
Dengan kembalinya rapat itu pada jalan awalnya, berbagai kesepakatan akhirnya terbentuk disana. Karena kerugian yang begitu besar telah dialami pihak manusia saat mengambil langkah bertahan, maka para petinggi berinisiatif untuk menyerang para monster itu kali ini.
Mereka membagi pasukan menjadi beberapa bagian. Yang pertama ada 1 Korps berjumlah 40.000 pasukan utama, mereka dipimpin oleh tetua balai perlindungan yang menyebut dirinya Mon sebagai pemimpin tertinggi. Dalam pasukan itu juga ada empat tetua lainnya dari balai perlindungan yang ikut memimpin pasukan, mereka adalah Tue, Wed, Thu, dan Fri. Dalam segi kekuatan, mereka sama sekali tidak dapat diremehkan. Bahkan kekuatan penuh dari para komandan militer bagian yang lainnya belum tentu dapat menyaingi mereka.
Lalu dibelakang pasukan utama ada 3 divisi yang mendukungnya. Divisi penyerang berjumlah 20.000 pasukan, dipimpin oleh Lyn dari balai ksatria suci dengan Kohei sebagai wakilnya. Lalu ada divisi pertahanan, mereka berjumlah 20.000 pasukan yang dipimpin oleh Robin. Dan yang terakhir adalah 20.000 pasukan divisi pendukung yang dipimpin oleh Lita.
“Dengan bangga akan kuumumkan... kita, dengan 100.000 pasukan penaklukan akan menyerang balik para monster di wilayahnya!”
Dengan susunan tersebut mereka sepakat untuk segera melakukan sebuah serangan besar ke wilayah para monster yang ada dalam area Dark Teritory.
....
Itu adalah ruangan sepi yang ada dikamp pasukan penaklukan. Malam itu, setelah pertemuan para petinggi selesai, dua orang itu terlihat sedang berbisik-bisik entah membicarakan apa.
“Kau mengerti?”
“Tentu...”
“Jika kau gagal, maka bunuh saja dia!”
“Dimengerti!” Setelah menjawab perintah orang itu, orang yang satunya lagi langsung menghilang menjadi sebuah bayangan.
“Kohei, Kouta, lalu Luna. Tak kusangka akan ada begitu banyak kelinci percobaan disini.” Gumam orang itu sambil meminum segelas wyne yang sedang dipegangnya.
“Ah, kuharap kalian akan sangat membantuku.”
**
...Bekas Kerajaan Kurcaci Roo
...
“Yang mulia... saya mendapat laporan dari beberapa anggota Goblin Rider yang telah kembali dalam invasi ketimur.” Ucap seekor monster laba-laba bertubuh manusia.
“Aku sudah tahu itu... tapi kenapa tuan kita meminjamkan kekuatannya pada para makhluk lemah seperti para manusia?” Sang raja para monster bertanya-tanya.
Dia adalah seorang monster berkepala banteng dan memiliki enam tangan. Auranya yang begitu kuat dikatakan dapat membunuh para manusia biasa dengan begitu mudahnya. Namun kemampuan dan tingkat ancamannya masih belum diketahui.
“Saya juga tidak begitu mengerti yang mulia, tapi yang jelas ini membuat kondisi kita menjadi semakin buruk. Dengan gempuran dari para iblis dari bagian barat, lalu manusia yang menghalangi jalan kita di bagian timur dan utara, pastinya akan membuat tujuan kita semakin sulit tercapai.”
“Lalu para Beast dan Elf di selatan, entah kenapa banyak sekali kelompok yang mencoba untuk menghalangi kita?” Keluh raja para monster tersebut.
Lalu ditengah percakapan itu, seekor monster lainnya memasuki ruangan tersebut.
“Yang mulia... menurut para mata-mata yang ada di timur, para manusia mencoba melakukan pergerakan ke barat dengan sejumlah besar pasukan.”
“Berapa jumlah mereka?” Sang raja memastikan.
“Jumlahnya kurang lebih ada 100.000 pasukan, lalu ada beberapa diantaranya yang terasa begitu kuat!”
“Apa kau tahu jumlah orang-orang kuat itu?”
“Saya kurang mengerti itu, yang pasti ada hampir 100 orang lebih yang telah mencapai ranah great sage disana.”
“Bagaimanapun juga itu perlu diwaspadai, karena sebagian besar kekuatan kita juga telah dikirim ke barat untuk melawan serangan para Iblis. Terus awasi pergerakan mereka, jangan sampai kita yang terkena serangan mendadak!”
__ADS_1
“Dimengerti yang mulia!”
Monster itu langsung meninggalkan ruangan setelah menerima perintah dari rajanya tersebut.
Setelah kami diperintah ke dunia atas oleh tuan , kenapa sekarang situasinya malah menjadi seperti ini? Atau mungkin anda telah merencanakan semua ini dengan sempurna?
“Yang mulia... apa langkah selanjutnya yang akan anda ambil?”
“Aku telah mengirim sejumlah besar pasukan untuk memancing makhluk itu. Namun jika kita tetap akan mengalami kekalahan, maka aku akan turun le dunia bawah dan meminta kepada para dewa untuk memberikan kita kekuatan yang lebih besar dari semua ini.”
“Makhluk itu, apa mereka akan berhasil memancingnya? Selain itu, apa anda yakin akan dapat kembali jika masuk ke neraka itu lagi?”
“Para dewa adalah tuhan, jika mereka berkehendak maka tidak akan ada hal yang mustahil di dunia ini!”
“Jika itu keputusan yang mulia, maka saya tidak akan menentangnya.”
Kau tenang saja Atrax, hanya sekumpulan manusia tidak akan pernah bisa mengalahkan kita.
**
“Jadi semua ini memang ada sangkut pautnya ya?”
“Kelihatannya memang seperti itu. Lalu mengenai pembicaraan ini, sebaiknya jangan sampai orang lain mengetahuinya!”
“Aku mengerti itu, kalian juga cari informasi tentang balai perlindungan sebanyak mungkin! Sepertinya ada banyak hal yang tidak beres dari mereka semua.”
Beberapa saat setelah membicarakan beberapa topik serius di ruang kedap suara, mereka bertiga kembali ketempat istirahat mereka masing-masing.
Lalu pada keesokan harinya para petinggi mengumpulkan seluruh pasukan disatu empat untuk mulai mengumumkan hasil pertemuan semalam. Mereka juga memutuskan untuk melakukan pergerakan saat itu juga.
“Kau sudah menemukan jawabannya Kouta?” Tanya Kohei yang berada disamping barisannya.
“Itu benar, meski begitu aku akan menyelidiki tentang mereka. Tidak peduli bagaimana caranya, jika mereka memang telah melakukan penyimpangan maka aku akan membereskannya.”
“Begitu ya... lalu jika kau tidak memiliki kemampuan untuk melakukan langkah tersebut, bagaimana?”
“Hanya hal seperti itu, aku bisa memikirkannya nanti!”
Dalam percakapan mereka yang panjang itu, para petinggi telah mulai memberangkatkan seluruh pasukan untuk menyerang para monster. Mereka menyebar keseluruh wilayah yang telah direbut oleh mereka, dan menumpas sisa-sisa para monster yang masih tinggal disana. Dengan perkembangan situasi yang begitu bagus mereka terus melanjutkan penyerangan tersebut hingga sampai ke sebuah tempat.
“Hutan Mori... Mon, kita tidak bisa melewatinya! Apalagi dengan pasukan sebanyak ini.” Tue menyarankan Mon yang merupakan pemimpin tertinggi dari pasukan.
“Hutan terlarang Mori, diselatan juga ada Beast Kingdom. Berarti pilihan kita hanya melewati hutan ini atau memutar lewat perbatasan kerajaan EL-NESIA.”
“Tapi apakah mereka akan menyetujui tindakan ini begitu saja? Meski kita tidak sepenuhnya melewati wilayah mereka, bukankah itu membuat mereka berpikir kalau kita akan menjadi pemicu perang dengan para monster?”
“Itu akan lebih baik daripada harus berurusan dengan apa yang ada dalam hutan Mori!”
“Maksudmu para monster roh itu?”
“Itu benar, ada atau tidaknya mereka juga tidak ada yang mengetahuinya. Meski begitu, kita tetap harus mewaspadai hal tersebut.”
Merekapun memutuskan untuk melewati utara hutan Mori yang berada didekat perbatasan kerajaan EL-NESIA dan tanpa ada banyak halangan, mereka berhasil sampai di wilayah Dark Teritory hanya dalam beberapa minggu.
“Semuanya berhenti!” Mon memberi perintah pada seluruh pasukannya.
__ADS_1
“Ada apa Mon?”
“Kita telah di wilayah Dark Teritory, apa yang menyapa kita didepan belum pernah ada yang mengetahuinya.” Mon menjawab pertanyaan Tue.
“Aku mengerti, jadi saat ini kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap wilayah sekitar?”
Mon hanya mengangguk dan mulai berbicara kepada seluruh pasukannya.
“Kalian semua dengarkan! Didepan kita adalah Dark Teritory, belum ada dari kita para manusia yang mengetahui apa yang ada didalamnya. Karena itu kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap wilayah sekitar. Lalu seperti yang kalian ketahui, tempat ini dulunya adalah wilayah dari benua Norweg yang merupakan tempat tinggal para kurcaci. Jadi prioritas pertama kita adalah mencari salah satu bekas kerajaan mereka untuk ditempati sebagai benteng.
Semua orang yang memiliki kemampuan pengawasan silahkan pergi kebagian depan untuk membimbing perjalanan kita!”
Setelah semua penjelasan dari Mon, sebuah regu pengawasan dibentuk sementara untuk mengamankan perjalanan mereka. Dengan ini para pasukan dapat meneruskan perjalanannya ke tempat yang baru pertama kali mereka datangi.
“Tapi disini benar-benar gelap ya... bagaimana cara kita hidup ditempat seperti ini dengan waktu yang lama?” Keluh salah seorang pasukan.
“Ssstt... diamlah, jika kau berisik pemimpin tertinggi bisa langsung membunuhmu loh!” Ingat salah seorang temannya.
“Eh, baiklah..”
“Dari percakapan mereka, kelihatannya pemimpin balai perlindungan itu merupakan sosok yang begitu kejam.” Batin Kouta yang mendengar percakapan mereka.
“Ada apa Kouta?”
“Ah, tidak ada yang khusus, wakil komandan Kohei. Aku hanya sedang memikirkan beberapa hal.”
“Panggil aku Kohei saja, tidak perlu terlalu formal. Selain itu, disini pangkat kita tidak terlalu tampak dibandingkan para petinggi balai perlindungan.”
“Kau benar, seakan-akan merekalah yang menguasai seluruh pasukan ini.”
Para pasukan didepan mereka menghentikan perjalanan.
“Sepertinya mereka menemukan sesuatu didepan sana.”
“Sesuatu... Menurutmu apa yang mereka temukan?”
“Entahlah, yang jelas kita belum masuk ke bekas wilayah kerajaan kurcaci!”
“Para monster roh jahat?”
“Kemungkinan besar begitu Kouta.”
Sedangkan dibagian depan pasukan....
“Berhenti!” Mon memerintahkan seluruh pasukannya.
Ini, jangan-jangan makhluk itu ada didepan sana?
“Pemimpin, kami merasakan suatu luapan aura yang terlalu kuat didepan sana. Apakah kita akan melanjutkan perjalanan ini?” Lapor salah seorang regu pengawasan.
“Mon, untuk saat ini kita harus mencari jalan lain untuk pergi kesana!”
“Apa kau juga merasakan hal itu Tue?”
“Ya, kurasa usianya sudah sangat tua. Akan mustahil bagi kita dan seluruh pasukan untuk bertahan darinya.”
__ADS_1
“Kalau begitu sampaikan kepada seluruh pasukan untuk membuat kamp disini. Kita akan melanjutkan perjalanan setelah menemukan rute yang lebih aman.”
Monster roh tingkat mitos jenis naga, Tiamat. Tak kusangka makhluk itu benar-benar ada didunia ini!