Creator

Creator
Sang Kurcaci Terakhir


__ADS_3

Setelah membereskan halaman yang berantakan, mereka berenam berpisah menjadi dua kelompok dan pergi ke kelas masing-masing. Kouta, Iris, dan Luna pergi ke kelas khusus, lalu Meiga, Zenin, dan Orin pergi ke kuil lama untuk menemui Dvergr.


Itu tempat yang bisa dibilang cukup jauh jaraknya dari asrama mereka. Tempatnya berada di bukit belakang akademi. Tentunya akan sangat melelahkan jika harus naik turun bukit setiap hari, namun mereka bertiga sama sekali tidak memiliki niat untuk mengeluh sama sekali.


Sesampainya dipuncak, mereka terlihat sangat senang melihat lingkungan tempat mereka akan berlatih. “Disini tempat kita sekarang. Ahaha, aku akan sangat bersemangat jika mengetahui hal ini lebih awal.” Orin sedang dipenuhi kebahagiaan saat ini.


“Oh, sudah datang ya?” Dvergr yang menyadari kalau ada seseorang yang datang langsung keluar untuk menemui. Itu adalah tempat yang sangat asri diatas sebuah bukit, hanya ada sebuah kuil kecil yang nampak tua, lalu gubuk kecil untuk tempat beristirahat mereka.


Walaupun kedengarannya sederhana, tapi jika itu untuk latihan maka itu adalah tempat yang sangat cocok. Bagaimanapun juga didekatnya ada sebuah lembah, dan air terjun yang cukup ekstrim, dan itu pasti akan sangat berpengaruh bagi pelatihan mereka.


Dvergr mempersilahkan mereka bertiga untuk pergi ke gubuk kecil yang ada disana. “Ayo masuklah kalian!” Mereka memandang satu sama lain, lalu mulai masuk ke gubuk kecil tersebut.


“Mungkin kita akan mulai dari perkenalan ya. Tapi biar kuberitahu sedikit, aku bisa melihat sebuah kebohongan, karena itu kuharap kalian tidak menyembunyikan sesuatu padaku.” Dvergr memang bukan pertama kalinya menjadi seorang pengajar, lalu dulu juga pernah ada insiden yang bersangkutan dengan para muridnya.


Dalam insiden tersebut mereka tidak benar-benar bersalah, namun tidak satupun dari mereka yang diberi pengampunan oleh kerajaan ini. Waktu itu Dvergr yang tidak bisa melakukan apapun untuk muridnya selalu menyesalinya hingga sekarang.


“Aku bukanlah orang dari kerajaan ini, karena itu apapun yang terjadi pada kerajaan bukanlah urusanku. Selain itu, jika mungkin suatu hal yang buruk pada kalian aku bisa saja membela kalian apapun yang terjadi. Kalian mengerti kan?”


“Kalau begitu mulai dariku saja.” Orin mencalonkan dirinya. Dvergr dengan mudah menerima usulannya. “Aku Orin. Aku berasal dari hutan terpencil di selatan kerajaan ini, tepatnya hutan terlarang Hexe.” Dvergr terkejut mendengar gal itu, diapun memastikan sesuatu yang ada dalam pikirannya.

__ADS_1


“Hutan terlarang Hexe, apa kau dari ras para penyihir angin itu?” Jika itu memang benar maka identitas aslinya saja sudah sangat menjadi ancaman bagi kerajaan ini. “ Itu benar, sejujurnya aku tidak memiliki tujuan khusus datang kesini.


Lalu untuk identitas bukannya aku merahasiakannya, tapi hanya tidak suka membicarakannya saja. Segini sudah cukup pak Dvergr?”


“Itu cukup. Satu saran dariku, sebaiknya kau jangan membiarkan orang lain tahu identitas aslimu Orin. Keberadaanmu disini saja sudah pasti akan mengancam kerajaan ini.” Jika Dvergr tidak mengatakannya mungkin Orin akan membeberkan identitasnya dimana-mana, lagipula sifatnya juga sangat ceroboh, jadi itu juga harus dicamkan kepada para temannya.


“Apa para penyihir angin memang semengerikan itu pak?” Meiga tidak pernah mendengarnya. Mau tidak mau dia harus bertanya kepada Dvergr demi keselamatan mereka bersama. “Untuk itu aku akan menjelaskan kepada kalian semua nanti. Sekarang giliranmu Ola.”


“Aku memperkenalkan diriku sebagai Ola Albert. Namamu asliku adalah Naifola Meiga.” Orin terkejut mendengarnya dan mendadak menyela demi bertanya. “Meiga? Kau adalah Meiga yang dibicarakan oleh Nona Iris dan Luna itu?” Meiga membalasnya dengan anggukan.


“Klan Naifola ya? Kukira mereka telah sepenuhnya hilang dari dunia ini. Ah, lanjutkan Ola!” Meiga mulai melanjutkan perkenalannya.


“Ngomong-ngomong Ola, siapa gurumu ini sebenarnya?” Mendengar pertanyaan itu, Meiga mengerutkan keningnya. “Maafkan aku pak Dvergr, aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu.” Dvergr memakluminya dan menyuruh Zenin untuk melanjutkan perkenalan.


“Aku Zenin. Aku berasal dari sebuah kota lama di bagian timur kerajaan ini. Lebih tepatnya kota Morder. Karena seperti fakta yang ada, kota tersebut telah dikuasai oleh kekaisaran Timur, maka aku sebagai korban yang selamat harus pergi ke suatu tempat, untuk tinggal.” Semua murid telah memperkenalkan diri mereka.


Sekarang adalah saatnya bagi Dvergr untuk memperkenalkan dirinya dan menjawab pertanyaan yang ada pada mereka bertiga. “Baiklah, sekarang giliranku.” Dvergr mulai menceritakan tentang dirinya.


Namanya adalah Dvergr, salah seorang yang bisa mencapai tingkat great sage didunia ini. Tentunya itu adalah hal yang tergolong sangat hebat. Namun pada dirinya masih banyak sebuah fakta yang sangat menarik. Dvergr merupakan satu-satunya kurcaci yang masih bertahan hidup sampai sekarang.

__ADS_1


Cerita ini bermula dari sekitar 70 tahun yang lalu. Saat sebuah lubang hitam muncul di benua Norweg. Benua ini ada dibarat benua Norless, yang merupakan tempatnya para ras kurcaci tinggal. Lubang itu muncul di dekat kerajaan Roo, kerajaan kurcaci yang berada dibagian paling barat benua Norweg.


Seperti yang diketahui, setiap kerajaan para kurcaci sangatlah kokoh dan megah. Namun saat kemunculan Lubang hitam tersebut, fakta itu sama sekali tidak berguna. Sejak kemunculannya, lubang tersebut mulai menggerogoti bumi disekitarnya dan membuat dirinya menjadi semakin besar.


Saat itu kekhawatiran mulai muncul dihati para penduduk Roo. Para tentaranya mencoba menghancurkannya dengan segala macam cara, namun yang ada hanyalah membuat lubang itu semakin membesar. Sampai hari itu tiba, sebuah bayangan berbentuk seperti manusia mulai muncul satu persatu dari lubang itu.


Segera setelah mengetahuinya, mereka tahu bahwa itu adalah makhluk spiritual yang mengerikan dan sangat membahayakan di dunia ini, atau makhluk yang biasa disebut sebagai Iblis. Para kurcaci mulai memerangi para iblis tersebut, namun perbedaan kekuatan antar individu sangatlah berbeda.


Para kurcaci hanya bisa berjuang sekuat tenaga untuk melawan mereka, namun berapapun dari mereka yang telah dibunuh, mereka terus bermunculan dari lubang tersebut. Suatu waktu kerajaan Roo yang telah mencapai batasnya akhirnya runtuh.


Namun invasi para iblis tidak terhenti sampai disana. Mereka terus menginvasi benua Norweg dan meruntuhkan satu persatu kerajaan para kurcaci. Sampai pada sebuah kerajaan paling timur, Skandinavia. Mereka juga berhasil menaklukkannya.


Namun pada kerajaan ini berbeda dengan kerajaan yang lain. Mungkin karena mereka berada sangat jauh dengan lubang hitam tersebut, mereka berhasil bertahan dengan waktu yang cukup lama dalam invasi tersebut.


Waktu itu sebuah bayangan hitam memancar ke langit, semua iblis mulai mundur ke barat. Apa yang terjadi saat itu tidak ada yang mengetahui kejadian pastinya. Yang semua orang ketahui adalah itu mungkin adalah awal dari sebuah malapetaka.


Walaupun saat itu para iblis mundur, pada akhirnya mereka tetap dikalahkan, tapi mereka tidak dimusnahkan sepenuhnya seperti yang lain. Waktu itu masih tersisa satu nyawa dari ratusan ribu kurcaci, sosok itu tidak lain adalah Dvergr sang great sage.


Saat itu dia tetap bertahan sampai akhir, dan menyaksikan kejadian mengerikan tersebut. Kejadian yang begitu misterius dan mengerikan. Diatas pancaran bayangan hitam, sebuah awan hitam mulai terbentuk dan menyelimuti langit diseluruh barat. Malam abadi pun tercipta, sejak saat itu seluruh wilayah yang menjadi malam abadi dikenal dengan sebutan DARK TERITORY, yang akhirnya menjadi tempat tabu bagi makhluk non spiritual.

__ADS_1


__ADS_2