hasrat untuk mengincar sesuatu?” Tanya Dedy geram.
“Entahlah, mungkin ada sesuatu yang begitu istimewa bagi mereka didalam istana.” Itu hanya asumsi dari Orin, tapi jika dipikir lebih dalam, itu memang hal yang masuk akal.
“Tapi.., sebenarnya siapa yang bisa berbuat hal seperti ini?” Tanya Anie yang masih bingung.
“Sebelumnya kudengar dibagian timur ada beberapa pasukan asing bersenjata lengkap yang berusaha menyerang balai pertahanan dan istana secara langsung. Tapi mereka mundur setelah kemunculan makhluk-makhluk ini.” Narta menjawab pertanyaan Anie.
Sebelumnya Zenin memang berencana untuk menggunakan seluruh pasukannya untuk menyerang ibukota, namun suatu hari ada seorang utusan dari kekaisaran timur yang menawarkan bantuan kepadanya. Dengan pikiran untuk mengurangi bahaya pada para bawahannya, diapun menyetujui akan tawaran tersebut. Dan akhirnya terwujudlah situasi saat ini.
“Ngomong-ngomong apa kalian bertemu dengan Ola setelah kita mengajukan permintaan kepada kepala akademi untuk melakukan pencarian terhadap hilangnya Zenin?” Orin membuka pembicaraan ditengah pertempuran mereka.
“Kau benar.., aku baru saja menyadari bahwa aku belum bertemu dengannya setelah itu.” Jawab Narta. Hal itupun memunculkan kekhawatiran dihati mereka. Namun keinginan untuk mencari temannya itu ditahan oleh sebuah perintah evakuasi dari kerajaan.
“Lebih baik kita percaya saja kepadanya, lagipula dia bukanlah orang lemah yang akan kalah hanya dengan makhluk seperti ini.” Ucap Dedy sambil menghajar makhluk-makhluk yang ada didepannya.
Namun saat itu mereka masih belum menemukan bahaya tersembunyi pada makhluk-makhluk spiritual tersebut.
Malaikat cacat merupakan sebuah eksperimen gagal dari kekaisaran timur. Namun kekuatan sejati dari makhluk murni spiritual ini sangatlah menakutkan dan salah satunya adalah yang dihadapi langsung oleh Luna. Level ancamannya setara dengan makhluk tingkat mitos, yang berarti bisa menghancurkan sebuah kerajaan seorang diri.
Informasi yang diketahui
Main Skill : Soul Eater
Resistensi: Kebal terhadap seluruh atribut suci dan cabangnya.
__ADS_1
Ekstra Skill: Percepatan gerak, Pengerasan Tulang.